KITA BERUBAH! ORANG-ORANG DAN HAL-HAL DI SEKITAR KITA JUGA BERUBAH


“Kita berubah! Kita bukanlah orang yang sama, kita pasti berubah dan menemukan segala sesuatu di sekitar kita berubah. “~Djajendra

Sejak lahir, kita tumbuh dan berubah. Kita tumbuh dan berubah secara fisik; kita tumbuh dan berubah secara mental; kita tumbuh dan berubah secara emosional; kita adalah perubahan yang kita alami dari setiap fase mulai dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa, tua, dan sangat tua. Dalam setiap fase yang kita lewati, kita akan berubah dan segala sesuatu di sekitar kita juga berubah. Karena kita dan lingkungan di sekitar kita juga pasti berubah, maka kita harus sadar untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi perubahan tersebut. Jika kita tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi kebenaran dari perubahan tersebut, maka kita akan kesepian dan kehilangan kebahagian hidup. Cintai keberadaanmu dan temukan diri sejatimu. Mengenal diri sendiri adalah proses yang sangat panjang, harus melalui berbagai macam pengalaman hidup yang harus kita alami sendiri. Artinya, kita tidak bisa sekedar belajar dari buku atau orang lain. Buku dan orang lain itu hanya sebagai inspirasi, termasuk tulisan ini hanya bersifat inspirasi. Kita harus sadar dan mau belajar dari berbagai pelajaran hidup untuk memahami arti mengenal diri sendiri.

Satu-satunya tempat kita bergantung adalah TUHAN. Jika kita bergantung pada diri sendiri dan orang lain, atau materi kekayaan yang kita kumpulkan; maka perubahan yang tidak kita duga akan membuat kita kehilangan ketenangan pikiran dan kedamaian hati. Kita harus sadar bahwa sesungguhnya kita tidak mengetahui apa-apa tentang hidup yang sedang atau akan kita alami. Kita tidak pernah mampu memiliki pengetahuan untuk mengetahui apa yang akan kita alami di masa depan. Hidup kita adalah sebuah rahasia TUHAN atau misteri yang harus kita hadapi. Karena itu, teruslah berusaha untuk menemukan diri sejati dan kenali siapa diri sejati kita itu. Setelah mengenali diri sendiri secara sempurna, teruslah berbicara hal-hal positif dengan diri sejati. Dan, semakin mendekatkan diri sejati tersebut kepada TUHAN. Harus diingat bahwa hanya kasih sayang Tuhanlah yang mampu menghadirkan kedamaian hati dan ketenangan pikiran di sepanjang hidup.

Sahabat, teman, anak-anak, pasangan hidup, keluarga, anak buah, pembantu, pimpinan, rekan kerja, dan semua orang yang kita kenal juga akan berubah. Jangan mengharapkan mereka semua seperti saat kita mengenal dulu. Perubahan adalah pasti dan sudah menjadi takdir manusia. Oleh karena itu, jangan menghakimi atau menyalahkan orang-orang yang sifat dan perilakunya sudah berubah, yang tidak sesuai lagi dengan harapan kita. Kita harus mengerti bahwa perubahan dapat memisahkan sahabat terbaik; kita harus mengerti bahwa perubahan dapat memisahkan keluarga yang dulunya sangat akrab. Mungkin kita pernah menolong dan memuluskan karir anak buah kita, dan sekarang setelah anak buah kita tersebut memiliki jabatan dan kekayaan yang tinggi, dia sudah tidak mengenal kita lagi walau berpapasan dalam sebuah acara. Dalam hal ini, kita tidak boleh kecewa apalagi marah, sebab itu adalah realitas hidup dari perubahan. Tetaplah bahagia dan gembira dengan kemajuan anak buah atau orang-orang yang pernah kita bantu. Mereka tidak perlu mengenal kita, dan kita pun tidak perlu membuang waktu dan energi berharap mereka mengenal kita. Jadi, gunakan waktu dan energi untuk mengenal diri sendiri dan mengetahui kebenaran tentang diri sendiri. Jangan membuang waktu secara percuma untuk hal-hal yang tidak penting bagi kebahagiaan hidup kita.

Cinta sejati dan yang paling tulus hanya dimiliki Tuhan, dan hanya Tuhan yang mampu memberikan cinta paling tulus bagi kita. Satu-satunya sahabat sejati kita adalah diri sejati kita yang sadar dan sudah mengenal pola pikir kita, emosi kita, kecerdasan kita, dan daya tahan fisik kita. Tidak pernah ada sahabat sejati dari luar diri kita. Jangan pernah berharap cinta tulus dari siapa pun. Semua orang yang berada di sekitar kita hanya bersifat sementara, tidak ada seorang pun yang akan hidup permanen dengan kita, semua orang bersama kita hanya untuk jangka waktu terbatas. Perpisahan adalah pasti, jadi jangan berharap terlalu banyak kepada siapa pun atau apa pun. Perubahan menjadikan kehidupan kita tidak pernah kekal dan abadi, orang-orang akan datang dan pergi dalam kehidupan kita, semua hubungan bersifat sementara. Hanya kesadaran diri sejati kita yang sangat setia bersama kita dalam setiap peristiwa hidup. Intinya, apa pun yang terjadi kepada diri kita, hanya Tuhan yang ada untuk kita, kalau kita sadar tentang hal ini, maka kita akan selalu fokus untuk mempersiapkan diri sejati kita agar dapat mengalami kebahagiaan di semua situasi.

Setiap hari berlatih dan berdoa untuk menjadi diri sendiri yang lebih baik. Dalam setiap fase perubahan, miliki motivasi dan kepercayaan diri untuk menjadi pribadi yang lebih berkualitas. Satu-satunya jiwa yang selalu ada dalam kesadaran untuk bahagia dan damai adalah diri sejati kita. Karena itu, fokus saja untuk menjadi lebih baik dalam segala hal yang kita lakukan. Tidak boleh siapa pun atau apa pun yang menjadi penyebab hidup kita. Kita harus merasakan segala kebaikan dan keindahan dari dalam diri kita. Kita harus menjadi sumber untuk kebahagiaan dan kedamaian hidup kita di setiap momen. Kita harus membiasakan untuk menjadi teman terbaik bagi diri sejati kita. Berbicaralah dengan diri sendiri untuk menghasilkan energi positif bagi semua realitas hidup kita. Kita harus selalu ada untuk mendengarkan suara hati kita yang paling benar dan jujur. Dengarkan suara dari intuisi diri sendiri, dengarkan suara dari semua sumber energi positif. Akui fakta bahwa TUHAN adalah kekuatan yang paling tinggi, sehingga jiwa sejati harus tunduk dan sujud pada kasih sayang TUHAN.

Kita berubah dan di sekitar kita juga semua hal berubah. Jiwa sejati yang sujud pada kasih sayang TUHAN adalah sesuatu yang abadi dan tidak akan berubah. Oleh karena itu, setiap saat semakin mendekatkan diri sejati kepada kasih sayang Tuhan. Jangan pernah menjauh dari Tuhan. Jika kita dekat dengan Tuhan, maka semua perubahan mampu kita alami dengan sukacita dan penuh kesadaran. Ketika kita semakin sadar bahwa hanya Tuhan yang bisa menolong jalan hidup kita, maka jiwa sejati kita mampu merasakan bahwa Tuhan melindungi diri kita dengan penuh cinta. Jika perasaan ini sudah sangat menguat di dalam diri kita, maka kita secara konsisten mendapatkan perasaan bahwa semuanya akan baik-baik saja walau kita harus melalui sesuatu yang tidak pasti. Kita tidak akan mengeluh tentang kesulitan dan ketidakpastian. Kita tidak akan stres dan kesepian saat orang-orang yang kita percaya menjauh dari hidup kita. Kita tidak akan membiarkan diri kita di tentukan dari kesenangan duniawi dan masalah duniawi. Kita mampu menyadari bahwa apa pun yang terjadi bersifat sementara. Energi positif kita yang kuat mampu membawa kita ke langkah selanjutnya yang lebih baik. Jadi, apa pun yang kita alami di sepanjang proses perubahan adalah sebuah pengalaman yang membuat hidup kita lebih kaya dan berkualitas.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com

Popular posts from this blog

Ketika Anda Merasa Kasihan Pada Diri Sendiri, Saat Itu Anda Sedang Mengalami Kemunduran Kepercayaan Diri. Jangan Pernah Mengasihani Diri Sendiri, Tapi Disiplinkan Diri Anda Untuk Menjadi Lebih Kuat Dan Lebih Tangguh Dalam Menghadapi Realitas Hidup.~Djajendra