MEDIA SOSIAL DAN KECERDASAN SOSIAL UNTUK PEJABAT PUBLIK



MEDIA SOSIAL DAN KECERDASAN SOSIAL UNTUK PEJABAT PUBLIK
“Orang pandai hidup di ruang tanggung jawab dan integritas, serta setiap saat memperluas ukuran dari ruang lingkup hidupnya, dan tidak terjebak dalam ruang kehidupan tanpa wawasan.” ~ Djajendra
Seorang pejabat publik adalah seorang pekerja di tengah keragaman dan perbedaan pola pikir masyarakat. Tidaklah cukup kompetensi, kualitas, dan kemampuan sebatas kecerdasan teknis. Dibutuhkan wawasan kecerdasan sosial untuk berkomunikasi dengan semua pemangku kepentingan. Kemampuan untuk berkomunikasi dengan kejelasan, kasih sayang, dan empati, akan menjadikan pejabat publik selalu di hati publik.
Fungsi utama seorang pejabat publik adalah menciptakan ketenangan hidup masyarakat dalam keragaman dan perbedaan pola pikir. Bila cara berkomunikasi pejabat publik tidak mengharmoniskan keragaman, perbedaan, dan kebersamaan; maka, ketenangan kehidupan sosial akan terganggu, dan hal ini berpotensi menciptakan kemelut dalam kehidupan sosial.

Pejabat publik harus mampu bernegosiasi dan menjelaskan kepada pemangku kepentingan agar dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan benar dan jujur. Sebab, pola pikir masyarakat yang beragam dan berbeda ini berpotensi menciptakan persepsi yang berbeda tentang pelayanan yang mereka terima dari pejabat publik.
Di zaman demokrasi dan kekuasaan media sosial ini, pekerjaan pejabat publik haruslah hidup di ruang transparansi. Artinya, apapun yang dikerjakan, dipikirkan, dan direncanakan oleh pejabat publik haruslah dapat dilihat secara nyata dan jelas oleh publik. Dan hal ini, akan mengakibatkan kehidupan kerja pejabat publik terekspos ke ruang publik.  Diperlukan kecerdasan sosial untuk menjadi pejabat yang berpengaruh dan memimpin pekerjaan dengan integritas dan totalitas. Lalu, mampu menguasai panggung media sosial dengan pemikiran dan perbuatan yang memperlihatkan kontribusi, kejujuran, keadilan, dan kecepatan merespon kebutuhan masyarakat.
Dalam kehidupan di media sosial tidak ada jalan pintas. Kesuksesan di media sosial hanya dapat diraih dari kemampuan diri untuk memperlihatkan konsistensi, kompetensi, kepercayaan, karakter, kepedulian, pelayanan, serta tanggung jawab dengan jujur dan otentik. Jadi, bukan jumlah banyaknya pengikut di akun sosial Anda yang menjadi penting, tetapi konsisteni Anda dalam menjadi diri sendiri yang melayani dengan rendah hati, itulah yang akan menjadikan Anda sukses selamanya bersama karakter Anda yang dicintai publik.
Jadilah pejabat publik yang memahami realitas sosial, lalu layani masyarakat sesuai konteks tanpa melanggar konstitusi. Pastikan Anda berada pada waktu yang tepat di saluran yang tepat; serta bersikap alami, berguna, tepat waktu, dan patut pada hukum yang berlaku. Jadilah bermakna efektif dan berikan kejelasan untuk kepastian setiap orang.
Pejabat publik yang cerdas sosial pastilah memiliki prinsip tersedia dan responsif terhadap semua harapan dan kebutuhan masyarakat. Pejabat publik tidak dapat terlibat dengan masyarakatnya  jika dirinya tidak ada waktu untuk berinteraksi dengan mereka.
Diperlukan interaksi sosial yang membuat pejabat publik sadar untuk memasuki kecerdasan kolektif  masyarakat. Kecerdasan kolektif  masyarakat di zaman media sosial ini sangatlah mudah untuk dipahami secara lokal maupun secara global. Ada suara lokal dan ada suara global. Kecerdasan kolektif  berarti cerdas mendengarkan suara dari keragaman dan perbedaan. Artinya, terlepas dari lokasi atau zona waktu, suara rakyat bisa terdengar 24 jam di setiap rumah yang memiliki internet. Jadi, dampak dari interaksi sosial masyarakat yang hidup dalam keragaman ini, dapat menciptakan persepsi tentang realitas yang dibutuhkan atau diharapkan. Bila pejabat publik tidak cerdas mendengar, maka dirinya akan menjadi pribadi yang kurang dihargai oleh publik.
Seorang pejabat publik wajib menunjukkan kemampuan sosial yang cerdas berkomunikasi dengan setiap orang, walau memiliki pandangan hidup yang sangat berbeda. Peran pejabat publik bukanlah untuk memperbesar perbedaan, tetapi untuk memperbesar kesamaan dalam pelayanan yang adil dan bertanggung jawab.
Pejabat publik yang cerdas sosial mampu berbicara dengan orang-orang yang berbeda sudut pandang dengan dirinya, dengan jiwa besar dan tanpa diskriminasi. Dia akan bersikap adil dan melayani setiap orang dengan menghargai perbedaan dan keragaman. Dia juga sangat cerdas sosial untuk membedakan mana urusan pribadi, kelompok, dan publik. Dan, dia juga cerdas membedakan mana isu, opini, fakta, dan yang seharusnya.
Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra