ORANG PESIMIS




ORANG-ORANG PESIMIS
"Kalau sudah bisa nyaman mengapa harus mencari tantangan? Walau rasa nyaman itu tidak sesuai dengan realitas yang diinginkan, tapi karena sudah terbiasa, nikmati saja, sulit untuk merubah orang-orang yang tidak mau berubah." ~ Orang pesimis
Video pelatihan djajendra: http://www.youtube.com/user/MrDjajendra
Dalam realitas kehidupan tidak semua orang memiliki kepribadian yang optimis. Sangat banyak orang membentuk dirinya menjadi pribadi pesimis. Orang-orang pesimis menularkan kekuatan pesimis kepada orang-orang di sekitarnya. Akibatnya, orang-orang optimis yang belum terlalu kuat untuk bermental optimis, pada akhirnya menjadi terpengaruh dan  ikut-ikutan menjadi pesimis.
Pesimis adalah sebuah kekuatan yang dihasilkan dari ketidakpercayaan diri, untuk melakukan sebuah perubahan atau tindakan yang menantang risiko. Orang-orang pesimis lahir dari ketidakmampuan dirinya untuk menghadapi realitas lingkungan di sekitarnya, dan mungkin pernah mencoba beberapa kali dengan sikap optimisme untuk perubahan, tapi karena gagal, maka dia pikir hal itu tidak mungkin dapat dilakukan, sehingga secara perlahan-lahan mentalnya mulai dihinggapi kekuatan pesimis. Dan, karena setiap hari dia berpikir dan bertindak dalam sikap pesimis, lama-kelamaan sikap pesimis ini menjadikan pribadinya kehilangan rasa berani untuk melakukan perubahan.
Takut dan ragu selalu menjadi sahabat terdekat dari orang-orang pesimis. Sifat pesimis membuat mereka kebal terhadap perubahan, dan membuat mereka kehilangan kepercayaan diri untuk bertindak. Orang-orang pesimis tetap berkarya dan bekerja dalam sikap pesimis, dan senang mengeluh kadang menggerutu untuk realitas yang dihadapi, dalam seribu satu alasan, serta tidak punya keberanian untuk menjadi pemberani yang optimis.
Orang-orang optimis di sekitar orang-orang pesimis berpotensi menjadi korban dari kuatnya pengaruh pesimis. Ketika yang memimpin adalah kekuatan pesimis, maka energi pesimis mulai tumbuh dan berkembang dalam kepribadian setiap orang yang dipimpin. Panutan yang pesimis adalah pemadam energi optimis.
Orang-orang pesimis akan menghabiskan berjam-jam dari waktu produktifnya hanya untuk menegaskan bahwa lingkungan atau organisasinya sudah tidak mungkin dirubah. Mereka hanya akan mencari seribu satu pembenaran untuk mematikan energi optimisme yang muncul di sekitarnya. Semua inspirasi dan motivasi selalu ditanggapi dengan perasaan sinis, sebab kepercayaan diri mereka sudah hilang untuk menjadi optimis. Keberaniaan mereka telah dikekang oleh dirinya sendiri, dan diperkuat oleh mentalnya yang menciptakan pola pikir untuk bertahan dan berkembang bersama kekuatan pesimis.  
Selama bertahun-tahun hidup dan berproses dalam kekuatan dan pengaruh pesimis, maka tidaklah mungkin dapat diharapkan dari orang-orang pesimis ini untuk bisa menghasilkan maha karya buat kehidupan. Karena, mereka sangat terlatih untuk menemukan alasan dan pembenaran buat bertahan dengan realitas yang ada. Dan, mereka juga akan melawan bila kekuatan optimis tumbuh untuk melakukan perubahan. Saat kekuatan optimisme tumbuh dan berkuasa, maka kekuatan pesimis pasti kehilangan pekerjaan atau juga mungkin kekuasaan yang selama ini dinikmati.
Kekuatan pesimis hanya dapat diatasi dengan kepemimpinan yang berani dan penuh optimisme. Kepemimpinan yang optimisme ini harus dibentuk dari budaya organisasi yang optimis; dibentuk dari tata kelola yang memotivasi dan membentuk disiplin untuk berpikir positif dan optimis. Saat sistem, budaya, tata kelola, dan kepemimpinan memaksakan energi optimisme di setiap sudut organisasi; maka semua pengaruh pesimis, secara perlahan-lahan akan kehilangan kekuatan, dan mungkin juga orang-orang pesimis akan pergi meninggalkan organisasi, karena keyakinannya bertolak belakang dengan yang optimis, atau bisa juga orang-orang pesimis menjadi sadar, bahwa sikap optimisme adalah sesuatu yang sangat indah, untuk mengembangkan diri mereka menjadi berani dalam perubahan.
Perlu diingat, pesimisme tidaklah mungkin dapat dihapus total dari realitas organisasi. Pesimisme hanya dapat dilemahkan oleh kekuatan kepemimpinan yang terkoordinasi secara solid dalam optimisme. Jadi, pesimisme harus dikendalikan dan dilemahkan secara konsisten melalui disiplin dan motivasi dari orang-orang optimis.
Energi optimisme harus terus-menerus dinyalakan untuk menerangi pikiran dan emosi setiap orang, agar semua orang yang berkomitmen untuk optimis dapat menjalani proses kerja dengan penuh optimisme.
Pesimisme adalah kekuatan yang selalu akan menantang perubahan, karena dia sangat suka zona kenyamanan. Orang-orang pesimis selalu berargumen, kalau sudah nyaman kenapa harus mencari tantangan baru, walau rasa nyaman itu terbentuk dari realitas yang tidak diinginkan, tapi karena merasa terbiasa dan sudah nyaman, ya nikmati saja.
Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra