PEMELIHARAAN FASILITAS PUBLIK




PEMELIHARAAN FASILITAS PUBLIK
“Membangun sesuatu adalah keberhasilan, dan merawat yang dibangun dengan penuh disiplin dari integritas pribadi adalah tanggung jawab.”~ Djajendra
Setiap pembangunan dan keberhasilan bukanlah akhir dari sebuah tujuan. Ketika sebuah mimpi diwujudkan dan sukses dihadirkan, maka saat itu pekerjaan belumlah selesai. Diperlukan pekerjaan tahap berikut untuk mempertahankan yang dibangun, atau yang diwujudkan, dengan pemeliharaan yang teratur dan berkualitas. Membangun itu memerlukan perencanaan dan tindakan yang berkualitas. Setelahnya, diperlukan komitmen dan integritas untuk mempertahankan yang telah dibangun dengan disiplin dan kebiasaan, dalam perilaku sehari-hari yang merawat dan memelihara dengan sepenuh hati.
Membangun sesuatu hanyalah langkah pertama. Langkah berikutnya adalah mengelola dan memelihara apa yang telah dibangun dengan penuh kebanggaan. Harta atau prestasi yang terkandung di dalam yang dibangun harus dapat memberikan manfaat, kebanggaan, kebergunaan kepada stakeholders, serta terjaga secara berkualitas sebagai harta yang produktif.
Tidak jarang ditemukan fasilitas publik yang dibangun dengan mengeluarkan biaya sangat besar, ternyata kurang dirawat atau dijaga dengan berkualitas. Manajemen pemeliharaan seharusnya menjadi perhatian penuh, untuk dimulai setelah sebuah fasilitas publik selesai dibangun. Membiarkan fasilitas publik terbengkalai tanpa perawatan, adalah sebuah kegagalan untuk mewujudkan tujuan dari pembangunan itu.
Manajemen pemeliharaan wajib dijalankan untuk mengimplementasi fungsi perawatan dan pemanfaatan atas fasilitas publik. Perawatan fasilitas publik, seperti: toilet umum, jalan, gedung, halte, jembatan, waduk, sungai, taman, pagar, atau apapun itu, merupakan pekerjaan di lapangan yang wajib diawasi dengan tata kelola yang tegas dan penuh disiplin. Tim manajemen yang bertanggung jawab atas perawatan dan pemeliharaan fasilitas umum, haruslah selalu memantau ke lapangan, dan memahami perilaku atau cara kerja petugas di lapangan, termasuk memahami perilaku publik yang memanfaatkan fasilitas tersebut. Bila perilaku publik berpotensi merusak fasilitas publik tersebut, maka diperlukan sosialisasi dan internalisasi tentang budaya memelihara dan merawat, agar kesadaran publik sebagai stakeholders dapat membantu proses pemeliharaan dan perawatan.
Proses pemeliharaan harus dilengkapi dengan proses pengawasan yang melekat kepada setiap stekeholders. Tanggung jawab merawat dan memelihara tidak hanya ada pada petugas pemeliharaan, tapi juga harus ada pada masyarakat pemakainya. Tanggung jawab dan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan atas pemakaian fasilitas publik, haruslah menjadi sesuatu yang wajib dan mengikat secara hukum.
Pemeliharaan dan perawatan fasilitas publik adalah tanggung jawab semua stakeholders.  Diperlukan sikap dan kepemimpinan yang tegas dan terbuka, untuk menjalankan aturan dan etika pemakaian fasilitas publik. Setiap stakeholders yang memakai fasilitas publik harus menjadi orang pertama yang mencegah kerusakan dari fasilitas publik, termasuk menjadi orang pertama yang menjamin kebersihan fasilitas publik yang digunakan. Bila publik pengguna fasilitas publik tidak memiliki budaya memelihara dan merawat, maka sikap dan perilaku tersebut akan menjadi budaya yang menggagalkan setiap upaya dari manajemen pemeliharaan.
Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com