MENGENDALIKAN EMPATI


“Memiliki empati yang berlebihan kurang begitu baik bagi kebahagiaan diri sendiri. Dan sebaliknya, tidak memiliki empati juga menjadi tidak baik bagi kehidupan sosial dan hubungan antar manusia. Empati dalam kadar normal adalah sesuatu yang baik bagi kehidupan sosial Anda.”~Djajendra
Empati dalam arti positif adalah sesuatu yang baik, yang dapat digunakan untuk membantu orang lain dan membantu kepentingan diri sendiri. Biasanya; empati dapat dimanfaatkan untuk memahami keinginan, kebutuhan, perasaan, dan pikiran orang lain.
Kualitas atau kadar empati setiap orang tidak sama, ada beberapa orang yang mungkin sejak kecil sudah memiliki kemampuan berempati, ada juga yang memiliki empati melalui latihan dan belajar. Pada dasarnya, setiap manusia memiliki empati dalam kadar rendah sehingga tidak terlalu sensitif terhadap emosi atau perasaan orang lain. Ada beberapa orang dalam jumlah yang tidak besar memiliki karunia empati dengan kadar yang sangat tinggi. Biasanya, orang-orang dengan kadar empati yang tinggi sangat mudah menyerap energi atau emosi orang lain. Kondisi ini membuat dirinya memiliki pemahaman yang mendalam tentang persoalan hati atau perasaan orang lain.
Ketika menggunakan empati tanpa kecerdasan emosional ataupun tidak memiliki kemampuan untuk mengendalikan empati, maka empati akan merusak ketenangan diri sendiri, termasuk kepentingan diri sendiri menjadi terabaikan. Hal ini terjadi karena empati yang kuat menghasilkan sensasi emosional yang mampu merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Sedih, senang, tertawa, cemas, takut, khawatir, menangis, marah, dan lain sebagainya dapat menular melalui respon alami empati. Jadi, disinilah Anda harus berhati-hati dan mengendalikan diri agar empati Anda tidak menyerap emosi negatif dari orang lain.
Empati dalam kadar tinggi bisa mendatangkan masalah bagi diri sendiri. Ketika seseorang dengan empati kadar tinggi terhubung ke dalam kehidupan sosial, maka dia sulit melindungi diri sendiri dari masuknya bermacam emosi dan energi dari orang-orang di sekitarnya. Tidak mungkin semua orang berenergi positif. Dalam hidup, baik dan buruk adalah realitas sehari-hari. Ada baik, pasti ada buruk. Jadi, tidak mungkin Anda bisa mengabaikan energi negatif, walau kehidupan Anda sudah sangat sadar di dalam energi positif. 
Bagi orang-orang dengan kadar empati yang rendah mungkin tidak terlalu masalah dalam menghadapi realitas kehidupan sehari-hari. Sebab, mereka tidak akan mampu memahami isi hati ataupun perasaan orang lain secara spontan, sehingga tidak akan menyerap energi negatif dari orang lain. Banyak juga orang yang tidak mudah memiliki empati, dan justru mereka menjadi tidak peduli dengan perasaan ataupun kondisi kehidupan orang lain. Jadi, memiliki empati yang berlebihan kurang begitu baik bagi kebahagiaan diri sendiri. Dan sebaliknya, tidak memiliki empati juga menjadi tidak baik bagi kehidupan sosial dan hubungan antar manusia. Empati dalam kadar normal adalah sesuatu yang baik bagi kehidupan sosial dan kehidupan diri sendiri.
Ingat, bila empati Anda berlebihan, ini adalah sesuatu yang buruk, karena Anda dengan mudah dapat merasakan emosi negatif yang sedang dirasakan oleh orang lain. Di samping itu, Anda juga dengan mudah bisa membaca pikiran dan perasaan dari orang-orang di sekitar Anda. Jelas, saat Anda menyerap energi negatif dari kehidupan, hidup Anda menjadi tidak bahagia.
Sadari bahwa memiliki empati yang berlebihan adalah sebuah kelemahan bagi diri sendiri. Setelah Anda sudah sadar dan memahami bahaya dari empati yang berlebihan, mulailah gunakan akal sehat untuk tidak merasakan emosi negatif dari orang lain di sekitar Anda. Kuatkan mental dan beranikan diri untuk menjadi lebih tegas dalam hubungan dengan siapapun. Jangan biarkan kesedihan dan energi negatif orang lain masuk ke dalam hati nurani Anda. Aktifkan ego Anda agar dia membangun kesadaran pikiran positif Anda, untuk kehidupan Anda yang terbaik. Latih ego Anda untuk mengatakan kepada empati Anda bahwa diri Anda wajib bahagia, dan apa hal terbaik yang bisa dilakukan oleh empati untuk kebahagiaan diri Anda sendiri.
Sangat banyak energi negatif di sekitar kehidupan siapapun. Energi negatif mampu mengisap energi positif, sehingga energi positif menjadi tak berdaya menolong diri sendiri. Pikiran negatif, perasaan negatif, hati nurani yang negatif, adalah penyumbang energi negatif bagi kehidupan sosial. Tidak semua orang mendapatkan cinta, perhatian, keadilan, kebenaran, kejujuran, kepedulian dari kehidupan sosial. Banyak orang berenergi negatif berperan menjatuhkan tingkat energi positif orang lain, tujuannya hanya satu, yaitu:mengambil keuntungan dari kekacauan hidup orang lain. Oleh karena itu, bagi Anda yang kadar empatinya sangat tinggi wajib untuk melindungi diri sendiri dari bahaya energi negatif. Bila Anda tidak melindungi diri dari energi negatif; maka, hidup Anda akan selalu sedih, cemas, takut, dan terkurung dalam energi negatif di sepanjang waktu.
Jadilah pribadi yang mengendalikan empati melalui kesadaran diri sendiri. Gunakan empati untuk membantu diri sendiri tanpa mempersulit kehidupan diri sendiri. Memang benar dan tidak diragukan lagi kebenarannya bahwa setiap orang harus membantu kehidupan orang di sekitarnya, tetapi bantuan yang diberikan tidaklah boleh mengorbankan kebahagiaan diri sendiri. Membantu orang lain adalah perbuatan baik, tetapi bila empati Anda untuk membantu orang lain membuat hidup Anda sulit, maka Anda harus menyadarkan empati Anda untuk tidak mengabaikan diri sendiri.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com