INTEGRITAS BERARTI SATU DENGAN HATI YANG MURNI

“Integritas memiliki kualitas untuk memberi tanpa pamrih, serta melayani dengan ikhlas dan sepenuh hati dari hati yang murni.”~Djajendra
Kita semua hidup untuk sementara, tidak seorang manusia pun yang dilahirkan untuk hidup permanen, tidak seorang pun diciptakan untuk sebuah keterikatan dengan dunia material. Kita hidup untuk menemukan diri sejati kita, kemudian menjadikan diri sejati sebagai cahaya untuk menerangi kehidupan yang kita jalani. Dan, diri sejati baru bisa ditemukan bila di dalam diri ada kualitas integritas yang menguat dan tumbuh dengan sempurna. Kualitas integritas inilah yang menjadi akar pembentukan karakter diri yang hebat dan unggul. Tanpa integritas, Anda tidak mungkin bisa memiliki karakter yang hebat untuk mendukung perjalanan hidup Anda.
Integritas adalah fondasi bangunan moral dan spiritual yang menjadikan hidup Anda aman dan damai. Integritas menjadikan hidup Anda stabil dan tidak mungkin kacau saat mendapatkan tekanan dan kesulitan. Integritas menjadikan Anda tidak mungkin bisa hancur dan jatuh dalam kekacauan moral ataupun dalam ketidakpastian hidup. Integritas menjadikan Anda selalu konsisten untuk hidup dengan jati diri Anda yang murni dan jujur. Anda pun tidak bisa disuap atau dirusak moral Anda melalui godaan yang melanggar kode nilai-nilai moral. Integritas yang kuat membuat Anda mampu tampil secara profesional, tidak tercela, ikhlas, jujur, utuh, tulus, sempurna, rendah hati, holistik, tidak menilai, tidak menghakimi, dan kuat dengan prinsip hidup di dalam kejujuran moralitas. Integritas menjadikan Anda tidak lagi melekat atau terikat kepada hasrat yang tak terpuaskan. Dan juga, tidak lagi menjadi korban dari nafsu serakah. Anda mampu bekerja dengan tanggung jawab untuk mewujudkan kualitas yang terpercaya dan penuh kejujuran.
Integritas harus dilengkapi dengan pengetahuan yang menerangi jiwa dan mampu memerangi godaan hidup yang tak terhitung jumlahnya. Kesadaran untuk melayani setiap situasi hidup dengan energi keilahian akan menumbuhkan integritas dari dalam diri sendiri. Jadi, walaupun sudah menjalankan ibadah dengan taat, tetapi bila hati merasa paling benar, maka kesombongan akan menguasai akal pikiran, dan integritas di dalam diri pun akan hilang. Kesombongan menguatkan setiap saraf ego untuk menganggap persepsi dan logika berpikirnya yang paling benar, sehingga keangkuhan diri akan menempati semua keputusan yang diambil. Persepsi dan logika berpikir yang mengutamakan keinginan adalah akar dari melemahnya integritas di dalam diri. Diperlukan sikap rendah hati yang tunduk pada nilai-nilai moral agar kualitas integritas di dalam diri mampu menerapkan kebijaksanaan saat menerima godaan. Dan, inilah yang membuat diri menjadi tak terkalahkan oleh godaan negatif. Kualitas integritas di dalam diri meniadakan konflik batin dan peperangan untuk memilih yang etis dan tidak etis. Ketika di dalam diri tidak ada integritas, maka konflik batin dan konflik kepentingan menjadi tak terelakkan.  
Ciri dari orang yang tidak memiliki integritas adalah selalu mencari dukungan sumber daya dari kekuatan di luar dirinya. Mereka tidak pernah sadar bahwa suatu hari diri sendiri akan berakhir. Kekayaan, jabatan, ketenaran, kehebatan, kekuasaan, persepsi, logika berpikir, akan lenyap dan dilupakan orang. Hanya kebaikan dan kebijaksaan hidup yang selalu menjadi inspirasi bagi kehidupan selanjutnya. Keserakahan dan kemenangan dengan merugikan orang lain akan memudar dan diingat sebagai sesuatu yang tercela dan tidak boleh diulang. Mereka tidak tumbuh dari kemurnian jati diri. Mereka tidak yakin bahwa Tuhan sudah memberikan segala kebutuhan dan keinginan di dalam diri masing-masing orang. Mereka terdorong untuk mendapatkan kekuatan dari sumber materi di luar dirinya, bukan sumber spiritual dari dalam dirinya. Sedangkan, ciri orang berintegritas tinggi adalah hidup dari kemurnian jati diri, serta selalu merasa bersyukur dan diberkati oleh sumber dari dalam diri, dan merasa mendapatkan nasihat dari Tuhan yang diyakini sebagai pelindung hidupnya. Orang dengan integritas tinggi merasa penting untuk menjalani hidup berintegritas. Apa pun masalah yang muncul dalam hidup, mereka tetap konsisten memilih jalan hidup dengan integritas yang tinggi. Mereka yakin bahwa hidup tidak terjadi secara kebetulan ataupun melalui ambisi dan nafsu egois. Mereka percaya untuk menjalani hidup harus berfokus pada sumber integritas di dalam diri, sumber integritas yang tak terkalahkan oleh realitas tidak etis di luar diri.
Hidup terjadi dari dalam diri, bukan dari luar diri. Bila pikiran dilatih di jalan integritas, maka apa pun yang terjadi di dunia luar, Anda tetap bisa menjadi diri yang murni dari diri sejati Anda. Kualitas integritas di dalam diri menjadikan pemikiran suara hati Anda bersatu dengan hati yang murni dan suci. Anda mampu menunjukkan perilaku yang menyatu antara pikiran, jiwa, sifat, fisik, emosi. Pikiran Anda tidak akan tersebar atau terpencar oleh keinginan egois, tetapi tunduk kepada Tuhan melalui nilai-nilai moralitas. Anda tidak akan gelisah memikirkan masa depan, tetapi bersyukur dan menjalankan momen sekarang dengan kejujuran dan tanggung jawab.
Jiwa yang kaya integritas hidupnya terfokus pada rasa syukur dan merasa telah menemukan semua kebutuhan dalam pekerjaan yang dilakukan. Rasa syukur menjadi titik kekuatan di balik kerja keras dan tindakan sepenuh hati untuk melayani pekerjaan. Jadi, fisik menjadi satu dengan hati yang murni di dalam rasa syukur dan keberlimpahan. Integritas menunjukkan perilaku kerja dengan kemuliaan hati melalui kemurahan hati untuk memberikan pelayanan dan kontribusi terbaik, ini diberikan tanpa pamrih terhadap siapapun dan tidak membeda-bedakan orang. Intinya, sifat utama dari orang berintegritas tinggi adalah selalu memberi lebih daripada mengambil lebih, serta menjaga diri dengan rasa syukur atas realitas hidupnya.
Integritas memiliki kualitas untuk memberi tanpa pamrih, serta melayani dengan ikhlas dan sepenuh hati dari hati yang murni. Pekerjaan yang dilakukan dari hati yang murni menciptakan kualitas yang luar biasa ajaib. Integritas mampu mentransformasikan kualitas pekerjaan menjadi realitas penciptaan yang ajaib. Jadi, Anda harus menjaga dan mengalihkan pikiran yang bertentangan dengan nilai-nilai integritas. Tingkatkan kualitas kecerdasan emosional Anda, kemudian miliki mental yang kuat dan tak pernah menyerah untuk menjaga integritas di dalam kemurniaan hati nurani Anda. Jangan membiarkan pikiran dikendalikan oleh pengaruh dari sumber moralitas rendah. Jangan membiarkan pikiran gelisah dan membuat hidup Anda resah oleh berbagai realitas yang meniadakan integritas.
Realitas hidup terus – menerus bergerak melalui energi negatif dan positif. Anda tidak bisa memaksa atau berharap semua orang terhubung dengan Anda melalui integritas yang tinggi. Pada dasarnya, semua orang tahu bahwa integritas adalah akar untuk membentuk karakter diri yang unggul dan hebat, tetapi orang-orang lebih memilih menjadi budak kehidupan daripada menjadi majikan kehidupan. Jadi, Anda harus memiliki kewaspadaan dan ketabahan saat menghadapi orang-orang dari sumber moralitas yang rendah. Jangan kehilangan pegangan yang kuat dari kemurniaan integritas diri Anda. Pusatkan perhatian pada setiap situasi dan andalkan integritas Anda untuk mematuhi aturan dan nilai-nilai etika yang disepakati.
Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra