MENGELOLA EGO DENGAN KESADARAN DIRI



“Tidak banyak orang yang mampu menjinakan ego-nya. Sebab, ego secara otomatis akan berjuang untuk menjaga kepentingan diri sendiri. Ego pasti bersikap ngotot dalam menjaga kepentingannya dan semua ini berlangsung dalam alam bawah sadar. Bila ego terlalu dominan di dalam diri, maka diri akan sulit menemukan damai, bahagia, dan juga keharmonisan terhadap diri sendiri maupun terhadap kehidupan sosial. Ego tidaklah mudah untuk dikendalikan kecuali Anda menjadi sangat sadar, dan sangat tercerahkan untuk tidak memiliki kepentingan dalam hidup.” ~ Djajendra
Ego adalah pelindung diri yang otomatis. Ego selalu fokus pada kepentingan untuk mengutamakan diri sendiri, dan tidak peduli pada realitas orang lain. Akibatnya, secara sosial, ego menjadi sifat yang kurang terpuji ataupun dianggap anti sosial.
Ego yang berlebihan akan menjadikan diri sangat sulit memiliki empati. Saat ego menguasai pola pikir dan pola rasa kepribadian Anda, saat itu Anda akan menjadi pribadi yang kurang mau menerima realitas di sekitar Anda. Diri Anda akan ngotot dengan persepsinya sendiri, untuk memaksa orang lain mematuhi persepsinya. Akibatnya, orang-orang menjadi sulit berkomunikasi dengan Anda, dan Anda akan kehilangan hati untuk hidup sesuai dengan realitas dan fakta.
Mengelola ego dengan kesadaran diri adalah penting. Sebab, walaupun Anda cerdas menggunakan intelektualitas Anda untuk berbagai interaksi di dalam kehidupan Anda. Tetapi, bila semua itu berada di bawah kendali ego Anda, maka kecerdasan dan intelektualitas Anda itu tidak akan menyentuh hati kehidupan sosial.
Latihlah ego untuk selalu menilai situasi, mempertimbangkan data, dan kemudian mengambil waktu untuk merasa dengan empati. Kemampuan untuk membiasakan ego cerdas bersama intelektualitas akan mendorong ego menjadi sahabat yang membantu kehidupan sosial Anda.
Ego yang tidak dilatih untuk mematuhi kesadaran diri akan menjadi ego yang selalu ingin berjuang sendiri di bawah kekuasaan alam bawah sadar diri untuk hasil tertentu. Ego haruslah dicerdaskan dan diberikan intelektualitas, termasuk memberikan kekuatan kecerdasan emosional agar setiap upaya gigi dan perjuangan ego untuk membela diri Anda, tetap dalam kesadaran untuk membuat Anda cerdas sosial.     
Ego selalu berwujud sebagai perasaan batin.Walaupun perasaan batin tidak hanya dihuni oleh ego, sebab di situ masih ada intuisi, empati, naluri, dan lain sebagainya. Tetapi, ego sangat pintar untuk menguasai perasaan batin dan kadang juga menguasai suara hati nurani. Jadi, ego akan memiliki caranya sendiri untuk menyusup dan menguasai diri agar diri bersikap dan bertindak sesuai perintah ego.
Ketika ego belum di bawah kendali pikiran sadar Anda, maka ego akan memperkuat energinya untuk tetap berada di modus melawan pikiran sadar Anda. Walaupun logika dan akal sehat Anda menilai sesuatu dengan penuh integritas, tetapi ego akan menyusup ke dalam perasaan batin Anda, lalu memaksa Anda untuk menurutinya. Hasilnya, Anda akan bersikap di luar logika dan akal sehat integritas, sebab ego Anda akan menciptakan logika dan persepsinya sendiri sebagai akal sehat.
Ketika Anda ingin memperbaiki pola pikir dan mempersiapkan kepribadian positif, Anda harus masuk ke dalam kesadaran diri tertinggi, lalu menemukan ego di dalam dialog batin Anda. Anda harus memahami bahwa ego bertugas untuk melindungi kepentingan diri Anda. Persoalannya, ego hanya mementingkan diri Anda sendiri dan tidak memperdulikan hal-hal di luar diri Anda. Apapun akan dilakukan oleh ego untuk melindungi diri Anda, tanpa mau memahami arti kehidupan sepenuhnya. Jadi, ego ini adalah sesuatu yang baik, tetapi dia tidak memiliki ataupun mengetahui wawasan kehidupan, selain hanya bertugas menjaga diri secara sepihak.
Ego adalah penjaga diri yang paling setia, tetapi dia penjaga yang tidak memiliki penglihatan terhadap realitas di sekitar dirinya. Ego sangat fokus untuk mengurus “KEAKUAN” diri sendiri. Jadi, ego tidak bisa diharapkan untuk memberikan kontribusi atau pelayanan yang ikhlas dan tulus kepada orang lain. Sebab, ego hanya akan melakukan kebaikan, bila kebaikan itu membawa keuntungan langsung untuk dirinya.
Ego tidak akan pernah meninggalkan jiwa, raga, dan pikiran Anda. Jadi, apapun yang Anda lakukan, ego akan selalu setia mendampingi hidup Anda untuk selamanya. Ego selalu mengungkapkan jati dirinya dalam berbagai wujud, seperti: marah, frustasi, dan kesal untuk hal-hal yang merugikan diri Anda; atau sebaliknya, merasa bahagia, senang, beruntung, dan sukacita untuk hal-hal yang menguntungkan diri Anda. Ego adalah sahabat jiwa yang harus selalu dijaga dan dikendalikan dalam alam sadar Anda.
Anda tidak bisa berpura-pura sadar tanpa integritas pribadi yang konsisten untuk mengendalikan ego Anda. Sebab, ego Anda itu energi aktif, dan dia mampu masuk ke dalam realitas kepribadian Anda, kemudian secara otomatis melakukan investigasi terhadap kejujuran Anda. Bila hasil investigasi ego memperlihatkan kebohongan integritas batin Anda, maka ego akan secara otomatis mengambil kendali untuk mengontrol alam sadar Anda. Oleh karena itu, hiduplah dengan jujur, tanpa pernah membohongi diri sendiri, apalagi orang lain. Jadilah diri sendiri yang asli dengan jati diri Anda agar ego Anda dapat bersahabat dengan alam sadar Anda.
Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra