KARAKTER ANDA ADALAH REALITAS HIDUP ANDA YANG SEBENARNYA

“Tanpa karakter, Anda kehilangan jati diri. Tanpa jati diri, hidup Anda seperti kapal tanpa nakhoda yang terombang-ambing di tengah lautan.”~Djajendra

Hanya Andalah yang paling tahu apa isi pikiran Anda. Hanya Andalah yang paling tahu apa nilai-nilai, prinsip-prinsip, keyakinan, dan pemahaman yang tumbuh di dalam diri Anda. Karakter adalah tentang siapa Anda yang sebenarnya, bukan siapa Anda yang terlihat atau terkesan di kehidupan sosial. Karakter bukan tentang kepribadian, kompetensi, pencitraan diri, penampilan, gaya hidup, ataupun sesuatu yang Anda tampilkan secara tidak asli dari diri Anda kepada orang lain. Karakter bukanlah seperti peran yang dimainkan oleh seorang aktor sesuai skenario, karakter adalah diri yang asli dan kehidupan hati nurani yang paling jujur dari aktor tersebut.

Karakter Anda hidup oleh kekuatan pikiran bawah sadar Anda. Pikiran sadar Anda mampu menampilkan diri Anda yang tidak asli dan penuh pencitraan di dalam realitas kehidupan sosial Anda. Tetapi, pikiran sadar Anda hanya mampu mengendalikan 5 persen dari realitas hidup Anda. Sedangkan pikiran bawah sadar Anda mengendalikan 95 persen dari realitas hidup Anda. Jadi, walaupun setiap hari Anda tampil berpura-pura dan penuh pencitraan di dalam hubungan sosial Anda, itu bukanlah karakter asli Anda. Karakter Anda adalah keadaan Anda yang nyata dan keyakinan Anda yang membentuk kehidupan hati nurani Anda. Karakter Anda yang asli dapat ditemukan di dalam kekuatan alam bawah sadar Anda.

Ketika karakter Anda hilang, dan setiap hari Anda tampil dengan diri Anda yang tidak asli, maka Anda pasti kehilangan hidup Anda yang sesungguhnya. Tanpa karakter, Anda kehilangan jati diri. Tanpa jati diri, hidup Anda seperti kapal tanpa nakhoda yang terombang-ambing di tengah lautan. Tanpa karakter, hidup Anda hanyalah sebagai aktor yang menjalani peran sesuai skenario yang diperintahkan oleh sutradara Anda. Dan, Anda tidak punya kesempatan atau kesadaran untuk mengenal diri sendiri, sebab setiap hari Anda sangat sibuk untuk menjalankan perintah sutradara, dan lupa untuk mengenal diri sendiri.

Anda dapat menjalani hidup dengan karakter asli Anda, ketika Anda membangun diri dengan kekuatan moralitas dan integritas dari kesadaran hati nurani Anda yang paling jujur. Intinya, karakter itu ingin hidup untuk dirinya yang asli dan paling jujur, bukan untuk memperlihatkan reputasinya kepada orang lain dengan pencitraan dan kepura-puraan. Kepribadian dan karakter adalah dua hal yang berbeda. Kepribadian dibentuk untuk diperlihatkan kepada kehidupan di luar diri Anda, tanpa peduli tentang diri sendiri. Sedangkan karakter dibentuk untuk menumbuhkan sifat, sikap, perilaku, dan kebiasaan yang dibentuk dari moralitas dan integritas diri agar diri sendiri hidup dengan jati diri yang asli. Dalam hal ini, karakter tidak pernah punya obsesi untuk memamerkan sesuatu dari penampilan dirinya, karakter tumbuh dan berkembang dengan integritas lalu menampilkan dirinya yang asli kepada kehidupan di luar dirinya.

Karakter seseorang sudah mulai terbentuk sejak dirinya masih kecil. Karakter mulai dibentuk dari pola asuhan keluarga, pengaruh masyarakat, keyakinan keluarga, pola pikir lingkungan, sekolah, teman-teman dekat, keadaan, bacaan, dan pengalaman pikiran melalui pancaindera. Di mana, sebagian besar dari proses pembentukan karakter ini terjadi tanpa disadari oleh diri sendiri. Jadi, diri itu sejak masih kecil tumbuh dengan penanaman karakter yang tanpa disadari olehnya. Barulah, setelah tumbuh dewasa dan melewati berbagai macam pengalaman hidup, diri mendapatkan kesadaran tentang perlunya menjadi diri sendiri untuk bisa menjalani kehidupan yang damai dan sukses di semua bidang.  

Biasanya, ketika timbul kesadaran di dalam diri untuk belajar ke dalam diri sendiri, maka saat itulah momen yang paling awal dalam pembentukan karakter dari kesadaran diri sendiri. Dalam hal ini, kesadaran diri mulai mengamati dirinya sendiri dan melakukan perubahan terhadap karakter buruk menjadi karakter baik. Pikiran difungsikan untuk memanfaatkan pancaindera dalam menemukan hal-hal baik dari kehidupan di luar diri. Pikiran mulai mengumpulkan semua memori baru tentang keindahan, kebaikan, kebahagiaan, kedamaian, dan semua yang positif. Pikiran tidak pernah dibiarkan lagi untuk melihat-lihat yang negatif, pikiran betul-betul difungsikan untuk memperkuat memori positif di alam bawah sadar.

Pikiran sadar mulai fokus untuk menyesuaikan dirinya dengan karakter yang diinginkan oleh suara hati. Pikiran sadar mulai rajin mencari pengetahuan terbaik, untuk memberikan sebanyak mungkin informasi dan memori positif dalam proses evolusi pembentukan karakter baru. Pengembangan karakter biasanya diikuti dengan pertumbuhan rohani diri sejati. Peran Tuhan sangat besar dalam pembentukan karakter terbaik. Nilai-nilai spiritual, seperti: pengampunan, kasih sayang, toleransi, rasa syukur, penyerahan diri kepada kehendak Tuhan, melayani dengan hati, kesabaran, iman, ketetapan hati, keteguhan hati, keseimbangan batin, disiplin, ketekunan, kebaikan, dan lain sebagainya, adalah fondasi yang sangat penting untuk bisa mengenal diri sendiri dalam proses pembentukan karakter yang kuat.

Ketika proses pembentukan karakter secara sadar berlangsung, Anda harus dapat merasakan kehadiran Tuhan di dalam proses yang Anda lakukan. Kehadiran Tuhan dalam pembentukan karakter baik Anda menjadikan karakter Anda lebih disempurnakan untuk kebaikan hidup Anda dan orang lain. Kehadiran Tuhan di dalam diri Anda dapat Anda rasakan dari fondasi moralitas dan integritas yang memancarkan energi cinta tanpa batas bagi kehidupan di dalam diri dan di luar diri. Tuhan adalah Maha Pencipta, jadi Anda baru dapat menciptakan karakter Anda yang hebat saat Tuhan membantu Anda untuk menciptakannya.

Pembentukan karakter dari kesadaran diri sendiri adalah sebuah kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan siapapun. Karakter Anda adalah realitas hidup Anda yang sebenarnya. Jadi, hidup ini bukan panggung sandiwara, hidup ini adalah menemukan diri sejati dengan pengetahuan yang lengkap. Ketika karakter Anda hilang, maka hidup Anda selalu di panggung sandiwara. Tetapi, ketika karakter Anda terbentuk dengan sangat kuat dari fondasi moralitas dan integritas, maka diri sejati Anda selalu hidup di dunia nyata dengan penuh rasa syukur.

“Karakter bukanlah seperti peran yang dimainkan oleh seorang aktor sesuai skenario, karakter adalah diri yang asli dan kehidupan hati nurani yang paling jujur dari aktor tersebut.”~Djajendra


Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra