MOTIVASI LEBIH KUAT DARIPADA DISIPLIN





MOTIVASI LEBIH KUAT DARIPADA DISIPLIN

“Motivasi muncul dari kesadaran diri, disiplin muncul dari kebutuhan diri. Keduanya bertujuan untuk memperkuat diri dalam mencapai tujuan.” ~ Djajendra
Sejak kecil kita dipaksa untuk disiplin. Disiplin yang dimulai dengan paksaan, lama ke lamaan akan menjadi kebiasaan. Disiplin bisa disebabkan oleh paksaan dari diri sendiri, dan juga bisa disebabkan oleh paksaan orang lain.
Disiplin ada karena seseorang tidak merasa termotivasi untuk melakukan sesuatu. Disiplin akan dijalankan dengan aturan yang mengikat untuk dipatuhi sesuai waktu. Melalui disiplin diharapkan seseorang mampu membangun kekuatan pribadi dalam mencapai tujuan.  
Disiplin akan diukur dari seberapa cepat dan efisien pola perilaku seseorang dalam mencapai tujuan. Apakah orang tersebut hadir tepat waktu, bekerja sesuai target, bertindak sesuai harapan, berlatih sesuai program, dan menyelesaikan tugas sesuai waktu. Jadi, disiplin sifatnya terukur dalam sebuah ukuran komitmen. Diperlukan dorongan dari luar diri dan dorongan dari dalam diri, untuk membangun kekuatan pribadi melalui disiplin diri yang diharapkan.
Disiplin tidak didasarkan dari kesadaran diri, tapi oleh keterpaksaan diri untuk melakukan sesuatu karena sebuah keharusan. Jadi, disiplin bukanlah produk dari kesadaran diri. Berbeda dengan motivasi. Seseorang dengan motivasi diri yang tinggi akan bergerak dengan kesadaran dan antusiasme diri sendiri, untuk membangun kebiasaan menuju tujuan.  
Motivasi dan disiplin sama-sama bersifat untuk menghasilkan hasil akhir dari sebuah tujuan. Keduanya sama-sama akan memacu potensi dan energi diri untuk mewujudkan tujuan.
Seseorang yang termotivasi untuk sebuah tujuan akan berinisiatif dengan kesadaran diri sendiri untuk bertindak, berlatih, bekerja, berpikir, bersikap, dan bergerak mencapai tujuan. Jadi, semua perbuatan itu tidak dihasilkan dari disiplin, tapi dari motivasi diri.
Seseorang yang bertindak dengan motivasi diri akan memperoleh kekuatan dari kecerdasan emosional dan pikiran kreatifnya. Dia akan bersikap sesuai kehendak pribadinya untuk menghasilkan prestasi dan kinerja terbaik dari gairah dan kemauan diri sendiri. Tanpa didorong, tanpa diatur dengan disiplin, dia bersama semangat dan pikirannya akan terus melangkah untuk melakukan hasratnya dengan perasaan senang.
Motivasi hanya dapat dimiliki oleh orang-orang yang sangat sadar dan ikhlas berkorban demi mencapai tujuan. Karena sikap sangat sadar dan ikhlas berkorban itu langka, hanya dimiliki sedikit orang. Maka, diperlukan disiplin untuk menjaga kepatuhan orang-orang, agar mereka mau bertindak sesuai rencana.
Di tempat kerja, manajer akan menegakkan disiplin terhadap bawahannya, agar mereka patuh dan mampu memenuhi target dan tujuan yang diberikan. Di pusat olah raga, pelatih akan mendisiplinkan para atletnya, untuk berlatih lebih keras, agar dapat memenangkan kejuaraan. Inilah yang disebut dengan disiplin.
Ketika seseorang bisa mencapai segala keinginan dan impian tanpa disiplin, maka dia pasti berpikir bahwa disiplin adalah sesuatu yang membuat dirinya terikat dalam ketidakcerdasan. Sangat banyak orang-orang kreatif yang mencapai kesuksesan tanpa disiplin, mereka memiliki  kesadaran dan gairah, yang terus termotivasi untuk menyelesaikan tugas dan tujuan.
Disiplin adalah mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Sedangkan motivasi adalah gairah dan energi kreatif dari dalam diri, yang terus-menerus membuat diri seseorang melakukan sesuatu dengan senang hati.
Ketika seseorang berbicara ingin menjadi disiplin pada sesuatu hal, maka hal ini berarti dia harus mengelola dirinya dengan manajemen diri yang fokus pada hal-hal yang dia inginkan. Disiplin dapat membuat seseorang menjadi lebih konsisten pada sesuatu yang dia inginkan. Mungkin itu pada pekerjaan, olahraga, keuangan, gaya hidup, pola makan, atau untuk kehidupan yang lebih sehat. Disiplin diperlukan ketika seseorang belum begitu percaya diri untuk mewujudkan keinginan, karena motivasinya masih belum konsisten.
Disiplin yang terlatih dalam waktu yang panjang  akan menjadi sesuatu yang membantu diri, untuk membentuk kebiasaan sesuai keinginan. Menggunakan disiplin untuk memaksa diri melakukan sesuatu, berarti mendorong diri untuk terus-menerus berlatih berulang-ulang, sampai yang diinginkan tercapai. Disiplin berarti memaksa diri untuk tetap melakukannya, walaupun diri sudah bosan, atau tidak suka lagi.

Djajendra
Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra