MEMPRAKTIKKAN INTEGRITAS DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

“Orang-orang tanpa integritas; tidak memiliki karakter, ketegasan, soliditas, kecepatan, keberanian, dan kekuatan untuk mengatasi tantangan.”~Djajendra
Suatu hari, untuk melatih integritas muridnya, seorang guru menyerahkan masing-masing satu buah apel kepada empat orang muridnya. Lalu, si guru menyampaikan pesan bahwa mereka hanya boleh makan apel saat tidak ada yang memperhatikannya. Selanjutnya, kita lihat apa yang dilakukan oleh para murid tersebut: murid pertama bersembunyi di balik pohon dan makan apel tersebut. Murid pertama sangat yakin tidak ada yang melihatnya makan apel. Murid kedua mengunci dirinya di kamar mandi dan memakan buah apelnya. Dia yakin tidak ada seorang pun di kamar mandi tersebut kecuali dirinya. Murid ketiga mengunci kamarnya, masuk ke dalam kolong tempat tidur, dan bahkan memejamkan matanya sehingga dia sendiri pun tidak melihat bahwa dia memakan apel tersebut. Murid keempat tidak memakan apelnya. Keesokan harinya, guru bertanya tentang apel itu. Murid pertama, kedua, dan ketiga menceritakan dengan jujur tentang bagaimana cara mereka makan aple tersebut. Murid keempat menjawab bahwa dia tidak bisa makan apel karena Tuhan terus mengawasinya. Guru merasa senang dengan murid keempatnya yang ternyata mampu mempraktikkan integritas dalam kehidupan sehari-hari. “Dalam kehidupan yang penuh godaan ini ternyata integritas masih bisa dipraktikkan.” Kata gurunya kepada semua muridnya.
Integritas hanya dapat dipraktikkan ketika Anda sadar bahwa apa pun yang Anda lakukan, Tuhan pasti melihatnya. Integritas Anda berbicara tentang kebenaran Anda, bahkan ketika Anda tahu bahwa tidak seorang pun melihatnya, tetapi Anda sadar bahwa Tuhan sedang melihatnya. Hidup dengan integritas berarti jujur terhadap apa yang Anda mampu dan apa yang Anda tidak mampu. Perilaku dan sikap Anda harus selaras dengan karakter Anda yang asli, nilai moral, serta komunikasi yang jujur dan jelas terhadap apa yang orang lain inginkan dari Anda. Jadi, Anda tidak perlu berpura-pura menjadi orang lain, Anda harus menampilkan diri Anda yang asli. Semua keputusan Anda haruslah berdasarkan apa yang Anda yakini, bukan apa yang orang lain percaya. Apa pun situasinya, Anda harus menjadi diri yang asli untuk melakukan semua hal secara benar dan sesuai hati nurani Anda yang tinggi kualitas moralitasnya.
Kualitas integritas menjadi semakin tinggi ketika dipraktikkan dengan sikap rendah hati dan bijaksana. Intinya, tidak perlu menghakimi orang lain atau menilai orang lain. Fokuskan semua energi dan waktu untuk bekerja dengan jujur sesuai karakter diri yang asli. Pahami keterbatasan diri sendiri dan terima realitas di luar diri, tanpa menilai ataupun menghakimi realitas tersebut. Sebagai contoh: cerita murid dengan buah apel, murid keempat sama sekali tidak menilai dan menghakimi murid-murid yang telah makan buah apel dengan caranya masing-masing. Murid keempat hanya fokus pada keyakinannya bahwa Tuhan selalu mengawasi dan melihat dirinya, sehingga dia tidak mungkin melanggar perintah gurunya tersebut. Dalam praktik integritas ada nilai-nilai moral dan spiritual yang begitu kuat, sehingga orang yang bertindak dengan integritas membawa kualitas diri yang tinggi dan unggul.
Kita tidak bisa berharap integritas dari setiap orang. Sebab, tidak semua orang memiliki karakter yang dilengkapi dengan nilai-nilai moral dan spiritual yang baik. Ada kekuatan nyata dalam kehidupan sosial bahwa integritas yang ada tidak cukup untuk membawa kebaikan bagi kehidupan banyak orang. Oleh karena itu, haruslah dengan tegas dibangun sistem dengan tata kelola yang memaksa setiap orang untuk patuh terhadap nilai-nilai moral di tempat kerja. Bila integritas di tempat kerja kuat, maka setiap insan perusahaan mampu bekerja dengan ketenangan dan kepercayaan diri yang konsisten. Bila integritas di tempat kerja rendah, maka gosip dan ketidakdisiplinan akan merusak kepercayaan diri untuk menghasilkan kinerja terbaik.
Praktik integritas dalam kehidupan sehari-hari menghilangkan rasa takut dan cemas. Setiap orang sudah menjalankan segala hal dengan jujur dan benar melalui dirinya yang asli. Orang-orang dengan integritas yang tinggi tidak tertarik untuk mencari ketenaran. Mereka hidup sukses dengan menjadi diri sendiri dan tanpa mengurusi urusan orang lain. Mereka tidak pernah mau menjanjikan hal-hal yang tidak pernah bisa mereka lakukan. Mereka fokus pada keterampilan dan pengetahuan yang dikuasai dengan benar.
Di tempat kerja, integritas adalah sebuah keharusan agar organisasi bisa bergerak cepat menuju tujuan. Bila integritas kurang, maka bangunan organisasi dan strukturalnya mudah runtuh oleh ketidakpastian ataupun oleh badai perusak. Orang-orang tanpa integritas mudah terombang-ambing dalam keraguan dan ketakutan. Orang-orang tanpa integritas mudah dihancurkan oleh tantangan dan badai kehidupan. Orang-orang tanpa integritas; tidak memiliki karakter, ketegasan, soliditas, kecepatan, keberanian, dan kekuatan untuk mengatasi tantangan.
Integritas menguatkan karakter dan menjadikan Anda bertindak sesuai janji, sesuai apa yang Anda pikirkan, sesuai dengan apa yang Anda katakan, dan sesuai dengan visi yang harus dituju. Karakter yang diciptakan dari integritas yang kuat memiliki kepercayaan dan rasa hormat atas apapun yang dikerjakan. Karakter yang tercipta dari integritas merupakan fondasi untuk menghasilkan reputasi yang dapat diandalkan dan dipertanggung jawabkan dalam semua situasi.
Integritas bukanlah tentang berani tampil beda sambil memamerkan kejujuran diri. Integritas adalah moralitas dan spiritualitas diri untuk melakukan segala sesuatu dengan benar. Jelas, dibutuhkan keberanian dan kepercayaan diri yang hebat untuk mempraktikkan integritas dalam kehidupan sehari-hari. Pasti akan muncul berbagai tantangan dan halangan ketika Anda mempraktikkan integritas. Tetapi, moralitas dan spiritualitas Anda yang hebat mampu menyatu dalam integritas untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai aturan. Artinya, di tempat kerja, Anda tidak akan menghabiskan waktu untuk hal-hal yang menurunkan moral kerja. Anda pasti fokus untuk melaksanakan tanggung jawab, menghindari gosip yang merusak, membangun kepercayaan diri, menghormati orang lain, dan tidak menyalahgunakan hak istimewa yang diberikan perusahaan kepada Anda.
Integritas menjadi berguna bila hidup dan berkembang dalam praktik. Integritas menjadi tidak berguna bila hanya hidup dan berkembang dalam pikiran ataupun keinginan. Jadi, integritas adalah sesuatu yang dihasilkan oleh perilaku untuk menciptakan proses yang taat tanggung jawab. Integritas diri terwujud dari kualitas diri yang taat dan patuh terhadap moralitas. Integritas diri menjadikan diri setia dan tidak pernah memberikan informasi rahasia perusahaan kepada pihak manapun. Integritas karyawan harus terintegrasi dengan budaya perusahaan, struktur organisasi, kepemimpinan, dan sistem.
Integritas diri bukan tentang orang lain. Ini semua tentang Anda. Kemampuan Anda untuk mendisiplinkan diri di dalam karakter yang moralitasnya tinggi, adalah kekuatan untuk mempraktikkan integritas. Integritas tidak memiliki rasa takut ataupun terlibat dalam politik kantor. Sebab, ketakutan dan politik kantor akan menutupi kemampuan Anda untuk terhubung dengan nilai-nilai integritas dan tujuan dari integritas. Rasa takut juga menghilangkan kemampuan Anda untuk berkarya sesuai karakter asli Anda. Jadi, rasa takut membuat Anda tidak menjadi diri sendiri dan pasti tidak mampu mempraktikkan integritas dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com
Posted on

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra