GOOD CORPORATE GOVERNANCE YANG MEMAKSIMALKAN KEKAYAAN INTANGIBLE PERUSAHAAN



GOOD CORPORATE GOVERNANCE YANG MEMAKSIMALKAN KEKAYAAN INTANGIBLE PERUSAHAAN
“Berbagi jujur​​ dan melibatkan diri dalam tata kelola bisnis yang profesional, akan mengurangi risiko dan meningkatkan kinerja masa depan.” ~ Djajendra
Good Corporate Governance atau biasa disebut tata kelola perusahaan yang baik merupakan dokumen yang mengatur tentang kerangka bisnis, organisasi, manajemen, sumber daya manusia, nilai-nilai, hak pemegang saham, hak pemangku kepentingan, peran dewan direksi, peran dewan komisaris, aturan, prosedur, proses dan praktik-praktik yang memastikan perusahaan dijalankan dengan kekuatan transparansi, akuntabilitas, keadilan, integritas, etika, konsistensi, dan dalam visi yang terkendali di dalam manajemen risiko agar mendapatkan hasil akhir dengan kinerja terbaik.
Kepatuhan semua pihak di internal perusahaan; mulai dari direksi, komisaris, karyawan, pemilik perusahaan, dan semua pemangku kepentingan lainnya kepada isi dokumen good corporate governance, akan menempatkan perusahaan diposisi yang kuat dan tangguh. Ketangguhan ini harus diwujudkan dalam perilaku kerja yang memiliki energi keuletan, kekukuhan, ketahanan mental, ketabahan, keandalan, disiplin dan tak terkalahkan oleh hal apapun di dalam menjalankan good corporate governance secara konsisten dan penuh integritas.
Good corporate governance sangat berfungsi untuk memaksimalkan kekayaan intangible perusahaan. Kepatuhan dan kebiasaan untuk berindak, bersikap, dan mengorganisasikan segala sesuatu dengan prinsip-prinsip good governance akan memaksimalkan nilai masa depan perusahaan, serta mencegah risiko yang memperburuk kondisi perusahaan. Jadi, kepatuhan pada GCG akan menjadikan semua potensi kekayaan perusahaan yang sifatnya tidak terlihat (intangible), akan menguat dan terekspresikan di dalam peningkatan kinerja tangible.
Mengukur aset-aset produktif yang terlihat (tangible) sangatlah mudah. Tetapi, mengukur aset-aset yang tak terlihat (intangible) tidaklah mudah. Semua kekayaan perusahaan yang terlihat (tangible) dapat dicantumkan dengan jelas dalam laporan keuangan perusahaan. Sedangkan aset-aset tak terlihat (intangible) tidaklah dapat dicantumkan dengan jelas dalam laporan keuangan perusahaan. Padahal, pengaruh dari peningkatan kualitas aset-aset dan nilai-nilai yang tak terlihat ini (intangible) sangatlah menentukan daya kuat dan daya tangguh perusahaan dalam menghadapi berbagai krisis, seperti: krisis keuangan, krisis ekonomi, krisis pemasaran, krisis kepercayaan, krisis sumber daya, dan krisis-krisis lainnya.
Sebagai salah satu contoh, kekuatan nilai-nilai intangible dapat dilihat dari harga saham perusahaan di bursa efek. Harga-harga saham di bursa efek nilainya selalu jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan harga saham yang dinilai sebatas informasi dari laporan keuangan perusahaan. Padahal, semua orang tahu bahwa laporan keuangan perusahaan menjelaskan tentang isi perut perusahaan, sehingga seharusnya para investor membeli saham dengan harga yang tidak terlalu jauh dari harga berdasarkan laporan keuangan perusahaan. Tetapi, para investor atau spekulator selalu tidak peduli dengan isi perut perusahaan, mereka lebih mudah terpengaruh dengan janji-janji manfaat ekonomi perusahaan di masa depan; dengan informasi-informasi yang disampaikan manajemen perusahaan; dengan semua informasi dan nilai-nilai intangible perusahaan; dengan ramalan atau prediksi yang sifatnya spekulasi.  Jadi, hal-hal atau nilai-nilai yang sifatnya intangible mampu mempengaruhi para pelaku pasar modal, untuk meningkatkan keterlibatan mereka dalam berinvestasi terhadap saham-saham dari perusahaan pilihan mereka.
Kalau melihat perilaku mayoritas investor di pasar modal, mereka tidak fokus pada dimensi fundamental perusahaan ataupun bisnis. Tetapi, mereka lebih terpengaruh untuk fokus pada dimensi intangible, yang wilayahnya penuh spekulasi atau prediksi yang belum tentu pasti. Melihat kondisi ini, dapatlah dipastikan bahwa karakter perusahaan yang rendah integritasnya, akan memanfaatkan kelemahan mindset investor untuk keuntungan segelintir orang di dalam pasar ataupun di dalam perusahaan. Oleh karena itu, keberadaan good corporate governance yang penuh integritas dan akuntabilitas, menjadi pelindung para investor di pasar, termasuk menjadi pelindung untuk semua pemangku kepentingan perusahaan.
Kekayaan intangible perusahaan selalu berada di dalam potensi kualitas sumber daya manusia, arsitektur organisasi, budaya organisasi, visi dan strategi bisnis perusahaan. Bila semua kekayaan intangible perusahaan tersebut terbentuk di dalam pertumbuhan berkelanjutan, maka  perusahaan akan selalu kuat dan unggul di jalur bisnisnya.
Good corporate governance haruslah dilengkapi dengan visi, strategi, misi, dan taktik yang unggul. Visi yang unggul akan menarik perusahaan menuju masa depan yang unggul; strategi yang unggul akan memuluskan rencana kerja perusahaan untuk mencapai visi terbaik; soliditas visi dan strategi perusahaan yang unggul akan memandu manajemen untuk mengalokasikan sumber daya dengan efektif, serta memiliki kekuatan dan kejelasan dalam pengambilan keputusan; taktik yang unggul akan menjadikan perusahaan memiliki kemampuan, untuk memahami cara melakukan segala sesuatu dalam upaya mencapai hasil akhir yang unggul; dan selanjutnya, kualitas sumber daya manusia yang profesional akan menjadikan perusahaan memiliki energi sukses yang cerdas memahami visi perusahaan, juga cerdas untuk bersikap konsisten terhadap nilai-nilai dan tata kelola perusahaan.
Good corporate governance haruslah dilengkapi dengan arsitektur organisasi yang efektif dan produktif.  Bila arsitektur organisasi sudah jelas dan tegas; maka perusahaan dengan mudah dapat meningkatkan kualitas, bakat, keterampilan, dan pengalaman dari sumber daya manusianya agar mereka mampu menjadi kunci sukses atas pekerjaan yang dilakukan.  Arsitektur organisasi juga harus menciptakan sistem dan struktur untuk memotivasi dan mendorong sumber daya manusia dalam mencapai kinerja yang diinginkan. Dalam hal ini, peran, tanggung jawab, hak dan kewajiban, serta semua aturan dan peraturan harus dibuat sejelas dan sesederhana mungkin agar komitmen dan kepatuhan dapat dimintai pertanggung jawabannya. Setiap individu perusahaan harus menjadi energi positif yang mendukung pelaksanaan dari strategi dan taktik perusahaan. Dan juga, struktur organisasi harus memiliki kemampuan kolaborasi yang solid, serta semua divisi membangun dan memperkuat kerja sama yang memampukan mereka dalam mencapai kinerja terbaik.
Good corporate governance haruslah menjadi energi budaya organisasi. Jadi, semua nilai-nilai, filosofi kerja, praktik, kompensasi, perilaku, fokus, lingkungan kerja, motif  kerja, tata ruang tempat kerja, emosi organisasi, kepemimpinan, dan rencana bisnis; haruslah berada dalam kekuatan unggul good corporate governance, sehingga budaya perusahaan dapat menjadi energi yang mengoptimalkan  kekayaan intangible perusahaan.
Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra