KEKUASAAN DAN WEWENANG HARUSLAH DIGUNAKAN UNTUK MENJALANKAN HUKUM DAN ETIKA KEHIDUPAN SOSIAL



“Kekuatan pemimpin tidak sebatas terletak pada kata-kata yang menginspirasi, tetapi juga pada keberanian untuk bertindak dan memastikan bahwa hukum berjalan di jalan yang tegas dan benar.” ~ Djajendra
Pemimpin adalah seseorang yang dipilih dan dipercaya untuk menjalankan hukum, etika, ideologi, keamanan, kebaikan, serta tatanan sosial yang harmonis dan seimbang. Pemimpin yang berkualitas pasti menjalankan kepercayaan yang diberikan, untuk menjaga hukum dan etika kehidupan sosial yang kuat dan unggul.
Ketika pemimpin ragu dan tidak percaya diri dalam menjalankan kekuasaan dan wewenang dengan tegas dan adil, maka hal ini akan menjadi kelemahan yang suka dimanfaatkan oleh pihak-pihak, yang pola pikirnya terbiasa untuk mengabaikan hukum dan etika kehidupan sosial.
Sikap pemimpin yang ingin terlihat terlalu baik kepada semua pihak, hanya akan menjadi titik lemah dari kepemimpinan tersebut. Pemimpin yang terlihat lemah pastilah akan kehilangan kemampuan, untuk menjalankan keamanan dan kenyamanan, dalam hubungan sosial di semua tingkat masyarakat umum.
Walau pun seorang pemimpin sangat cerdas secara kompetensi, tetapi bila terlalu ragu dan takut mengambil risiko, maka dia akan menjadi titik terlemah dari kepemimpinan tersebut. Saat kepemimpinan berada di tingkat yang lemah, maka saat itu semua konflik dan kekerasan akan muncul kepermukaan, dan membuat orang-orang tidak percaya lagi dengan keamanan. Sebab, semua benturan sosial dirasakan tidak mampu diamankan dan diselaraskan untuk keharmonisan kehidupan, serta tidak diselesaikan dengan hukum yang adil dan pasti.
Kekuasaan dan wewenang di tangan pemimpin adalah senjata untuk menjaga kedamaian, keamanan, keharmonisan, kebahagiaan, kenyamanan, keadilan, dan kepastiaan hukum. Jadi, seorang pemimpin haruslah menjaga loyalitasnya pada hukum, etika sosial kebangsaan, ideologi bangsa, serta sikap tegas kepada pihak-pihak yang merongrong kedamaian dan keharmonisan kehidupan bangsa dan negara.    
Asasi kehidupan setiap individu haruslah dijamin dengan adil dan beretika dalam kepastian hukum. Damai hanya akan tercipta bila kekuasaan dan wewenang pemimpin digunakan untuk cinta, keadilan, toleransi, kepastian hukum, dan kesejahteraan tanpa diskriminasi.
Apapun keyakinan dan pola pikir individu haruslah tetap berada dalam bingkai kebangsaan dan keragaman. Sebab, sebagai bangsa pastilah berbagai perbedaan dan keragaman akan mengisinya. Jadi, kebangsaan haruslah menjadi alat untuk menjaga asasi kehidupan pribadi setiap individu atau pun kelompok.
Setiap orang berhak hidup dalam damai, bahagia, aman, nyaman, pasti, dan terlindungi oleh hukum yang kuat dan positif. Dan semua ini hanya dapat terwujud, bila kekuasaan dan wewenang pemimpin terfokus pada hal-hal, yang menjaga keamanan dan kenyamanan kehidupan sosial, dalam toleransi keragaman dan perbedaan.
Kekuasaan berarti memiliki kuasa atas semua wewenangnya. Jadi, pemimpin yang sudah diberikan kekuasaan oleh warganya, dan bila tidak memanfaatkan kekuasaan tersebut untuk bertindak sesuai batas-batas tanggung jawab, maka kekuasaan yang dimiliki hanya akan berakhir sia-sia.
Setiap pemimpin akan datang dan pergi, dan warga negara selalu berharap banyak kepada semua pemimpin yang hadir. Warga negara juga sangat berharap, agar pemimpin cerdas menggunakan wewenang dan kekuasaan, untuk menciptakan kebaikan di tengah perbedaan dan keragaman.
Kekuatan pemimpin tidak sebatas terletak pada kata-kata yang menginspirasi, tetapi juga pada keberanian untuk bertindak dan memastikan bahwa hukum berjalan di jalan yang tegas dan benar.
Kekuasaan dan wewenang yang bijak pasti akan menjadi energi, yang mewadahi semua keragaman dan perbedaan, dalam pola kehidupan yang bertoleransi dan saling menghormati. Pemimpin yang bijak selalu menjadi teladan untuk kehidupan yang harmonis. Dan, dia selalu bertanggung jawab untuk menjalankan nilai-nilai kebangsaan dengan sebaik-baiknya, agar bangsa dan negara selalu berjalan sesuai ideologi yang disepakati bersama saat kemerdekaan.
Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra