UANG ADALAH SARANA UNTUK KEBAHAGIAAN


“Ketika uang menjadi kekuatan hidup Anda, maka jangan merasa bahwa Anda yang dihormati dan dihargai, yang benar adalah uang Anda yang mendapatkan semua penghormatan itu dari kehidupan sosial.”~Djajendra

Kita hidup di dunia yang menjadikan uang sebagai kekuatan untuk menjalani proses hidup. Setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, kita harus mengeluarkan uang untuk membiayai hidup kita. Uang membutuhkan perilaku yang lurus dan tidak boros. Pemenuhan keinginan dan kebutuhan kita dapat dibantu oleh uang. Mengelola dan menjaga uang dengan bijak adalah cara yang tepat untuk tidak kekurangan uang. Mengeluarkan uang hanya untuk hal-hal yang bermanfaat bagi kebaikan hidup adalah jalan untuk mendapatkan kebahagiaan dari uang.

Uang bukanlah segalanya dalam hidup, tetapi uang memiliki kekuatan nilai yang membantu hidup kita lebih bahagia dan tenang. Jika kita tidak punya uang, maka kebahagiaan dan ketenangan pasti hilang. Uang sudah menjadi sesuatu yang harus ada dan tidak boleh tidak ada. Uang dan rasa syukur dapat membuat tidur kita nyenyak dan menjalani rutinitas hidup dengan nyaman. Uang memang tidak bisa menjamin kebahagiaan, tetapi uang adalah sarana untuk mendapatkan kebahagiaan. Jadi, selain pintar mengelola uang; kita juga harus menjalani pola hidup yang rendah hati, positif, bersyukur, dan selalu memiliki kesadaran untuk hidup bahagia.

Manfaatkan uang sebagai alat bantu dalam hidup, bukan menjadikan uang sebagai kekuatan hidup. Dalam kehidupan nyata, sebagian besar orang sudah menjadikan uang sebagai kekuatan hidup. Mereka betul-betul membuat uang menguasai hidup mereka dan juga mengatur gaya hidup mereka. Ketika uang menjadi kekuatan hidup, maka dampak buruknya adalah kebahagiaan dan ketenangan hidup akan hilang. Tingkatkan kesadaran untuk menjadikan diri sendiri sebagai kekuatan hidup, serta menjadikan uang hanya sebagai alat bantu untuk mengurus kebutuhan dan keinginan yang harus dengan uang.

Dalam kehidupan sosial uang memberi kita rasa hormat, keamanan, kebebasan, kemudahan, dan kenikmatan dari pelayanan yang kita terima. Jangan merasa bahwa kita yang dihormati dan dihargai, yang benar adalah uang kita yang mendapatkan semua penghormatan itu dari kehidupan sosial. Jadi, sadarlah dan jangan tertipu oleh realitas palsu. Jadilah diri sendiri yang otentik yang betul-betul hanya menggunakan uang sebagai alat bantu untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan, bukan untuk yang lain. Jangan boros, kendalikan gaya hidup dalam kehidupan yang sederhana. Simpan uang untuk digunakan dalam jangka waktu yang lama. Dan, gunakan waktu untuk terhubung kepada Tuhan dan nilai-nilai positif yang menumbuhkan diri sejati dari dalam.

Uang adalah sarana untuk kebahagiaan; tetapi untuk mengalami kebahagiaan, kita membutuhkan hal-hal lain yang bukan bersumber dari uang. Kita memerlukan kesadaran untuk mengenal diri sendiri, kita memerlukan emosi dan pikiran positif, kita membutuhkan TUHAN, kita membutuhkan cinta, kita membutuhkan kesehatan, kita membutuhkan waktu untuk sendirian, kita membutuhkan pengetahuan untuk hidup bahagia, dan banyak lagi hal-hal yang kita perlukan untuk hidup bahagia. Intinya, uang itu penting untuk kebahagiaan, tetapi harus dilengkapi dengan hal-hal lain agar kebahagiaan sejati dapat kita rasakan.

Uang bukan untuk dipamerkan, tetapi untuk disimpan dan tidak perlu diketahui oleh orang lain. Uang hanyalah alat dan sarana hidup, jangan sampai alat dan sarana hidup ini menjadikan kita sombong dan menganggap bahwa semuanya dapat kita beli. Dalam masyarakat, hiduplah dengan rendah hati, tidak perlu orang tahu bahwa kita memiliki banyak uang. Jadilah pribadi yang fokus untuk tumbuh dan berkembang bukan dari uang, tetapi dari kesadaran untuk mengoptimalkan potensi dan bakat yang masih tersembunyi di dalam diri. Semua perilaku yang didorong karena punya uang banyak hanya akan merugikan kehidupan diri sendiri. Tidak ada kebaikan dan keuntungan bagi diri sendiri dengan membanggakan jumlah uang. Tidak ada kebahagiaan dan ketenangan hidup jika kehidupan kita ditentukan oleh uang.

Mau mengundang Djajendra untuk Narasumber?

Email: admin@djajendra-motivator.com