KEPEMIMPINAN DALAM GANGGUAN DAN KETIDAKPASTIAN

“Ketidakpastian tidaklah menjadikan pemimpin hebat ketakutan, melainkan meningkatkan kualitas kepemimpinannya untuk menyalurkan energi kemenangan dengan penuh percaya diri.”~Djajendra
Ketidakpastian dan gangguan adalah sesuatu yang wajar dalam sebuah kepemimpinan. Sumber gangguan bisa berasal dari realitas sosial, ekonomi, budaya, teknologi, dan lain sebagainya. Semua gangguan harus dihadapi dengan integritas dan strategi yang tepat. Pemimpin hebat tidak pernah mundur untuk memenangkan program kerjanya dari berbagai gangguan dan ketidakpastian.
Pemimpin terbaik selalu menunjukkan kehebatan semangatnya untuk menemukan solusi terbaik. Dia tidak takut resiko dan tidak takut menghadapi jalan panjang penuh ketidakpastian. Dia tetap memimpin dengan iman yang penuh integritas; memimpin dengan pengetahuan yang benar dan tepat; memimpin dengan perilaku etis dan terpuji; serta memimpin dengan tindakan yang berani dan bertanggung jawab.
Dalam situasi tidak pasti dan banyak gangguan, pemimpin yang hebat selalu mempromosikan keharmonisan dan perdamaian untuk memperkuat kepemimpinannya. Kemudian, walaupun ada yang menjadi pemicu gangguan, maka sumber pemicu gangguan ini diperbaiki dan dikembalikan ke jalur yang benar melalui aturan dan hukum yang tepat. Jadi, pemimpin hebat tidak akan menghabiskan waktunya untuk balas dendam, tetapi digunakan untuk merangkul semua pihak melalui aturan dan hukum yang tepat, sehingga semua orang bisa diikat dan digunakan untuk menemukan solusi terbaik dari ketidakpastian yang muncul. Pemimpin hebat selalu percaya diri dan yakin bahwa perilaku tidak baik dapat ditransformasikan menjadi perilaku baik bagi pencapaian tujuan hidup yang lebih tinggi.
Pemimpin yang hebat sadar untuk membangun kualitas dari dalam diri. Dirinya selalu otentik dan asli, yang ditunjukkan melalui integritas yang hebat. Dia selalu bergerak dan mewujudkan segala sesuatu melalui nilai-nilai positif. Dia sangat disiplin dan fokus untuk mencapai visi walau ketidakpastian dan gangguan merusak segala hal. Dia tulus melayani pekerjaannya dan memotivasi semua orang untuk menciptakan sinergi melalui kepemimpinan diri sendiri dari masing-masing orang. Dia selalu bekerja dengan kreativitas tinggi, sangat percaya diri, menggunakan intuisi yang tajam, dan semua sikapnya asli dari integritasnya. Pemimpin hebat selalu menunjukkan kepada semua orang di luar dirinya tentang integritas dan kemampuannya untuk menyelesaikan gangguan.
Pemimpin hebat menyadari bahwa semua gangguan disebabkan oleh perubahan yang tidak disadari atau pun yang tidak diperkirakan sebelumnya. Dan berkeyakinan bahwa setiap gangguan harus ditangani secara cepat dan tuntas. Dia juga tidak pernah membiarkan gangguan terlalu lama, yang bisa mengakibatkan semakin melemahnya kepemimpinan tersebut. Pemimpin terbaik tidak hanya mengantisipasi perubahan, tetapi juga mampu menciptakan inovasi untuk mendapatkan kemajuan dari perubahan tersebut. Jadi, kondisi tidak pasti, tidak stabil, kompleks, ambigu, dan gangguan, tidaklah menjadi realitas yang memundurkan kemajuan kepemimpinan tersebut. Sebaliknya, mampu bangkit dan mengatasi semua itu dengan tegas dan pasti.
Pemimpin hebat selalu mengajak semua orang ke luar dari zona nyaman dan mau bekerja dengan sepenuh hati di luar zona nyaman. Dia menantang status quo dan mendorong semua orang untuk bekerja dalam perubahan, serta tidak konformis dan tak kenal takut di wilayah perubahan. Selalu bergerak maju dan menantang perubahan dengan pikiran positif.  Semua kekuatan dimobilisasi dan semua keragaman disatukan untuk bersama-sama menuju visi dan cita-cita. Pemimpin hebat selalu tangkas dan berorientasi pada tindakan dan kerja keras. Tidak ada kata mundur atau menyerah di sepanjang proses untuk mencapai kemakmuran bersama.
Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra