MEMBENTUK KEBIASAAN POSITIF UNTUK KEHIDUPAN YANG BAIK

“Kebiasaan merupakan energi otomatis untuk menghubungkan mental, situasi, peristiwa, dan perilaku dalam kemampuan bertindak.”~Djajendra

Kita semua ingin memiliki kehidupan yang baik, kehidupan yang membahagiakan. Fondasi untuk memiliki kehidupan yang baik adalah mencintai kehidupan yang dimiliki dan mencintai pekerjaan yang dimiliki. Semua ini terjadi di dalam rutinitas dan proses hidup. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membentuk kebiasaan-kebiasaan baik agar konsisten mencintai hidup dan pekerjaan. Bila kebiasaan baik terbentuk, maka terbentuklah perilaku untuk melayani kehidupan kita. Kebiasaan merupakan energi otomatis untuk menghubungkan mental, situasi, peristiwa, dan perilaku dalam kemampuan bertindak.

Kebiasaan menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan kehidupan sesuai impian. Jika ada kebiasaan yang menghambat kita untuk menikmati kehidupan yang indah, maka bentuklah kebiasaan baru untuk bisa menikmati kehidupan yang indah. Jadi, ketika hal-hal dalam hidup tidak berjalan sesuai keinginan, maka perubahan terhadap kebiasaan haruslah diutamakan daripada mencari-cari kesalahan dan kekurangan pihak lain. Fokuskan waktu dan energi untuk menciptakan kebiasaan baik yang mampu melayani impian dan kebutuhan hidup.

Dalam membentuk kebiasaan baik; kita harus selalu memperhatikan pikiran, perasaan, niat, motivasi, perilaku, dan tindakan kita. Dalam hal ini, kita harus menjadi pribadi yang sadar dan bijaksana dengan kehidupan yang kita miliki. Kita juga harus jujur kepada diri sendiri tentang siapa diri kita yang aslinya. Kita tidak boleh menciptakan alasan apa pun atas realitas kehidupan kita. Kita tidak boleh melempar kesalahan kepada siapa pun. Kita harus jujur untuk menerima hidup kita dan melakukan perubahan yang dibutuhkan.

Perubahan terhadap kebiasaan dimulai dari kesadaran untuk memiliki perilaku baru. Mulailah dengan melatih pikiran dan emosi untuk menciptakan perilaku baru. Pahami pola pikir dan suara hati di sepanjang proses pembentukan perilaku baru. Pastinya, perilaku baru akan diuji oleh berbagai peristiwa dan situasi. Perhatikan pikiran dan perasaan dalam menyikapi berbagai peristiwa dan situasi tersebut. Jika pikiran dan perasaan sejalan dengan perilaku baru, maka perilaku baru tersebut mampu bertindak untuk menemukan solusi atas berbagai situasi dan peristiwa tersebut. Sebaliknya, jika pikiran dan perasaan tidak sejalan dengan perilaku baru, maka perilaku lama akan muncul kembali untuk menyikapi situasi dan peristiwa tersebut. Selama perilaku lama muncul kembali, maka itu artinya kita gagal membentuk kebiasaan baru. Jelas, dibutuhkan kesadaran dan niat untuk membangun kekuatan di dalam diri agar mampu menghapus perilaku lama. Kekuatan dari dalam diri sangat dibutuhkan untuk mengubah kebiasaan lama menjadi kebiasaan baru yang dapat menciptakan perilaku baru untuk bertindak dalam kehidupan yang diinginkan.

Kita harus selalu ingat bahwa kebiasaan itu hidup dalam rutinitas dan proses. Kemampuan untuk menerapkan kebiasaan baru dalam rutinitas dan proses akan mempermudah pembentukan perilaku baru. Dalam hal ini; fondasinya tetap sama, yaitu: pikiran, situasi, peristiwa, perasaan, niat, dan perilaku. Jadi, tetap perhatikan dari integritas pribadi yang tinggi terhadap pikiran, perasaan, niat, dan perilaku yang dihasilkan. Jika semuanya mendukung untuk menciptakan kebiasaan baru dengan mengubah rutinitas untuk kehidupan yang lebih baik, maka kehidupan yang diinginkan akan terwujud. Jauhkan diri dari perilaku emosional, dan selalu melatih diri untuk terbiasa dalam pola hidup di dalam kesadaran dan ketenangan.

Jangan memusuhi dan melawan kebiasaan lama. Terima kebiasaan lama dengan sadar, kemudian lakukan perubahan dari niat suci untuk memiliki kebiasaan baru dalam wujud perilaku baru. Jadi, tidak perlu mengeluarkan tenaga dan waktu untuk mengalahkan kebiasaan lama, keluarkan waktu dan tenaga untuk membentuk kebiasaan baru. Ketika tertekan dan mengalami stres dalam proses pembentukan kebiasaan baru, maka terimalah fakta yang ada dan tingkatkan motivasi untuk perubahan. Intinya, jadilah lebih kreatif ketika stres menyerang diri di sepanjang proses perubahan. Terimalah stres dan kendalikan stres dengan kesadaran untuk hidup lebih damai dan bahagia. Jangan membiarkan pikiran negatif mendapatkan tempat di sepanjang proses pembentukan kebiasaan baik.

Semua yang kita pikirkan belum tentu baik untuk hidup kita. Tingkatkan kesadaran untuk memahami realitas hidup yang kita miliki dan kebutuhan hidup yang harus kita penuhi. Fokuskan waktu dan tenaga untuk membentuk kebiasaan baik agar kita bisa melayani realitas hidup kita dan memenuhi kebutuhan hidup kita. Jadi, jangan membiarkan pikiran menguasai hidup kita secara total. Gunakan pikiran hanya untuk hal-hal positif yang benar-benar memberdayakan kita untuk kehidupan yang lebih baik.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com