MEMBUAT BUDAYA PERUSAHAAN SELALU KUAT DENGAN PERUBAHAN



“Budaya perusahaan adalah sesuatu yang hidup dan selalu membutuhkan perubahan, agar dapat menjadi semakin kuat untuk berfungsi sesuai zaman.” ~ Djajendra
Ketika sebuah bisnis membutuhkan cara kerja dan budaya perusahaan yang baru, sedangkan sumber daya manusianya belum siap, atau tidak mampu memahami kebutuhan tersebut, maka bisnis tersebut secara perlahan akan mengalami kemunduran.
Sering sekali, penyebab tidak disesuaikannya budaya perusahaan dengan realitas zaman, bersumber dari tidak terbukanya pikiran kepemimpinan perusahaan, untuk melakukan perubahan. Rutinitas dan kesibukan sehari-hari selalu membuat orang-orang terbiasa dengan cara kerja yang lama, termasuk bekerja dalam budaya organisasi yang monoton, kurang kreativitas, dari waktu ke waktu, tanpa pernah bergeser dari cara berpikir yang lama.
Kemauan dan kecerdasan untuk menata ulang budaya perusahaan, agar sistem nilai, dan nilai-nilai yang mendukung budaya tersebut, dapat menjadi sebuah bangunan yang menguatkan aktivitas bisnis dan organisasi. Dalam hal ini, budaya perusahaan haruslah menciptakan norma-norma baru yang sesuai dengan situasi dan tantangan. Bila norma-norma telah disesuaikan, maka semua aturan dan pedoman kerja dapat memandu perilaku kerja yang sesuai dengan situasi dan harapan.
Budaya perusahaan haruslah dapat menjadi sistem untuk berbagi nilai dalam satu persepsi; berbagi norma untuk saling menguatkan dalam soliditas kerja; mengatur cara bersikap, berpakaian, berkomunikasi, berinteraksi, emosi, serta menghidupkan fungsi kehidupan sosial, yang lebih harmonis dalam soliditas kerja yang kolaboratif.
Kesadaran untuk memperkuat aspek budaya dengan cara menginternalisasikan nilai-nilai perusahaan; memperkuat kebiasaan atau perilaku yang diinginkan oleh perusahaan; memahamkan makna dari simbol perusahaan kepada setiap karyawan; serta memperkuat bahasa yang diimpikan di dalam setiap proses dan interaksi organisasi, akan menjadikan perusahaan selalu lebih unggul dengan budaya yang kuat.
Setiap individu di dalam perusahaan harus dapat menampilkan karakter kerja yang mewakili nilai-nilai perusahaan. Semakin kuat karakter individu oleh nilai-nilai perusahaan, maka semakin unggul para individu menjalankan norma-norma kerja dengan perilaku yang berbudaya.
Karyawan dengan perilaku yang berbudaya akan menjadi penyebab perusahaan mengalami pertumbuhan dan kemajuan. Sebab, berbudaya berarti setiap karyawan akan bersatupadu dalam satu bahasa, satu nilai, satu perilaku, serta dalam satu visi dan misi untuk berkarya dan berkontribusi.
Budaya perusahaan yang kuat akan membuat setiap orang merasa hadir bersama kontribusinya; merasa berani untuk bertindak dan mengambil keputusan sesuai batasan tanggung jawab; merasa bersyukur, karena mereka hidup dan bekerja dalam budaya, yang membuat karir mereka berkembang dalam kesadaran, bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama untuk sukses; merasakan adanya penularan kehidupan kerja yang sehat dalam keharmonisan hubungan kerja;  merasa tidak sendiri dengan pekerjaan, sebab budaya yang kuat akan menyatukan setiap aspek kerja dalam soliditas etos kerja   
Setiap orang dalam perusahaan wajib menjadi terikat dengan budaya kerja yang sama, agar setiap penilaian dan pengukuran untuk pelaksanaan bisnis, dapat dijalankan secara konsisten untuk menghasilkan mutu kerja yang berkualitas.
Budaya perusahaan yang kuat akan menjadi jembatan yang kuat, untuk melintasi zona potensi konflik antar fungsi dan peran kerja yang berbeda. Dan pada akhirnya, secara lintas fungsional, setiap fungsi maupun peran akan bergerak lancar di sepanjang jalur proses kerja, sehingga efektivitas dan produktivitas dapat dipercepat untuk keunggulan bisnis dan organisasi.
Budaya perusahaan yang kuat akan membuat setiap unit organisasi dalam mobilitas tinggi untuk meraih kualitas dan kinerja. Semua orang akan merasa sejajar, dan terikat dalam kebersamaan untuk bekerja bersama-sama, berinteraksi satu sama lain dengan cara-cara yang efektif dan produktif, serta memenuhi tujuan sesuai target.
Budaya perusahaan yang kuat selalu mampu mempersempit jarak setiap karyawan menuju pusat kekuasaan; mampu menyatukan individualisme untuk bekerja dalam soliditas kolektivisme; mampu bekerja dengan arah yang jelas, dan cerdas menghindarkan diri dari ketidakpastian.
Budaya yang kuat akan menjauh dari ketimpangan etos kerja, karena setiap orang sadar untuk memiliki etos kerja berkualitas. Jarak antar individu di berbagai tingkat hirarki unit organisasi akan terkolaborasi. Skala jarak antar unit kerja akan semakin kecil, hingga setiap unit kerja dapat menjadi sangat dekat untuk menyelesaikan target.
Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com