KEPEMIMPINAN PRESIDENSIAL




“Kepemimpinan presidensial yang kuat adalah yang didukung oleh kekuatan rakyat, kekuatan militer, kekuatan politik, kekuatan birokrasi, kekuatan modal, dan kekuatan media massa.”~Djajendra

Di awal kepemimpinan presiden terpilih Jokowi, dia berpotensi tidak memiliki dukungan yang kuat di parlemen, tetapi dia memiliki kekuatan yang luar biasa dari masyarakat yang memilihnya. Kepercayaan masyarakat kepada Presiden terpilih Jokowi merupakan modal untuk memimpin dengan penuh integritas. Sekaranglah waktunya untuk menjadikan bangsa Indonesia lebih hebat.
Kepemimpinan presidensial memiliki kekuatan yang berimbang dengan parlemen, tidak bisa saling menjatuhkan, haruslah saling menjalankan fungsinya masing-masing dengan profesional. Masyarakat akan menjadi wasit yang mengawasi dan melihat siapa saja yang betul-betul bekerja untuk rakyat.
Parlemen yang lebih kuat daripada presiden, presiden yang lebih dipercaya dan dicintai oleh rakyat, adalah sebuah kebaikan buat kedaulatan rakyat. Sebab, presiden pasti tunduk pada kehendak rakyat, dan bekerja dengan etos yang menguntungkan rakyat.
Mengelola fungsi kegiatan kepemimpinan presidensial dengan profesional, disiplin, berhitung risiko, taat konstitusi, melayani rakyat dengan rendah hati, serta loyal pada kepentingan bangsa dan negara, akan meningkatkan kepercayaan publik kepada presidennya.
Di dalam kepemimpinan presidensial, perdebatan dan perbedaan antara legislatif dan eksekutif adalah sesuatu yang baik. Yang tidak baik adalah bila eksekutif dan legislatif berkolaborasi untuk kepentingan mereka, dan melupakan untuk melayani rakyat dengan sepenuh hati.
Persepsi publik sangat menentukan tingkat kepercayaan. Kepemimpinan presidensial berkarakter positif dengan etos kepemimpinan yang penuh tanggung jawab, jujur, profesional, melayani, dan berpihak kepada rakyat, akan mendapatkan persepsi positif dari publik.
Kemajuan teknologi informasi dan internet telah menjadikan ruang-ruang gelap semakin terang. Internet telah membiasakan dan mendorong sebagian besar masyarakat belajar setiap hari, membuat mereka semakin kreatif dan lebih cerdas, kadang juga sangat kritis. Kehadiran media sosial telah menjadikan rakyat mampu terhubung ke dunia internasional hanya dalam hitungan detik. Sebuah kicauan kecil di Twitter mampu memancing perhatian dunia. Semua negara dan pemerintahannya hidup di ruang kaca, yang dapat dilihat dan dirasakan oleh negara dan bangsa lainnya.
Sudah waktunya untuk mengenali jaman baru, termasuk kemajuan masyarakat untuk peduli pada bangsanya. Peningkatan kecerdasan masyarakat diikuti kesadaran untuk kehidupan yang lebih baik. Siapapun yang melupakan kekuatan masyarakat, yang semakin cerdas dengan akal sehatnya, pasti akan kehilangan kekuatan dan kepercayaan. Kecerdasan dan integritas akan meningkatkan keberanian, termasuk keikhlasan untuk berkorban. Indonesia baru sedang muncul, kekuatan masyarakat sipil semakin terkonsolidasi oleh kesadaran dan integritas.
Kepemimpinan Presidensial yang positif pasti populer dan didukung oleh rakyat. Demokrasi berarti kedaulatan ada di tangan rakyat. Kalau rakyat sudah tidak mempercayai seorang pemimpin, maka pada saat rakyat mendapatkan haknya untuk memilih, rakyat tidak akan memilih pemimpin tersebut.
Kesuksesan kepemimpinan presidensial tidak hanya ditentukan dengan dukungan dan kepercayaan rakyat saja. Tetapi, sangat diperlukan dukungan dari dunia bisnis, para investor, kekuatan militer, LSM, kekuatan politik, kekuatan birokrasi, kekuatan media massa, dan kekuatan kabinet yang efektif dan penuh integritas.
Perilaku dan komunikasi pejabat publik yang etis dan berbudaya santun, akan menjadikan pemerintahan presidensial damai dan indah. Dan, masyarakat pun dapat beraktivitas, untuk memfokuskan energi dan sumber dayanya bagi kemajuan dan kesejahteraan.
Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra