CORONAVIRUS MENGGUNAKAN TUBUH KITA SEBAGAI PEMBAWA COVID-19


“Kehidupan dan kematian ditangan Tuhan, tetapi sebagai manusia yang diberikan hadiah kehidupan, tugas suci kita adalah menjaga hadiah kehidupan ini dengan sepenuh hati.”~Djajendra

Covid-19 adalah musuh yang sangat berbahaya, mereka tidak terlihat dan belum ada obat yang jitu untuk memusnahkan mereka. Mereka sedang menggunakan tubuh kita untuk berkembang biak dan menjadikan kita sebagai pembawa mereka untuk berpindah dari satu orang ke orang lain. Oleh karena itu, kita harus lebih cerdas dari coronavirus. Jangan sampai kita kalah cerdas dan dengan mudah dikuasai oleh virus yang berbahaya ini. Jadi, musuh yang sedang kita hadapi ini tidak terlihat, kita tidak tahu bersama siapa virus itu sekarang. Orang yang terlihat sangat sehat pun berpotensi sebagai pembawa coronavirus. Kita sedang menghadapi musuh yang hanya bisa dibasmi jika kita patuh dan disiplin dengan mengikuti semua perintah pemerintah dan para ahli medis. Tidak keluar rumah adalah keputusan yang paling bijaksana. Hentikan sekarang juga kebiasaan merokok, karena Anda membutuhkan paru-paru yang bersih dan kuat untuk melawan Covid-19. Jangan nekad dan bandel, jalankan semua ibadah dan doa dari rumah, gunakan kecerdasan dan akal sehat dalam menghadapi situasi saat ini.

Jangan anggap enteng dengan Covid -19. Ini adalah pandemi di mana kita adalah pembawa virus. Tidak mungkin semua orang satu persatu diperiksa untuk memastikan membawa covid -19 atau tidak, mungkin dalam satu detik sebelumnya belum ada virus, tetapi detik berikutnya sudah memiliki virus. Saya tidak bermaksud membuat Anda panik dan takut, tetapi mengajak semua orang untuk disiplin dan bertanggung jawab dalam membantu mengalahkan covid –19. Saya juga bukan ahli virus atau penyakit, tetapi peduli dengan keselamatan kita semua. Tulisan ini hanya bersumber dari intuisi saya, boleh dipercaya, boleh tidak dipercaya. Untuk sementara tidak perlu mengungkapkan sesuatu secara fisik. Jaga jarak dengan semua orang. Mungkin orang yang paling Anda cintai tidak memiliki covid-19, tetapi Anda yang terlihat sangat bugar dan sehat bisa saja sedang ditumpangi oleh covid-19. Akibatnya, tanpa Anda sadari, Anda telah membiarkan covid-19 juga menggunakan tubuh orang yang Anda cintai untuk tempat mereka berkembang biak. Karena itu, miliki komitmen dan perilaku yang membuat orang-orang tercinta di sekitar Anda tidak menjadi korban covid-19.

Kehidupan telah memberikan virus mematikan kepada kita. Kita harus menjaga hidup kita yang sangat berharga ini dengan penuh tanggung jawab. Tugas kita adalah melakukan yang terbaik agar tidak banyak korban kematian akibat covid-19. Mulailah dengan kesadaran untuk tidak keluar rumah dan tidak berkerumun. Saatnya menyendiri dan mengenali diri sendiri. Sekaranglah waktunya untuk mencari tahu siapa saya? Kehidupan dan kematian ditangan Tuhan, tetapi sebagai manusia yang diberikan hadiah kehidupan, tugas suci kita adalah menjaga hadiah kehidupan ini dengan sepenuh hati. Mari kita lakukan tindakan yang penuh tanggung jawab agar kita tidak menjadi orang yang membawa covid -19. Jika kita disiplin, patuh, dan mengikuti semua perintah para ahli medis dan pemerintah; covid 19 dapat kita kalahkan segera. Sekarang ini, kita harus patuh, sabar, mau diam di rumah, tidak bersosialisasi dulu, menunggu dengan tenang dan sabar sampai wabah berbahaya ini berlalu. Kita harus percaya dan yakin kepada semua keputusan yang dibuat oleh pemerintah dan para ahli medis. Pemerintah dan para ahli medis sedang berjuang siang dan malam untuk kebaikan kita semua. Mari berdiam di rumah sambil meningkatkan imun kita masing-masing. Jangan anggap enteng dengan realitas wabah penyakit yang sedang dihadapi oleh dunia saat ini. Selalu sehat, hidup sehat, berpikir positif, dan menggunakan kecerdasan secara bijaksana.

Djajendra

Popular posts from this blog

Ketika Anda Merasa Kasihan Pada Diri Sendiri, Saat Itu Anda Sedang Mengalami Kemunduran Kepercayaan Diri. Jangan Pernah Mengasihani Diri Sendiri, Tapi Disiplinkan Diri Anda Untuk Menjadi Lebih Kuat Dan Lebih Tangguh Dalam Menghadapi Realitas Hidup.~Djajendra