INTUISI ADALAH SUARA HATI YANG DIBANTU TUHAN





“Intuisi adalah suara hati yang dibantu Tuhan, untuk menemukan solusi yang paling tepat, lalu solusi tersebut dapat digunakan dalam pengambilan keputusan yang cepat.”~ Djajendra


Intuisi menjadi sangat penting saat semua jalan rasional tertutup. Ketika dihadapkan dengan pembuatan keputusan yang rumit dan sulit, serta secara rasional dan akal sehat tidak menemukan jalan keluar, maka keputusan dapat dibuat dengan menggunakan kekuatan intuisi. Dan, sering sekali kekuatan intuisi sama baiknya dengan proses pembuatan keputusan melalui cara rasional yang penuh dengan perhitungan tertulis.
Intuisi haruslah dipercaya dari hati nurani dan perasaan yang kuat. Intuisi bukan cara yang baik untuk setiap orang, tetapi cara yang baik untuk orang-orang yang sangat berpengalaman dan sudah terbiasa menghadapi konsep, praktik, prinsip, dan realitas dari persoalan yang sedang dihadapi. Artinya, hanya orang-orang yang sangat berpengalaman dengan persoalan, serta yang sudah sangat menginternalisasikan tata kelola persoalan, sehingga secara batin sudah dapat membuat keputusan, tanpa harus menghabiskan waktu dengan berbagai perhitungan dan prediksi.
Untuk orang-orang yang belum berpengalaman dengan persoalan, sebaiknya tidak menggunakan intuisi. Tetapi, menggunakan cara rasional dan betul-betul menguasai semua akar persoalan, agar keputusan yang dibuat dapat terlindung dari risiko yang tidak diinginkan. Tanpa pengalaman, keputusan yang dibuat akan menjadi spekulasi, dan spekulasi bukanlah intuisi.
Intuisi selalu memberitahu hal-hal yang tidak terlihat secara fisik. Intuisi adalah bahasa hati, yang tergantung kepada ketajaman pancaindera, dan juga sangat ditentukan oleh kekuatan emosi firasat. Emosi firasat disini tidak sebatas menebak atau meramal, tetapi memiliki komponen akal sehat (kognitif) yang terlatih kuat secara batin.
Tanpa terlatih dengan pengetahuan, pengalaman, wawasan, dan akal; maka, pemakaian intuisi menjadi rawan kesalahan. Intuisi bukan sekedar punya perasaan yakin sekali, lalu berani memutuskan sebuah persoalan. Intuisi adalah akumulasi dari kecerdasan intelektual dalam alam bawah sadar. Jadi, saat diri terdesak dan sangat membutuhkan sebuah keputusan yang cepat dan menentukan, maka saat itu pikiran bawah sadar secara otomatis akan mengakses data base Anda, dan secara otomatis membisikan kepada hati nurani Anda, untuk bersikap seperti suara hati.
Proses pembuatan keputusan tidaklah selalu mudah. Di sinilah dibutuhkan peran seorang pemimpin dengan wawasan, pengalaman, hati nurani, dan pengetahuan langsung terhadap akar masalah. Bila pemimpin sudah terbiasa dengan realitas dari perubahan-perubahan yang cepat dan mendadak, maka tanpa banyak perhitungan, hanya dengan kekuatan pengamatan, pemimpin dapat membuat kesimpulan dan keputusan. Hal ini terjadi karena persepsi, emosi, dan kognisi berbaur menjadi satu energi, dan satu energi ini terfokus kepada usaha yang cepat untuk menemukan solusi.
Alam bawah sadar yang terisi dengan pengetahun yang lengkap, akan dengan mudah mengenal semua pola yang kompleks, dan dengan cepat dapat memberikan informasi yang benar kepada hati nurani.
Ketika intuisi seseorang unggul, maka keputusan yang dibuat secara cepat, akan sama baiknya dengan keputusan yang dibuat dengan perhitungan yang lengkap dan rasional.
Intuisi dapat dirasakan dalam wujud naluri, dan seseorang yang terlatih secara sangat profesional dibidangnya, pastilah akan memiliki intuisi atau naluri yang kuat untuk menemukan solusi atas berbagai tantangan dan persoalan.
Dalam realitas dunia bisnis, sangat banyak pemilik bisnis yang lebih bertindak berdasarkan intuisi daripada perhitungan yang telah dibuat oleh para manajer. Walaupun para manajer bersama konsultan sudah mengkajinya dengan sangat lengkap dan ilmiah, tetapi saat suara hati pemimpin membisikan hal yang lain, maka pemimpin yang intuitif pastilah akan mengikuti saran suara hati, dan semua perhitungan ilmiah tersebut akan dijadikan referensi untuk mengawasi keputusan.
Sikap dan karakter pemimpin yang selalu memiliki gairah rasa ingin tahu, akan menjadikan ia pembelajar yang kreatif dan efektif. Rasa ingin tahu secara sangat mendalam terhadap berbagai hal yang digeluti, akan menjadikan dirinya terus-menerus belajar dari berbagai sumber. Kondisi ini akan meningkatkan kualitas persepsi pemimpin. Ketika kualitas persepsi pemimpin mendekati rasionalitas, maka suara hati yang intuitif akan membuat keputusan yang sama kualitasnya dengan keputusan melalui proses yang rasional.
Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra