MEMBANGUN BUDAYA PERUSAHAAN YANG KUAT TIDAKLAH MUNGKIN DALAM SEMALAM



MEMBANGUN BUDAYA PERUSAHAAN YANG KUAT TIDAKLAH MUNGKIN DALAM SEMALAM
“Sikap dan perilaku etis yang konsisten dari setiap individu di dalam perusahaan, akan menjadi energi yang menguatkan budaya perusahaan.” ~ Djajendra
Memiliki perusahaan yang terpercaya dengan reputasi tinggi selalu menjadi impian dari pemilik perusahaan, pimpinan, karyawan, pelanggan, dan semua pemangku kepentingan yang lain. Sebab, perusahaan yang terpercaya selalu akan menjalankan setiap kegiatannya dengan etis, dan memberikan pelayanan berkualitas dengan sepenuh hati.
Untuk menjadi perusahaan yang terpercaya harus memiliki budaya perusahaan yang kuat dan unggul. Tanpa budaya perusahaan yang kuat dan unggul, maka perilaku perusahaan tidaklah dapat dipercaya. Karena, dalam budaya perusahaan yang lemah, etika dan integritasnya pun akan melemah, sehingga sikap dan perilaku terpuji dari karyawan dan pimpinan sulit untuk diharapkan.
Budaya perusahaan terbentuk dari akumulasi banyak hal, seperti  kerja keras, disiplin, usaha, kesadaran, empati, sifat dan sikap positif, sistem, tata kelola, teknologi, integritas, harapan, visi yang terang, bisnis dan investasi yang kuat, serta komitmen jangka panjang yang berkelanjutan. Semua ini membutuhkan waktu dan kepemimpinan yang kuat agar budaya yang kuat dan unggul itu terwujud dengan konsisten.
Implementasi etika bisnis dalam praktik sehari-hari, dan komitmen untuk menjalankan bisnis yang akuntabilitas, akan menjadikan perusahaan terisi dengan energi positif. Hal ini akan memicu munculnya budaya yang kuat di internal perusahaan.  
Budaya perusahaan yang kuat akan melakukan banyak tanggung jawab ataupun inisiatif bisnis yang fokus pada kenyamanan dan keamanan konsumen. Di sini, konsumen akan merasa memiliki produk dan jasa yang diproduksi oleh perusahaan. Dalam jangka panjang, hal ini akan menjadi energi penguat untuk keberlanjutan usaha menuju pencapaian yang lebih tinggi.
Membangun budaya perusahaan yang kuat tidaklah mungkin dalam semalam. Budaya perusahaan sifatnya inisiatif setiap hari untuk memiliki kehidupan kerja berfondasikan integritas dan akuntabilitas. Setiap individu harus hadir ke tempat kerja dengan komitmen untuk mengerjakan segala sesuatu dengan berkualitas, serta melayani tanggung jawab dengan sepenuh hati dan totalitas.
Bila perusahaan terlibat dalam praktik bisnis yang tidak etis, maka hal ini akan meningkatkan rasa tidak percaya karyawan kepada perusahaan. Dan, reaksi negatif  karyawan, biasanya dalam bentuk gosip, keluh-kesah, serta penurunan moral kerja, yang berpotensi melemahkan budaya perusahaan.
Membangun kepercayaan berarti menjadikan perusahaan tumbuh secara berkelanjutan. Semakin perusahaan dipercaya, semakin setia para stakeholders berbisnis dan berinvestasi dengan perusahaan.
Kepercayaan bukanlah produk yang bisa dibeli setiap waktu. Kepercayaan adalah hasil akhir dari komitmen multi dimensi yang berkelanjutan, yang secara tegas menguat di dalam budaya perusahaan yang solid dan konsisten.
Budaya perusahaan yang kuat haruslah menjadi fondasi untuk menghubungkan sumber daya ke strategi perusahaan. Kemudian, melibatkan kepemimpinan dan tata kelola perusahaan, untuk menguatkan komitmen karyawan dalam menciptakan pola kerja yang unggul.
Budaya perusahaan yang kuat membutuhkan komitmen jangka panjang. Dalam hal ini, kepemimpinan harus menjadi energi yang fokus pada misi dan hasil terbaik dalam setiap langkah pembentukan budaya. Diperlukan waktu bertahun-tahun melalui berbagai perubahan dan peningkatan yang sifatnya terus-menerus, untuk menghadirkan budaya perusahaan yang dipercaya oleh stakeholders.
Budaya perusahaan yang kuat membutuhkan perilaku positif  yang berfondasikan integritas pribadi. Setiap perilaku buruk yang mengabaikan etika, integritas dan akuntabilitas, hanya akan mengurangi rasa percaya stekeholders kepada perusahaan.
Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra