Disorganisasi Menghilangkan Daya Saing Bisnis



Disorganisasi Menghilangkan Daya Saing Bisnis
 “Ketika disiplin diabaikan, keadaan tanpa aturan akan merusak produktivitas dan ketertiban.”~Djajendra
Perilaku kerja yang asal-asalan; perilaku kerja yang tidak patuh pada peraturan; perilaku kerja yang tidak rapi dan bersih; perilaku kerja yang suka menciptakan keadaan tanpa aturan; adalah sumber disorganisasi di lingkungan kerja.
Disorganisasi merupakan keadaan yang akan melemahkan perusahaan, dan lama kelamaan perusahaan juga akan kehilangan daya saing, sehingga berpotensi mengalami kerugian.
Disorganisasi juga muncul dari rendahnya disiplin dan kepatuhan warga negara, khususnya di jalan raya dan fasilitas umum. Misalnya, perilaku warga negara yang terbiasa melanggar aturan, peraturan, etika, dan hukum di jalan raya. Dalam hal ini, warga negara yang suka berdagang di pinggir jalan; warga negara yang suka memparkir kendaraan bermotornya di pinggir jalan; warga negara yang suka menyerobot jalur pejalan kaki, untuk kepentingan berdagang, parkir motor, ataupun dijadikan jalur motor; warga negara yang suka berdagang di tengah jalan tol; dan berbagai perilaku warga negara yang pada intinya menciptakan disorganisasi di jalan raya.
Disorganisasi yang diciptakan oleh sebagian kecil warga negara tersebut berdampak sangat serius terhadap produktivitas dan efektivitas ekonomi negara. Sebab, setiap hambatan di jalan raya akan membuat gerak ekonomi menjadi lambat dan tidak efisien, dan tentu saja akan mengurangi produktivitas.
Rendahnya tanggung jawab, disiplin dan kepatuhan terhadap penggunaan jalan raya, akan menjadi sumber disorganisasi di semua aspek kehidupan sosial dan ekonomi. Hal ini, akan menjadi akar dari rendahnya daya saing ekonomi bangsa terhadap bangsa-bangsa lain yang lebih terorganisir.  
Untuk perusahaan dan instansi pemerintah, disorganisasi di jalan raya akan menguras energi dan mengurangi suasana hati karyawan untuk bekerja dengan penuh semangat. Biasanya, ketidakteraturan di jalan raya akan memperlambat kehadiran karyawan ke kantor, kemudian karyawan juga akan menghabiskan beberapa menit untuk menenangkan pikiran yang sudah kacau oleh macet berjam-jam. Dan di kantor, tumpukan pekerjaan yang harus segera diselesaikan membutuhkan tenaga yang penuh agar dapat dikerjakan dengan sepenuh hati dan produktif.
Pengorganisasian yang efektif sangatlah penting. Disiplin dalam berbangsa dan bernegara untuk pengorganisasian yang patuh peraturan, aturan, hukum, dan etika adalah sesuatu yang tidak boleh diperdebatkan. Setiap realitas disorganisasi di jalan raya akan menjadi penyebab disorganisasi di dalam perusahaan ataupun instansi, sehingga akan menciptakan pemborosan keuangan yang merugikan hal-hal produktif.
Setiap perusahaan dan instansi pemerintah pasti telah memiliki sistem dan tata kelola yang terorganisir di dalam kekuatan etika dan integritas, sehingga setiap individu karyawan atau pegawai dapat bekerja dengan sepenuh hati agar tercipta hasil akhir yang lebih produktif dan efisien. Hal ini, akan membuat mereka mampu berkontribusi dan melayani segala sesuatu dengan lebih cepat dan tepat waktu. Tetapi, bila tenaga mereka sudah dikuras oleh realitas disorganisasi di jalan raya, maka pastilah mereka tidak mampu melayani apapun dengan cepat dan tepat waktu.
Disorganisasi merupakan sumber pemborosan diberbagai aspek kehidupan. Yang pasti, pemborosan di dalam aspek ekonomi. Akibat disorganisasi, para karyawan harus bekerja lembur, karena pekerjaan yang seharusnya diselesaikan dalam delapan jam, tidak dapat dikerjakan tepat waktu, dan membutuhkan tambahan waktu. Hal ini, mengharuskan perusahaan tetap menghidupkan lampu, ac, komputer, dan juga mengeluarkan biaya untuk lembur karyawan. Bukan itu saja, para karyawan berpotensi mendapatkan tekanan, stres, dan juga gangguan kesehatan oleh realitas yang ditimbulkan disorganisasi.
Disorganisasi akan membuat karyawan kehilangan setidaknya dua sampai tiga jam produktivitas setiap hari. Dan hal ini, akan meningkatkan biaya produktivitas; membutuhkan lebih banyak waktu dan biaya untuk menemukan solusi bisnis; termasuk penjualan yang hilang, karena kurang cepatnya perusahaan memberikan pelayanan kepada pelanggan.
Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra