GOOD GOVERNANCE HARUSLAH BERGERAK DI JALAN INTEGRITAS




“Tata kelola organisasi tanpa integritas, seperti menularkan wabah yang akan mencemari dan merusak masa depan organisasi.” ~ Djajendra
Ketidakjujuran dalam tata kelola yang baik (GG) adalah wabah yang akan merusak organisasi. Ketidakjujuran yang dimulai hari ini akan berakumulasi dan pada waktunya menjadi kekuatan yang melumpuhkan organisasi. Oleh karena itu, setiap pengelola organisasi haruslah memiliki integritas dan karakter kepemimpinan yang penuh tanggung jawab, untuk menjalankan prinsip-prinsip Good Governance dengan sepenuh hati.
Walau organisasi sudah memiliki Good Governance dengan nilai-nilai yang mempertegas integritas organisasi. Tetapi, bila para pemimpin dan pegawai tidak memiliki integritas untuk menjalankan Good Governance, maka semua praktik organisasi yang baik akan tumpul dan tidak berfungsi.
Keengganan untuk mematuhi tata kelola yang baik akan menurunkan moral dan produktivitas organisasi. Diperlukan kesadaran dari semua pihak di dalam organisasi untuk melindungi integritas dari kepentingan pribadi. Integritas bukan saja akan meningkatkan kinerja dan prestasi organisasi, tetapi juga akan meningkatkan daya tahan organisasi dalam menghadapi berbagai perubahan dan ketidakpastian. Diperlukan karakter dan pola pikir yang ikhlas untuk menjalankan Good Governance dengan sepenuh hati.
Karakter tanpa integritas berpotensi untuk menyalahgunakan Good Governance, apalagi bila kekuasaan dan wewenang digunakan untuk lebih mementingkan diri sendiri dan kelompok. Good Governance bertujuan untuk membuat karakter positif menyatu di dalam energi integritas, sehingga diri tidak lagi goyah ataupun ragu untuk menjalankan tata kelola yang baik dengan jujur dan efektif.
Pengendalian ego dan penguatan integritas haruslah menjadi hal yang wajib. Sebab, membiarkan ego tanpa dalam kendali integritas, akan memotivasi diri untuk mementingkan kepentingan pribadi, dibandingkan menjalankan integritas dengan sepenuh hati.
Siapapun yang melalaikan penguatan integritas dan akuntabilitas dalam menjalankan Good Governance berpotensi untuk terlibat dalam kecurangan. Akibatnya, tata kelola yang baik akan dijalankan dengan perilaku dan karakter yang buruk, sehingga tata kelola yang baik itu akan menjadi tata kelola yang buruk. Sikap, perilaku, karakter, kebiasaan, dan niat yang tidak baik terhadap Good Governance akan menjadi perusak organisasi dari dalam.
Good Governance yang dijalankan dengan integritas dan akuntabilitas pribadi yang baik, akan menciptakan organisasi yang memiliki kejelasan dan kepastian. Kejujuran terhadap semua aspek organisasi akan meningkatkan kesadaran, untuk menghitung dan mencegah potensi risiko, yang dapat menghambat kemajuan organisasi.
Pemimpin dan pegawai yang jujur adalah penjaga dan pelindung integritas organisasi. Peningkatan kinerja organisasi sangatlah ditentukan dari perilaku kerja dan tindakan yang penuh dengan integritas. Semua perilaku kerja yang tidak sehat hanya akan menciptakan kecerobohan, serta berpotensi merusak etika dan tata kelola organisasi.
Good Governance bukanlah sebatas konsep ataupun teori, tetapi sudah seharusnya menjadi karakter yang diperlihatkan dalam setiap aktivitas organisasi. Membiarkan Good Governance sebatas konsep adalah perbuatan yang menjauhkan organisasi dari integritas, yang seharusnya sudah dimiliki oleh setiap individu di dalam organisasi, sehingga dapat berkontribusi dan melayani organisasi dengan integritas pribadi yang tinggi.
Ketika fungsi kepemimpinan menutup mata dan berpura-pura tidak tahu atas Good Governance yang dilanggar, maka Good Governance akan menyerah pada kekuatan Bad Governance. Dan hal ini, tidak saja akan menurunkan kinerja organisasi, tetapi juga akan mendegradasi organisasi menjadi lebih buruk.
Setiap pengingkaran terhadap integritas dan akuntabilitas akan menjadi energi yang merusak Good Governance. Kesadaran kepemimpinan organisasi untuk memperkuat integritas, akan menjadikan tata kelola mampu berfungsi dengan baik, dan meningkatkan daya tahan organisasi, serta menurunkan risiko organisasi.
Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra