HITUNGLAH KINERJA DENGAN JUJUR



HITUNGLAH KINERJA DENGAN JUJUR
“Kinerja karyawan haruslah menggambarkan kombinasi dari karakter kerja, kualitas kerja, kekuatan, kecepatan, kelincahan, kompetensi, kontribusi, layanan,  kreatif, produktif, efektif, dan juga kemampuan untuk menularkan energi positif ke dalam lingkungan kerja, dengan tujuan untuk membangun tim berkinerja tinggi yang siap menjadikan perusahaan selalu unggul.” ~ Djajendra
Salah satu ritual tahunan di perusahaan adalah menilai kinerja karyawan. Semua orang yang punya staf pastilah akan menilai kinerja stafnya, dan secara berjenjang kinerja setiap orang akan dinilai oleh masing-masing pemimpinnya.
Menilai kinerja seseorang merupakan hak dan wewenang penuh dari yang memimpin. Biasanya, sebelum melakukan penilaian atas kinerja karyawan, para pemimpin akan menginspirasi dan memotivasi karyawan-karyawan yang dipimpin, supaya mereka dapat memiliki keterampilan dan perilaku yang menjadikan mereka berkembang bersama kinerja terbaik.
Menghitung kinerja haruslah dengan kriteria yang terkonsep dengan jelas, serta sifatnya harus transparan dan akuntabilitas. Setiap penilai tidak boleh mematahkan semangat dan menutup harapan individu. Walaupun penilaian berpotensi menjadi subjektif, tetapi para penilai harus dapat mengendalikan diri, untuk tidak menjatuhkan harapan dan semangat kerja orang-orang yang dinilai.
Agar orang-orang yang dinilai tidak kecewa, sebaiknya para penilai memberikan formulir pra penilaian kinerja, untuk diisi dan dinilai oleh masing-masing orang. Bila masing-masing karyawan sejak dini disadarkan tentang hal-hal atau kriteria yang akan dinilai, mereka mungkin akan berinisiatif untuk pemeriksaan diri sendiri, dan lebih memiliki kesadaran untuk fokus pada pencapaian kinerja terbaik.
Pemimpin harus sering-sering berkumpul bersama-sama para karyawan, untuk mencari tahu kendala dan rintangan yang dihadapi oleh mereka dalam mewujudkan kinerja terbaik.  Pendekatan untuk menginspirasi dan mengarahkan karyawan agar fokus pada tujuan, adalah hal yang akan memperjelas pola kerja dan perilaku kerja mereka.
Penilaian kinerja yang baik dapat dihasilkan bila pemimpin secara periodik memberikan gambaran yang jelas tentang masa depan perusahaan; menciptakan hubungan positif di internal perusahaan, dengan menghubungkan orang-orang secara emosional, untuk soliditas dan kolaborasi yang sempurna; menampilkan sasaran yang jelas, di mana sasaran yang pengejarannya sudah difokuskan dalam bentuk angka-angka, yang sudah dilengkapi dengan tenggat waktu, serta siapa yang bertanggung jawab atas kinerja pribadi dan kelompok; menyiapkan prinsip-prinsip kerja yang jelas, serta menjadikan kepemimpinan sebagai model peran yang penuh inspirasi dan motivasi dalam meraih kinerja terbaik; menciptakan harapan, gairah, antusias, dan energi positif dari struktur organisasi untuk memudahkan interaksi dan komunikasi setiap orang di dalam kekuatan kolaborasi, sinergi, koordinasi, dan saling membantu dengan sepenuh hati; secara periodik kepemimpinan harus memberikan arahan teknis dan juga motivasi pengembangan kepribadian, supaya karyawan dapat memiliki keahlian yang lebih mendalam untuk menyelesaikan pekerjaan mereka dengan kinerja terbaik.
Setiap karyawan harus memiliki kesadaran untuk menghasilkan prestasi kerja yang berkualitas tinggi; termasuk, semangat untuk meningkatkan pendapatan perusahaan, mengurangi biaya, menghemat waktu, dan menemukan pola kerja yang menghasilkan produktivitas tertinggi. Dan juga, harus sadar bahwa pemimpin atau manajer mereka akan melacak dan menilai tentang apa-apa yang telah mereka lakukan di sepanjang tahun.
Karyawan yang selalu mendapatkan kinerja terbaik, biasanya memiliki ciri-ciri sebagai pekerja yang rajin dan tekun, selalu sopan dan hormat terhadap kepemimpinan, selalu rendah hati dan melayani organisasi dengan sepenuh hati, serta selalu cerdas untuk melakukan hal-hal dengan benar. Biasanya, ciri karyawan seperti ini pasti mendapatkan perhatian khusus dari bosnya, dan pasti akan mendapatkan penilaian kinerja terbaik.
Pemimpin yang berkualitas selalu mampu membangun sebuah kekuatan sumber daya manusia dengan kinerja tinggi. Dia akan mengelola organisasinya dengan sistem, prosedur, kebijakan, budaya, dan kepemimpinan yang memudahkan semua orang untuk mencurahkan potensi dan energi secara efektif untuk meraih produktivitas terbaik.
Membangun sistem berpikir dalam kolaborasi yang saling melayani dengan sepenuh hati; membiasakan pola berpikir kreatif; membangun perilaku kerja yang fleksibilitas, serta kemampuan untuk beradaptasi dengan segala perubahan; ketulusan dan totalitas dalam memberikan pelayanan berkualitas kepada pelanggan; hubungan antar pribadi yang efektif dan produktif; kesadaran untuk mengembangkan potensi dan keunggulan diri; serta kesadaran untuk meningkatkan kualitas dan keahlian teknis masing-masing individu, akan menjadi modal yang kuat untuk pencapaian kinerja terbaik.
Hitunglah kinerja dengan jujur. Jujur oleh kepemimpinan, dan juga jujur oleh diri sendiri. Untuk menghadirkan kejujuran ini, banyak juga perusahaan yang melakukan penilaian kinerja dengan metode yang memungkinkan bawahan, rekan kerja, ataupun pihak-pihak terkait yang bersumber dari struktur organisasi diberikan hak untuk menilai kinerja seseorang. Akibatnya, kinerja seseorang tidak hanya dinilai oleh atasan langsung, tetapi juga oleh berbagai orang, dari berbagai tingkatan, melakukan penilaian agar hasil akhirnya sesuai dengan realitas pola kerja dan pola perilaku orang tersebut.
Kinerja seseorang haruslah menggambarkan kombinasi dari karakter kerja, kualitas kerja, kekuatan, kecepatan, kelincahan, kompetensi, kontribusi, layanan,  kreatif, produktif, efektif, dan juga kemampuan untuk menularkan energi positif ke dalam lingkungan kerja, dengan tujuan untuk membangun tim berkinerja tinggi yang siap menjadikan perusahaan selalu unggul.
Dalam rangka membangun perusahaan berkinerja tinggi, kepemimpinan harus dapat dengan cepat dan efektif untuk mengidentifikasi isu-isu yang dapat mendorong karyawan untuk mencari solusi pencapaian kinerja terbaik. Bila tidak, seiring waktu dalam rutinitas yang monoton, para karyawan berpotensi terjebak dalam zona kenyamanan. Dan biasanya, bila sudah keenakan di zona kenyamanan, tidaklah mudah memotivasi ataupun memaksa karyawan untuk meninggalkan zona nyaman tersebut.
Kinerja individu haruslah bisa melintasi lintas fungsional, serta berkontribusi dengan maksimal agar struktur organisasi benar-benar menjadi bagan organisasi, yang memudahkan perusahaan dalam pencapaian kinerja terbaik.
Setiap karyawan haruslah menjadi atlet organisasi yang cerdas memainkan fungsi dan perannya ke dalam kolaborasi kerja yang efektif. Termasuk, cerdas menampilkan bakat terbaik dirinya, mampu menjadikan kualitas dirinya sebagai kekuatan untuk memecahkan berbagai masalah besar, serta menjadikan dirinya sebagai energi produktif yang paling efektif dan kreatif.
Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra