WORK LIFE BALANCE: CARA HIDUP YANG TIDAK MERUGIKAN DIRI SENDIRI



“Semua perbuatan baik kita berakumulasi menjadi kekuatan besar untuk membantu kehidupan kita. Semua perbuatan tidak baik kita berakumulasi menjadi kekuatan besar untuk menciptakan berbagai masalah dan kesulitan di dalam hidup kita.”~Djajendra

Ketika kita fokus untuk mengejar materi, jabatan, kekuasaan, dan semua yang sifatnya alam material; maka, kita akan hidup dalam keadaan ketidaktahuan tentang cara mencapai kebahagiaan sejati. Kesejahteraan, kemakmuran, dan karir yang lebih tinggi adalah penting; tetapi, tindakan untuk mengalami kebahagiaan dan ketenangan batin juga sangat penting. Sebuah pola hidup yang bersumber dari pusat kesadaran diri sendiri haruslah ditumbuhkan agar semua hal-hal yang dijalani dalam kehidupan sehari-hari dapat mengantar kita menuju kebahagiaan.

Semua kerja keras dan tindakan hebat yang kita lakukan selalu memiliki harapan untuk mendapatkan kebahagiaan dan kesenangan darinya. Sudah menjadi hukum kehidupan bahwa setiap orang lebih suka kebahagiaan daripada penderitaan. Tidak seorang pun yang mau bila diberikan jabatan tinggi dengan kekayaan yang berlimpah, tetapi harus hidup dalam penderitaan. Kebahagiaan dan kesejahteraan hidup selalu menjadi tujuan yang lebih tinggi daripada apapun. Dalam hal ini, kebahagiaan dan kesejahteraan haruslah dikerjakan dengan kesadaran tinggi. Ketika bekerja, kendalikan indra dengan pikiran, lakukan pekerjaan dengan sepenuh hati tanpa memikirkan hasil akhirnya. Fokuskan semua kemampuan dan perhatian di dalam proses kerja. Melalui pengabdian dan rasa cinta kepada apa yang kita lakukan, kita akan menemukan kesenangan dan antusiasme untuk mencapai yang terbaik.

Segala sesuatu tindakan yang dihasilkan dari kesadaran diri sejati akan menciptakan jalan menuju kebahagiaan. Segala sesuatu yang dihasilkan dari pikiran dan ego akan menciptakan jalan yang menjauh dari kebahagiaan. Biasanya, semua tindakan berdasarkan keinginan. Dalam hal ini, kita harus dengan cerdas mengawasi diri kita, apakah keinginan itu bersumber dari kesadaran tertinggi atau bersumber dari ambisi yang dimunculkan oleh pemikiran dan ego di dalam diri. Bila proses pencapaian kesejahteraan, kemakmuran, karir, jabatan, dan kekuasaan bersumber dari kesadaran tertinggi; maka, semua tindakan dapat menciptakan kebahagiaan bersama hasil akhirnya. Sebaliknya; bila keinginan itu bersumber dari keserakahan, ambisi, ego, nafsu, kemarahan, dendam, niat tidak jujur, kebohongan, dan perbuatan tidak etis ; maka, semua tindakan akan diikuti masalah dan kesulitan yang membuat hidup selalu dalam penderitaan.

Bekerja dengan ikhlas dan melayani pekerjaan dengan tulus adalah cara yang sangat berharga. Ketika hidup menjadi berarti dan berguna melalui kesadaran tertinggi, maka kita tidak akan memiliki waktu dan ambisi untuk mengejar kepentingan egois. Kesadaran tertinggi mampu menghilangkan rasa kehilangan dan ketidakbahagiaan saat kegagalan menunda keberhasilan kita. Kesadaran tertinggi mampu menghilangkan rasa putus asa atau depresi saat kita tidak memenuhi harapan dan keinginan kita.

Kehidupan yang kita miliki sangat berharga karena sifatnya sementara. Kehidupan yang berharga dan sementara ini tidak boleh disia-siakan, ciptakan kebiasaan-kebiasaan hidup untuk menuju kebahagiaan dan kesejahteraan. Semua yang baik-baik sudah dilengkapi Tuhan di dalam diri kita, sekarang kita hanya perlu menyelam ke dalam diri kita untuk menemukan semua potensi bahagia dan sejahtera, kemudian memahaminya dan menemukan cara untuk membuatnya berfungsi sesuai harapan dan impian kita.

Untuk seminar/pelatihan hubungi: 0812 1318 8899 / email:training@djajendra-motivator.com