WIRANIAGA HARUS CERDAS SOSIAL DAN CERDAS MELAYANI KEBUTUHAN KONSUMEN



WIRANIAGA HARUS CERDAS SOSIAL DAN CERDAS MELAYANI KEBUTUHAN KONSUMEN
“Semua orang sesungguhnya memiliki bakat bawaan sebagai seorang wiraniaga. Siapapun bisa menjadi penjual yang andal dan hebat, asal dia bertekad untuk melayani dengan rendah hati, dan selalu cerdas sosial dimanapun dia berada.”~Djajendra
Salesman atau wiraniaga adalah frontliner yang langsung berhadapan dengan konsumen, pembeli, dan pelanggan untuk menjual produknya. Seorang salesman yang andal mampu membawa karakter dan kepribadiannya, yang meyakinkan konsumen untuk membeli darinya.
Peran dan fungsi wiraniaga dapat dilakukan oleh siapa saja, tanpa membutuhkan pendidikan dan keterampilan manajemen yang hebat, ataupun tanpa membutuhkan perusahaan dan kantor yang besar. Seorang pedagang keliling adalah seorang wiraniaga. Seorang pengusaha kecil yang langsung terlibat dalam penjualan produknya, adalah seorang wiraniaga. Wiraniaga atau salesman merupakan orang yang cerdas sosial dan cerdas melayani kebutuhan konsumen dengan penuh perhatian.
Semua orang sesungguhnya memiliki bakat bawaan sebagai seorang wiraniaga. Siapapun bisa menjadi penjual yang andal dan hebat. Pekerjaan salesman bisa dilakukan oleh setiap orang, walaupun dengan berbagai keterbatasan yang dimiliki. Syarat untuk menjadi salesman yang andal adalah melayani dengan sikap rendah hati, dan selalu cerdas sosial dimanapun dia berada.
Bila seorang penjual mengabaikan realitas sosial masyarakat, realitas kehidupan ekonomi sebuah masyarakat, dan realitas potensi daya beli sebuah masyarakat, maka dia akan kesulitan untuk terhubung dengan calon pembelinya. Penjual yang cerdas memetakan realitas sosial masyarakat, dan memahaminya dengan kekuatan empati, pasti mudah terhubung dengan masyarakat. Penjual yang cerdas memetakan daya beli dan potensi ekonomi masyarakat, pasti mudah melibatkan masyarakat, untuk menjadi konsumen yang rajin membeli darinya.
Di era media sosial seperti sekarang ini, terjadi perubahan perilaku berbelanja dari sebagian konsumen. Sebagian dari konsumen yang terhubung dan terbiasa dengan media sosial, memiliki potensi untuk terpengaruh pada iklan dan promosi yang disajikan melalui media sosial.  Jadi, wiraniaga yang cerdas sosial pasti mudah mengalir dalam perubahan, dan pasti menyesuaikan karakter layanannya dengan realitas media sosial. Dia pasti mampu memanfaatkan peluang bisnis yang muncul dari kekuatan media sosial, lalu menciptakan model bisnis yang tepat untuk melayani konsumen melalui media sosial.
Wiraniaga yang andal memiliki etos dan kepatuhan terhadap seperangkat aturan dan nilai-nilai, untuk menjadikan dirinya mampu menyelesaikan penjualan dengan hebat. Wiraniaga yang andal adalah seorang frontliner yang penuh empati dalam menemukan prospek yang potensial dari calon pelanggan; lalu dengan cerdas memulai percakapan, pemantauan, berinteraksi, serta mengumpulkan sebanyak mungkin informasi dan fakta agar dapat berhubungan secara produktif dan berkualitas dengan pembeli.
Seorang wiraniaga haruslah menguatkan karakter positif yang cerdas sosial. Sebab, seorang wiraniaga adalah pelaku sosial. Artinya, walaupun misi utama seorang wiraniaga adalah menjual dan mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya, tetapi dia adalah pribadi yang mudah mengalir dan berpengaruh secara andal di dalam realitas sosial manapun.
Wiraniaga yang andal sangat paham tentang siklus pembelian, serta mampu menyiapkan energi dan sumber daya, untuk menjual secara maksimal di saat siklus pembelian meningkat. Dia sadar bahwa penjualan tertinggi tidak terjadi setiap hari, ada siklusnya dimana penjualan sangat meningkat, dan juga menurun. Intinya, dia sangat menguasai realitas sosial pembelian oleh masyarakat, sehingga dia selalu menyiapkan fondasi bisnis yang kuat, untuk menjawab berbagai kemungkinan yang tak terduga.
Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra