PELAYANAN PUBLIK SESUAI JANJI DAN KOMITMEN ORGANISASI



PELAYANAN PUBLIK SESUAI JANJI DAN KOMITMEN ORGANISASI
“Saat kepemimpinan mencanangkan perubahan untuk meningkatkan pelayanan publik yang lebih berkualitas, maka orang-orang yang cinta zona nyaman akan menyampaikan kisah-kisah sukses dari perubahan tersebut, sehingga kepemimpinan menjadi senang mendengarkan berita baik ini. Dan, rasa senang inilah merupakan akar dari terjebaknya kepemimpinan di dalam permainan orang-orang yang cinta zona nyaman. Kisah selanjutnya, kepemimpinan akan berpikir bahwa organisasi sudah luar biasa dengan pelayanan publiknya, sedangkan publik merasakan sebaliknya, dan keluhan publikpun tetap akan mengalir seperti biasanya.” ~ Djajendra
Kualitas pelayanan publik haruslah menjawab semua iklan, promosi, pariwara, dan kampanye yang organisasi lakukan. Jadi, apapun yang ditampilkan di dalam program sosialisasi dan pemasaran haruslah dipertanggungjawabkan di dalam wujud pelayanan publik yang profesional dan penuh integritas.
Kepercayaan publik dimulai saat mereka terpesona atau meyakini semua isi program pariwara yang secara proaktif dikampanyekan oleh organisasi. Dan kepercayaan publik ini akan diuji kebenarannya, yaitu saat mereka langsung terhubung dengan organisasi untuk menerima pelayanan publik. Bila ternyata para petugas di bagian pelayanan publik tidak melayani seperti yang dijanjikan di dalam pariwara organisasi, maka semua kampanye hubungan masyarakat yang dilakukan oleh organisasi akan sia-sia, dan berpotensi menjadi awal yang lebih merusak reputasi organisasi.
Dalam realitas, sering sekali terlihat upaya keras organisasi untuk membangun reputasi dengan kampanye hubungan masyarakat (public relations) yang sangat proaktif.  Dan hal ini dapat kita lihat, saat organisasi memanfaatkan media, seperti: TV, majalah, radio, koran, website, dan media sosial dengan sedemikian rupa, yang menawarkan janji dan komitmen pelayanan publiknya untuk tujuan membangun reputasi positif organisasi.
Jelas, membangun reputasi dengan pariwara yang meyakinkan publik adalah sebuah upaya yang harus dibuktikan kebenarannya di lapangan. Jadi, upaya membangun reputasi tersebut baru akan efektif, bila di lapangan para petugas pelayanan memiliki integritas dan tanggung jawab sepenuh hati, untuk melestarikan reputasi organisasi seperti yang sudah dibangun melalui kampanye proaktif  hubungan masyarakat.
Pelayanan publik yang profesional adalah yang terhubung dengan masyarakat secara sepenuh hati. Dalam hal ini, hubungan masyarakat di dalam pelayanan publik bukanlah pilihan, tetapi merupakan kewajiban organisasi. Oleh karena itu, setiap orang di dalam organisasi harus memiliki kesadaran dan niat baik, untuk memiliki hubungan baik dengan publik yang sedang dilayani. Dan hal ini, wajib diwujudkan secara proaktif melalui perilaku, sikap, dan sifat yang penuh kualitas dan integritas. Jadi, setiap individu organisasi wajib menampilkan diri dengan sepenuh hati dan penuh empati di dalam memberikan pelayanan sesuai janji dan komitmen organisasi.
Mindset yang diperlukan di dalam pelayanan publik adalah mindset yang tidak menonjolkan ego pribadi, tetapi mindset yang menempatkan kerendahanhati dan integritas sebagai dasar dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
Menciptakan atau meningkatkan reputasi dan kredibilitas organisasi membutuhkan waktu minimal dua sampai lima tahun. Dan upaya peningkatan ini wajib dirawat setiap hari, termasuk diperbarui, dan juga dimodifikasi dengan inovasi pelayanan, yang lebih memudahkan publik untuk mendapatkan pelayanan berkualitas dari organisasi.
Reputasi dan kredibilitas itu seperti kaca yang mudah pecah. Jadi, dalam hal apapun, setiap insan organisasi wajib disadarkan dan dijaga moralnya agar tidak membuat kelalaian yang berakibat pada hilangnya kepercayaan publik pada pelayanan organisasi.
Setiap insan organisasi harus bekerja dengan terencana dan juga terfokus pada upaya untuk mencapai hasil yang memuaskan. Komunikasi, kolaborasi, koordinasi, dan energi positif haruslah menjadi fondasi yang membuat setiap orang saling bertanggung jawab, untuk memberikan pelayanan publik yang penuh integritas dan berkualitas.
Kepemimpinan organisasi harus selalu mawas diri dengan cara buka mata, buka telinga, buka akal sehat, dan buka hati agar mampu menyiapkan sumber daya manusianya untuk menjawab isu-isu negatif tentang pelayanan organisasinya.  Dan juga, harus menjadi pemimpin yang cerdas agar orang-orang di sekitar tidak memainkan sisi lemah kepemimpinan, yaitu rasa senang oleh pujian.
Salah satu penyebab kegagalan dalam pelayanan publik adalah kemampuan yang luar biasa dari orang-orang yang cinta zona nyaman. Orang-orang yang cinta zona nyaman ini mampu memainkan titik-titik lemah manajemen dan kepemimpinan. Pada umumnya, kegagalan perubahan di dalam organisasi selalu disebabkan oleh orang-orang kuat yang sudah nyaman dengan rutinitas dan kebiasaan yang ada.
Jadi, saat kepemimpinan mencanangkan perubahan untuk meningkatkan pelayanan publik yang lebih berkualitas, maka orang-orang yang cinta zona nyaman ini akan berdiri dibarisan paling depan untuk membantu pariwara dan sosialisasi. Saat implementasi, mereka juga yang paling aktif akan menyampaikan kisah-kisah sukses kepada kepemimpinan, sehingga kepemimpinan menjadi senang mendengarkan berita baik ini. Dan, rasa senang inilah merupakan akar dari terjebaknya kepemimpinan di dalam permainan orang-orang yang cinta zona nyaman. Kisah selanjutnya, kepemimpinan akan berpikir bahwa organisasi sudah luar biasa dengan pelayanan publiknya, sedangkan publik merasakan sebaliknya, dan keluhan publikpun tetap akan mengalir seperti biasanya.
Para pemimpin harus memahami bahwa rasa senang oleh pujian adalah salah satu titik lemah yang akan menghilangkan sikap kritis kepemimpinan. Jadi, para pemimpin sebagai orang-orang yang bertanggung jawab penuh atas program perubahan dan program peningkatan kualitas pelayanan publik, haruslah selalu menggunakan akal sehat, dan juga bersikap rasional, termasuk memiliki empati yang kuat untuk mendengarkan keluhan publik.
Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra