KEBERHASILAN KEPEMIMPINAN DITENTUKAN OLEH DUKUNGAN DARI KERJA SAMA TIM YANG UNGGUL



KEBERHASILAN KEPEMIMPINAN DITENTUKAN OLEH DUKUNGAN DARI KERJA SAMA TIM YANG UNGGUL
“Tanpa kekuatan sumber daya manusia yang bekerja sama, maka kepemimpinan akan sulit mencapai kinerja terbaik.” ~ Djajendra
Pemimpin dengan visi besar wajib mendapatkan bantuan dan dukungan dari tim kerja yang solid. Untuk itu, pemimpin harus sering-sering berbicara dan mengulang kata-kata yang memotivasi setiap orang agar secara ikhlas, sukarela, maupun terpaksa, membentuk kebiasaan kerja dalam kerja sama. Tanpa kekuatan sumber daya manusia yang bekerja sama, maka kepemimpinan akan sulit mencapai kinerja terbaik.
Kepemimpinan yang cerdas sangat memahami bahwa perilaku, hubungan, dan sikap individu berpotensi untuk tidak konsisten dalam kerja sama; sehingga dibutuhkan nilai-nilai yang tegas dan konsisten untuk mengharuskan semua perilaku, hubungan, dan sikap individu patuh pada nilai-nilai organisasi agar dapat membangun lingkungan kerja sama tim yang produktif.
Nilai-nilai memiliki kekuatan untuk menyatukan kualitas orang-orang agar dapat bekerja sama dalam kolaborasi dan sinergi yang terfokus pada tujuan. Dan, pengaruh dari energi nilai-nilai kerja tersebut, haruslah menyebabkan ratusan bahkan ribuan orang di dalam organisasi, dapat saling melayani dan saling berkontribusi untuk pencapaian tujuan.
Kecerdasan dan kesabaran kepemimpinan untuk membangun tim kerja berlandaskan nilai-nilai dan budaya organisasi yang konsisten dan kuat, akan memudahkan para karyawan untuk menciptakan kolaborasi dan sinergi tingkat tinggi, untuk memudahkan pencapaian tujuan dan visi kepemimpinan.
Kerja sama tim terbaik tercipta dari kompetensi, kualitas, produktivitas, efektivitas, kolaborasi, komunikasi, tanggung jwab, peran yang otentik dari masing-masing individu, pengaturan tata kelola yang sehat, pemahaman bersama atas peta perjalanan menuju tujuan, ekspektasi kinerja, serta cara kepemimpinan memimpin timnya di dalam kekuatan integritas, transparansi, dan akuntabilitas.
Pemimpin harus kreatif dalam menciptakan peran masing-masing individu di dalam tim. Dan juga, harus terjun ke lapangan untuk membangun kesatuan visi tim, serta memahami dinamika kelompok di dalam tim. Dalam hal ini, pemimpin harus bersikap tegas, jelas, menyelaraskan  dinamika tim ke dalam harapan organisasi, dan memfokuskan setiap perhatian hanya untuk menuju tujuan atau sasaran yang telah ditetapkan untuk tim.
Kepemimpinan yang bijak selalu akan sadar bahwa kekuatan yang mereka miliki berasal dari para manajer dan karyawan yang terus menerus berkontribusi dan melayani kepemimpinan tersebut. Karena sadar akan hal ini, maka kepemimpinan selalu akan bekerja lebih keras untuk membangun tim yang kuat, bagus, solid, dan efektif.
Organisasi dengan struktur yang efektif dan produktif; hirarki kepemimpinan yang mudah mencair dan mengalir ke semua tingkatan di dalam struktur organisasi; tata kelola organisasi yang menciptakan pemahaman yang jelas atas peran masing-masing; sikap dan perilaku kerja individu di dalam tanggung jawab dan harapan; garis dan arah yang jelas di dalam setiap langkah kerja; komunikasi yang terbuka di dalam kontribusi dan melayani; keputusan kepemimpinan yang jelas dan konsisten; serta kesetaraan dan keharmonisan kerja di dalam budaya organisasi yang dinamis, akan menjadi kunci keberhasilan kepemimpinan untuk memberdayakan tim menjadi lebih unggul.
Budaya organisasi harus lebih menghormati “Kami” daripada “Aku”. Sebab, dalam budaya kolaborasi dan sinergi “Kami” akan menyatukan semua individu untuk menumbuhkan diri di dalam semangat kerja sama, sedangkan “Aku” berpotensi menjadikan individu saling berkompetisi untuk menonjolkan keunggulan pribadi.
Membangun sebuah tim adalah menemukan sebuah kombinasi yang unggul untuk pencapaian kinerja tertinggi. Dalam hal ini, setiap individu di dalam organisasi harus sadar diri bahwa mereka adalah bagian dari yang lain. Kesuksesan individu adalah kesuksesan yang dihasilkan dari pekerjaan organisasi, tim, dan kepemimpinan. 
Pekerjaan terpenting kepemimpinan adalah mendapatkan sebuah tim kerja dengan kombinasi kompetensi dan kualitas yang beragam. Termasuk, karakter dan kepribadian yang beragam agar dapat menciptakan dinamika kelompok yang lebih hidup di dalam kreativitas. Juga, menjadikan tim yang beragam ini solid dan kolaboratif  dalam setiap proses kerja.
Tim kerja adalah kekuatan dinamis dan kreatif yang dimiliki kepemimpinan. Sebagai salah satu sumber daya kepemimpinan yang paling penting, maka kepemimpinan harus selalu menjaga energi positif tim.
Berbagai dinamika berpotensi menjadikan tim lebih solid ataupun tidak solid, dan tugas kepemimpinanlah untuk memperkuat soliditas tim. Tanpa tim kerja yang solid dan berkolaborasi secara sempurna, maka kepemimpinan menjadi tidak produktif.
Pemimpin harus selalu menjaga keselarasan tim pada tujuan, serta membuat keputusan yang mampu mengubah kecepatan atau memperlambatnya, untuk kebaikan strategi dan taktik kepemimpinan di dalam pencapaian terbaik.
Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra