KEDAMAIAN DUNIA ADA DALAM JIWA ANDA YANG DAMAI




“Dalam jiwa yang cerdas emosi, akan tercipta perdamaian  dan harga diri, untuk membuat jiwa itu abadi dalam sumber kebaikan.” ~ Djajendra

Bila Anda ingin hidup di dunia yang damai dan harmoni, maka Anda harus membuat diri Anda hidup damai dengan diri sendiri. Dan kemudian, diri Anda yang damai harus bisa menjadi cerdas sosial untuk menularkan pengaruh damai ke jiwa-jiwa yang lain.

Kedamaian tidak dihasilkan dari ego dan ambisi untuk menjadi yang terbaik, tetapi dari jiwa yang melatih emosi dan pikirannya, untuk hidup damai dan harmoni dalam segala aspek kehidupan. Nyalakan energi damai di dalam diri, dan jaga terus energi damai tersebut, agar hidup Anda selalu dalam jiwa yang damai dan bahagia.  

Hidup ini milik semua yang hidup, karena semua yang hidup memiliki emosi, cara berpikir, cara bersikap, dan cara meyakini sesuatu dengan caranya sendiri; maka, muncullah perbedaan, bila perbedaan ini tidak disikapi dengan toleransi dan sikap baik, maka semua perbedaan itu akan menjadi sumber konflik, yang menghilangkan rasa damai dalam kehidupan.

Rasa aman dan nyaman dapat menciptakan ketenangan pikiran. Ketenangan pikiran akan menjadi dasar untuk merawat rasa damai di dalam diri. Semua kekacauan di dalam diri dapat menjadi energi negatif yang berkontribusi untuk kekacauan dunia. Dan, semua kekacauan sosial dapat berkontribusi untuk menghilangkan rasa damai di dalam diri Anda.

Temukan keheningan untuk merenungkan cara mendapatkan rasa damai di dalam diri; cerdaskan emosional agar selalu dapat menjalani kehidupan dalam ketenangan pikiran; siapkan kepribadian untuk menerima realitas hidup dengan lebih ikhlas dan jujur. Dan, jadikan diri sebagai sumber penghasil energi damai buat diri sendiri, dan buat kehidupan di sekitar diri Anda. Jadilah energi baik yang mengkontribusikan semua kebaikan kepada realitas hidup Anda.

Ketika Anda sulit menjadi cerdas emosi dan cerdas sosial, maka Anda akan menjadi pribadi yang sulit menemukan rasa damai di dalam hidup Anda. Dan, seseorang yang sulit menemukan rasa damai di dalam dirinya, dia juga akan sulit menemukan rasa damai dimanapun. Akibatnya, di sepanjang hidupnya, dia akan menghabiskan sebagian besar hidupnya dengan perasaan tidak damai, serta kesehariannya akan dihabiskan untuk berkeluh-kesah tentang dunia yang tidak damai. Dampaknya, dia akan menghabiskan waktu dan potensi baik dirinya diberbagai tepian kehidupan, yang tak bermanfaat untuk dirinya dan orang lain.

Perasaan tidak damai adalah bukti bahwa diri menderita kekurangan. Rasa gelisah dan pikiran takut akan membuat pertahanan diri tergeserkan. Akibatnya, diri akan kesulitan untuk hidup dengan keyakinan damai. Kehilangan keyakinan damai di dalam diri akan membuat diri kecanduan rasa curiga. Rasa curiga yang mencandu di dalam diri akan menjadi faktor awal, yang berpotensi menciptakan banyak gangguan kepribadian, sehingga diri tidak lagi mampu untuk mengelola emosi dan pikiran untuk kehidupan damai.

Jiwa yang tidak damai adalah sumber perusak keharmonisan kehidupan sosial. Sebab, di dalam jiwa yang tidak damai, ada pabrik energi negatif yang siap diproduksi secara masal, lalu didistribusikan kepada jiwa-jiwa lain di sekitarnya.  Jiwa yang tidak damai ini berpotensi menjadi pabrik penghasil energi benci dan dendam, termasuk cerdas berbohong dan menyakiti orang lain. Dan, semua ini hanya dilakukan dengan keyakinan bahwa dunia ini bukanlah tempat yang aman dan damai.

Perasaan tidak damai merupakan bagian dari penyakit emosi. Kemauan untuk melatih emosi dan membiasakan emosi di dalam kecerdasan realitas hidup, akan membuat diri dapat menemukan ketenangan pikiran, serta dapat menciptakan respon otomatis di dalam diri, untuk pemulihan atas gangguan dari energi negatif sosial dan pribadi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com