KEHILANGAN KEPERCAYAAN BERARTI KEHILANGAN PELUANG DAN MASA DEPAN



“Bisnis adalah kepercayaan, kurangnya kepercayaan akan menimbulkan krisis kredibilitas, termasuk penurunan reputasi.”~ Djajendra

Hal yang paling ditakutkan dari kata kepercayaan (trust) adalah menjadikannya sebagai pajangan, tetapi tidak pernah dilatih dan diinternalisasikan agar digunakan setiap orang di sepanjang waktu kerja mereka di kantor.
Kepercayaan adalah kemampuan setiap orang untuk mengalirkan potensi dan kompetensi dengan kekuatan etika dan integritas. Dan juga, kemampuan setiap orang untuk berkolaborasi; saling bergantung pada sistem dan prosedur kerja; berkontribusi untuk menghasilkan organisasi yang efektif dan produktif; serta menghasilkan jasa, produk, dan hasil akhir yang berkualitas terpercaya.
Perusahaan dengan kepercayaan yang tinggi dan solid di internal akan memiliki keharmonisan kerja, peningkatan kinerja yang terus-menerus, produktivitas yang tinggi, konflik yang rendah, serta kadar tekanan dan stres yang lebih rendah. Sebab, kepercayaan akan menyatukan setiap hati di dalam kolaborasi empati dan toleransi, sehingga tanggung jawab bersama di dalam energi kolaborasi akan menjadikan perusahaan sebagai tempat yang nyaman dan aman.
Kehilangan kepercayaan adalah kerugian besar. Bila perusahaan tidak mampu menjaga kepercayaan yang diberikan oleh pemangku kepentingan; maka perusahaan akan kehilangan peluang, reputasi, kredibilitas, penjualan, dan masa depan.
Banyak sekali perusahaan-perusahaan jatuh oleh kepercayaan yang hilang. Kepercayaan adalah harta yang sangat penting. Menjaga dan merawat kepercayaan dengan integritas, transparansi, akuntabilitas, dan perilaku etis, akan menjadikan perusahaan lebih dipercaya.
Arthur Anderson, kantor akuntan publik, yang masuk ke dalam lima besar terbaik dunia, harus kehilangan kepercayaan, dan pada akhirnya hilang untuk selamanya. Kelalaian kantor akuntan Arthur Anderson untuk menjaga etika dan integritas dalam menjalankan audit terhadap Enron Corporation, berakibat pada izin kantor akuntan publiknya dicabut oleh pengadilan di Amerika Serikat.
Reputasi dan kredibilitas yang sudah cukup lama dibangun oleh kantor akuntan publik Arthur Anderson, ternyata terhapus oleh peristiwa Enron, yang membuat mereka kehilangan kepercayaan untuk selamanya.
Bisnis adalah kepercayaan, kurangnya kepercayaan akan menimbulkan krisis kredibilitas, termasuk penurunan reputasi. Selama bisnis dijalankan dengan integritas dan perilaku yang etis, maka kepercayaan stakeholders kepada bisnis tersebut akan terus meningkat.
Sering sekali sebuah perusahaan tumbang oleh hilangnya kepercayaan dari pelanggan. Apalagi pada perusahaan-perusahaan yang penjualannya bergantung pada kontrak dari pelanggan, maka saat pelanggan kehilangan kepercayaan, saat itu juga perusahaan tersebut bisa langsung tidak mampu beroperasional.
Sekali kepercayaan hilang, maka membangun kembali kepercayaan bukanlah persoalan mudah, membutuhkan pembuktiaan integritas dan perilaku etis yang konsisten di sepanjang waktu. Dan juga, membutuhkan biaya yang sangat besar agar kepercayaan dapat dipulihkan kembali.
Kepemimpinan perusahaan harus mengambil tanggung jawab, untuk meningkatkan gairah setiap orang di dalam perusahaan agar ikhlas menjalankan kode etik dan etika bisnis perusahaan, dengan sepenuh hati dari integritas pribadi yang konsisten.
Jadi, bila pemimpin aktif memberikan pencerahan dan memperkaya setiap orang untuk hidup dalam kebenaran etika dan integritas, maka reputasi dan kredibilitas perusahaan akan semakin memperkuat kepercayaan stakeholders kepada perusahaan.
Kepercayaan haruslah dibangun dari internal perusahaan, yaitu dengan cara menciptakan lingkungan kerja yang menjauhkan orang-orang di dalam perusahaan terhadap hal-hal negatif, seperti: malas, frustrasi, kecewa, bingung, stres, apatis, marah, bosan, dan kehilangan harapan. Jadi, semua perilaku negatif tersebut adalah musuh utama dari kepercayaan. Dan, kepemimpinan perusahaan harus rajin menghapus semua perilaku negatif tersebut dari lingkungan perusahaannya.
Membangun kepercayaan adalah tugas utama kepemimpinan perusahaan. Setiap pemimpin wajib menciptakan harapan, lalu menjaga harapan tersebut dengan tata kelola yang etis dan penuh integritas.
Pemimpin harus membuat semua orang di dalam perusahaan merasa kebutuhannya terpenuhi dengan baik. Selanjutnya, secara rutin menguatkan orang-orang di dalam perusahaan agar saling percaya, serta melayani stakeholders dengan kekuatan etika dan integritas, sehingga rasa percaya stakeholders kepada perusahaan menjadi semakin meningkat.
Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com


Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra