JANGAN MERUSAK INTEGRITAS HANYA KARENA AMBISI


“Integritas pribadi pasti rusak ketika ego begitu berambisi untuk mendapatkan lebih dari kehidupan. Sebab,  saat ego menginginkan yang lebih dari apapun, maka ego akan memaksa diri untuk melakukan apa saja, asal tujuan dan niat ego tercapai.” ~ Djajendra
Bila Anda membiarkan integritas Anda kalah oleh realitas, maka Anda akan menjadi pribadi yang tidak jujur. Dan, Ketidakjujuran merupakan energi negatif yang menjadi sumber ketidakbahagiaan dalam hidup.
Sering sekali seseorang tidak sadar bahwa dirinya sedang merusak integritas pribadinya. Misalnya, ketika seorang atlet terpaksa menggunakan doping untuk mendapatkan kemenangan, maka dia telah merusak integritas pribadinya. Demikian juga, ketika seseorang melakukan pencitraan dengan membohongi realitas batinnya untuk mendapatkan kekaguman dan tepuk tangan dari orang lain, maka dia telah merusak integritas pribadinya.
Bila seseorang sudah terbiasa merusak integritas sejak masih di bangku sekolah, maka dia akan tumbuh menjadi pribadi yang lemah integritasnya. Akumulasi ketidakjujuran yang dimulai sejak usia kanak-kanak berpotensi menjadi energi perusak integritas saat dirinya sudah memiliki kekuasaan ataupun jabatan. Kebiasaan menyontek di kelas, kebiasaan mengcopy paste, kebiasaan berbohong, serta semua sikap dan perilaku yang tidak jujur akan menjadikan dirinya sebagai benih perusak integritas.
Orang-orang yang lemah integritasnya akan dengan bangga melanggar prinsip-prinsip hidupnya sendiri. Apalagi saat dirinya berada di tengah praktik-praktik yang tidak etis ataupun tidak jujur, maka dia akan menjadi bagian yang memperkuat parktik-praktik yang melanggar integritas.
Integritas haruslah berada di wilayah yang terang dan jelas, serta tidak boleh berada di wilayah remang-remang dan gelap. Agar wilayah menjadi terang dan jelas diperlukan sistem dan lingkungan yang terbuka, untuk dapat dilihat ataupun dianalisis oleh siapapun. Jadi, transparansi dan akuntabilitas haruslah menjadi energi yang memperkuat pola pikir dan pola perilaku di wilayah terang integritas.
Bila integritas bersumber dari niat, hati nurani, dan sikap ikhlas; maka, integritas akan menguat dan menuntun diri untuk membuat keputusan-keputusan, yang tidak akan berkompromi pada semua perbuatan tidak jujur dan tidak etis.
Integritas tidak pernah mau bekerja ataupun menemukan solusi sekedar untuk saling menyenangkan orang-orang di sekitar dirinya. Integritas hanya akan fokus untuk menjaga prinsip-prinsip, etika, dan kejujuran dari nafsu dan ego yang merusak integritas.
Menjaga integritas berarti rajin mengevaluasi diri sendiri. Kesadaran untuk mengawasi pola pikir dan emosi agar tetap berada di wilayah integritas yang terang dan jelas, akan menjadikan diri selalu mampu mengambil alih, saat ego ditumbuhi nafsu liar untuk memperkaya diri sendiri dengan jalan apapun.
Integritas haruslah dikuatkan ke dalam karakter, pribadi, pola pikir, kompetensi, keandalan, ketulusan, welas asih. Bila semua hal tersebut dibangun di atas fondasi integritas, maka diri akan selalu melayani kehidupannya dengan sepenuh hati, dari kekuatan energi tulus dan ikhlas, sehingga apapun yang dilakukan hanyalah karena kewajiban dan tanggung jawab, bukan oleh kepentingan dan ambisi pribadi.
Jadi, bila kompetensi seseorang dikuatkan dengan integritas pribadinya, maka dia akan menjadi pribadi yang sangat profesional dan bekerja totalitas untuk melayani kompetensinya. Demikian juga, bila ketulusan seseorang dikuatkan dengan integritas pribadi, maka dia akan bersikap dan melayani tanpa hitung-hitungan, dan tanpa pamrih. Dan, bila welas asih seseorang dikuatkan dengan integritas pribadi, maka kepedulian dan kasih sayang yang dia berikan, selalu tulus dan sepenuh hati, tanpa memikirkan kepentingan pribadi.
Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra