KEPRIBADIAN YANG UTUH


“Satu-satunya penyebab yang dapat menyakiti diri kita adalah pikiran kita yang tidak bertanggung jawab untuk membahagikan diri sendiri.”~Djajendra

Kita mengalami penderitaan karena pikiran dan emosi kita tidak stabil, kita tidak mampu menyatukan pikiran dan emosi di dalam jiwa yang damai. Kita tidak mampu menjadi kepribadian yang utuh di dalam tubuh yang sehat dan bugar. Tubuh, pikiran, dan emosi adalah satu kesatuan yang harus utuh untuk dapat memiliki kepribadian yang kuat. Semuanya harus saling menguatkan dan saling membutuhkan. Pikiran sebagai kekuatan yang berpotensi mendominasi kepribadian haruslah memiliki kesadaran untuk tidak selalu mengembara dan menciptakan situasi yang tidak stabil di dalam jiwa. Jadi, pikiran tidak boleh berjalan sendiri tanpa memperhatikan kedamaian jiwa, kebugaran tubuh, dan ketenangan emosi. Pikiran harus memiliki cinta dan kepedulian terhadap diri sendiri.

Kepribadian yang utuh selalu mendapatkan perhatian dari pikirannya. Pikiran yang baik menyadari bahwa kepribadian positif yang utuh hidupnya di dalam damai, tenang, bahagia, bugar, dan sejahtera. Kepribadian yang utuh tidak akan bergantung pada hal apa pun, tidak akan menangis, tidak akan berteriak, tidak akan membuat ulah, dan tidak akan menyalahkan orang lain atas kegagalan yang dialami. Pikiran yang baik tidak akan terus-menerus berpikir sampai melupakan bahwa jiwa membutuhkan istirahat dan ketenangan.

Pikiran yang buruk tidak akan peduli terhadap dirinya sendiri, menjadi sangat egois dan selalu mengabaikan kebahagiaan dirinya sendiri. Pikiran yang buruk selalu hidup dalam kepompongnya sendiri, sering merasakan fantasinya sendiri tanpa memiliki empati terhadap kedamaian hidupnya. Pikiran yang buruk tidak akan mampu membangun kepribadian yang utuh dan kuat. Pikiran yang buruk tidak akan memahami kebutuhan tubuh dan jiwanya.

Kepribadian yang utuh mampu membuat pikiran berpikir untuk melayani kebutuhan jiwa, emosi, dan tubuh. Kepribadian yang utuh tidak akan mengesampingkan semua kebutuhan jiwa untuk hidup damai. Pikiran selalu membawa cinta dan kepedulian untuk membahagiakan dirinya yang utuh. Ketika tubuh memiliki masalah, pikiran yang baik hadir untuk membantunya dengan sepenuh hati. Ketika jiwa bermasalah, pikiran yang baik hadir untuk menemukan solusi bagi kedamaian jiwa. Intinya, dalam kepribadian yang utuh, peran pikiran sangat besar untuk menentukan dan menciptakan kebaikan bagi semuanya.

Untuk seminar/pelatihan hubungi 0812 1318 8899 / email: training@djajendra-motivator.com