MERAIH SUKSES DENGAN KESAN PERTAMA




MERAIH SUKSES DENGAN KESAN PERTAMA
“Saya tidak ingin menilai orang dari kesan pertama, tapi saya lebih suka berpikir positif, dan mengembangkan bakat dari orang yang ada dihadapan saya.” – Djajendra
Penilaian kesan pertama hanya membutuhkan waktu sekilas, mungkin tidak sampai lima menit, seseorang sudah mampu mengevaluasi orang yang bertemu dengannya untuk pertama kali. Luar biasa, bukan? Dalam waktu yang sangat singkat, kesan pertama telah menceritakan atau membentuk persepsi tentang kepribadian seseorang. Apakah begitu hebatnya kita untuk menilai seseorang dari kesan pertama. Biasanya, penampilan diri, ekspresi, bahasa tubuh, sikap, cara berpakaian, dan cara bertutur kata menjadi hal-hal yang dinilai oleh persepsi.
Banyak orang-orang yang gagal dari kesan pertama, ternyata dikemudian hari menjadi orang-orang yang luar biasa, yang mampu mencatatkan dirinya dalam sejarah dunia. Nama-nama seperti Albert Enstein, Aristotle Onassis, Thomas Alva Edison, Chris Gardner, Abraham Lincoln adalah nama-nama yang pernah mengalami nasib tidak beruntung akibat kesan pertama dari orang yang mereka butuhkan pada saat itu.
Penilaian dari kesan pertama adalah sebuah keputusan untuk menentukan nasib seseorang dalam waktu yang sangat singkat. Bila dipikiran penilai tidak ada kebaikan atau kejernihan hati, maka persepsi dia akan menceritakan tentang realitas dirinya sendiri. Jadi, saat seseorang dalam waktu singkat menilai baik – buruknya seseorang, maka dia sesungguhnya sedang memperlihatkan ketidakcerdasan dirinya terhadap orang yang dia nilai.
Saya pribadi memiliki banyak pengalaman dengan kesan pertama, ternyata semua kesan pertama tidak seperti yang saya harapkan. Banyak sekali hasil penilaian dari kesan pertama menghasilkan kekeliruan yang sangat besar. Sewaktu merekrut karyawan saya selalu menilai calon karyawan dari kesan pertama; sewaktu mencari rekan bisnis saya selalu menggunakan kesan pertama. Ternyata, kesan pertama yang luar biasa tidak menghasilkan kepribadian atau karakter seperti yang diharapkan. Banyak sekali orang-orang telah berlatih trik-trik hebat untuk tampil luar biasa di saat kesan pertama. Mereka bisa berakting dengan sempurna di saat kesan pertama, sehingga para penilai kesan pertama sesungguhnya sedang menilai sesuatu yang bersifat sandiwara, dan tidak sedang menilai diri sejati dari orang yang dinilai.
Sebuah kepribadian tidaklah mungkin mampu dinilai sebatas kesan pertama. Mungkin saja orang terbaik dihadapan Anda saat ini sedang tidak dalam performa terbaiknya, sehingga kesan pertama Anda mengatakan hal yang kurang menarik dari orang tersebut. Padahal dihadapan Anda ada harta karun yang siap memperkuat bisnis dan organisasi Anda menuju kepada puncak suksesnya, tapi karena kesan pertama Anda yang tidak tepat, Anda akhirnya kehilangan sesuatu yang luar biasa.
Orang-orang yang datang untuk melakukan wawancara, ataupun untuk urusan perkenalan bisnis, tentu saja telah mempersiapkan semua hal yang dibutuhkan oleh kesan pertama. Mereka seperti model yang siap memukau para penilai, dan sikap mereka tentu saja tidak dapat disalahkan, karena mereka datang untuk mendapatkan sesuatu yang terbaik dari pertemuan tersebut. Mungkin mereka datang setelah berlatih berhari-hari, agar penampilan diri mereka sesuai dengan kesan pertama penilai.
Kesan pertama adalah sesuatu yang dapat ditampilkan dengan sempurna, seperti penampilan seorang aktor untuk sebuah peran yang harus dimainkan dengan karakter yang tepat. Kabar baiknya, setiap orang dapat berlatih untuk memiliki kesan pertama yang luar biasa, walaupun mungkin kesan pertama yang ditampilkan bukan diri asli, tapi diri yang sempurna untuk pertemuan tersebut.
Meraih sukses dengan kesan pertama adalah sesuatu yang biasa dalam dunia bisnis. Setiap orang berkompetisi untuk menciptakan kesan pertama yang hebat, dan mereka mempersiapkan dirinya dengan penampilan dan senyum yang dapat mencitrakan jiwa pemenang. Dan pada akhirnya, senyum kemenangan mereka membawa mereka untuk menang di kompetisi kesan pertama.
Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra