BERSAHABAT DENGAN KEADAAN



BERSAHABAT DENGAN KEADAAN
"Masa depan milik orang-orang optimis. Masa depan pasti suram bagi orang-orang pesimis. Apapun keadaannya hari ini, bersahabatlah dengan keadaan, dan tetaplah optimis untuk mendapatkan yang terbaik."~Djajendra
Jangan memusuhi keadaan. Jangan marah pada keadaan. Semakin Anda benci dan marah pada keadaan, semakin kehidupan Anda menjadi tidak berdaya. Biarkan keadaan menjadi dirinya sendiri, dan fokuskan energi Anda untuk kebahagiaan hidup Anda.
Ketika Anda tidak bersahabat dengan keadaan, Anda sedang menyakiti diri sendiri. Walau belum bisa berbuat apa-apa terhadap keadaan, tetaplah fokus untuk menghasilkan sebuah kebaikan.
Ketika dirimu hidup dalam ketidakseimbangan, maka saat keadaan meninggikan dirimu; dirimu akan menjadi sombong, tinggi hati, senang dengan pujian. Sebaliknya, saat keadaan merendahkan atau melecehkan dirimu, maka dirimu akan putus asa, marah, benci, sedih, menolak, dan merasa tidak beruntung. Jagalah keseimbangan dirimu, rawat daya tahan dirimu agar engkau bisa tetap tenang, rendah hati, bersyukur dalam keadaan apapun.
Keadaan bisa seperti sahabat dan bisa juga seperti musuh besar. Bila engkau ingin memperkuat rasa damai dan bahagia dalam hidupmu, maka engkau harus menjadikan semua yang tidak nyaman sebagai guru yang menguatkan mentalmu, sebagai guru yang memberimu pengalaman untuk hidup secara bijak.
Keadaan membutuhkan kekuatan kebijaksanaan. Semakin bijaksana dan sadar hidupmu, semakin engkau menjadi harta bagi kehidupan. Semakin tidak seimbang hidupmu, semakin engkau menjadi beban bagi kehidupan. Jadikanlah dirimu harta yang bermanfaat bagi kehidupan, dan jangan sia-siakan hidup yang singkat ini, untuk hal-hal yang merugikan.
Keadaan bisa datang dari luar diri dan dari dalam diri. Keadaan dari luar diri haruslah diterima dengan ikhlas, karena dirimu tidak mempunyai kekuatan untuk merubahnya. Tetapi, keadaan dari dalam diri merupakan kekuatan mu, sehingga dirimu dapat merubahnya atau menyesuaikan dengan kebutuhan hidupmu. Terpenting, jangan biarkan energi negatif dari dalam diri, menjadikan hidupmu dalam bahaya. Jangan buat hidupmu menderita oleh sumber yang berasal dari dalam dirimu. Jadilah sadar dan cerdas.
Ketika keadaan menjadi sangat tak terkendali dan sulit, maka gunakan ilmu ikhlas. Ikhlas berarti tanpa pamrih, tanpa berharap, dan tidak menggunakan logika untuk mengerti. Tetapi, menggunakan hati untuk menerima keadaan, dan menyerahkan kuasa selanjutnya kepada Tuhan. Yakinlah, Tuhan selalu menjadi solusi terbaik, dan yang memperbaiki jalan hidup.
Keadaan yang tak pasti sedang menyampaikan pesan, bahwa kita bukanlah apa-apa atau siapa-siapa. Kita semua hanyalah yang terlahir, dan sedang berjalan dengan penuh dinamis, untuk bisa sampai pada akhir yang indah. Bersyukur, ikhlas, rendah hati, berjuang, bekerja keras, dan terhubung secara kreatif dengan segalanya di sepanjang kehidupan, adalah cara untuk menemukan akhir yang indah.
Bersahabat dengan keadaan adalah kebijaksanaan tertinggi. Ketika dirimu sudah cerdas bersahabat dengan keadaan, maka kebahagiaan selalu menjadi sahabatmu. Walaupun kesedihan menggoda dirimu, tetapi engkau tidak akan bersedih, atau menjadi sahabat dari kesedihan.
Ketika jiwamu bahagia dan damai saat bertemu dengan berbagai orang dalam berbagai keadaan, dirimu akan menjadi energi positif yang memberikan cinta bagi jiwa yang lain. Bahagia tidak akan pernah dihasilkan dari jiwa yang suka menyakiti, suka membenci, suka merugikan orang lain. Bahagia hanya dapat dihasilkan dari jiwa yang penuh cinta, berbagi, menolong, tidak merugikan, dan ikhlas dengan keadaan.
Masa depan milik orang-orang optimis. Masa depan pasti suram bagi orang-orang pesimis. Apapun keadaannya hari ini, bersahabatlah dengan keadaan, dan tetaplah optimis untuk mendapatkan yang terbaik.
Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra