MENGHAPUS KORUPSI DARI HATI NURANI




MENGHAPUS KORUPSI DARI HATI NURANI

"Korupsi hanya dapat dihentikan oleh dia yang suka korupsi, lalu memaafkan diri sendiri, karena telah menghabiskan hidup untuk memiskinkan kehidupan banyak orang." ~ Djajendra
Korupsi adalah perilaku yang sangat merugikan kesejahteraan hidup orang banyak. Sebab, korupsi akan menghambat pemerataan terhadap kesejahteraan hidup orang banyak. Dampak paling negatif dari korupsi adalah semakin banyaknya orang-orang yang hidup dalam kondisi sangat kekurangan, mungkin menjadi tak berdaya beli atau tak berdaya hidup. Korupsi hanya bisa dihambat dan dihilangkan oleh dirinya yang suka korupsi. Orang-orang yang suka korupsi harus sadar bahwa dirinya telah menjadi energi negatif dalam kehidupan sosial, serta menjadi kekuatan yang menghancurkan harapan, kemanusiaan, keadilan, keberadaban, kesejahteraan, dan masa depan kehidupan orang banyak.
Ketika satu orang melakukan korupsi dia telah membuat banyak orang jatuh miskin. Ketika satu orang melakukan korupsi dia telah mengabaikan kebutuhan hidup orang lain. Ketika satu orang melakukan korupsi dia telah menjadi orang yang kehilangan hati nurani, dan dengan tanpa hati dia telah membuat anak-anak orang lain putus sekolah. Korupsi adalah simbol dari hilangnya cinta dan empati di hati untuk kebutuhan hidup banyak orang. Korupsi adalah hasil koruptor untuk hidup mewah dengan membuat orang-orang tidak dapat bertahan hidup.
Setiap orang memiliki hak untuk hidup sejahtera dan memiliki kekayaan sesuai hasil kerja kerasnya melalui jalan integritas. Hak untuk hidup sejahtera dan kaya raya bukan dihasilkan dengan cara korupsi, tapi dihasilkan dari kecerdasan diri untuk mengoptimalkan potensi dan sumber daya secara etis dari keunggulan integritas pribadi. Korupsi adalah perbuatan yang mengingkari integritas dan etika, termasuk mengingkari semua hal-hal baik, dan nilai-nilai kehidupan baik yang penuh kehormatan. Selama korupsi menjadi kebiasaan hidup, maka selama itu pemerataan kesejahteraan tidak akan pernah terwujud. Dan lebih dari itu, korupsi akan membuat sebagian terbesar dari orang-orang menjadi tidak mampu untuk berpikir jernih dalam mempertahankan hidupnya.
Korupsi membuat orang-orang kehilangan keadilan untuk hidup dalam kemakmuran. Sebab, korupsi akan mengumpulkan kekayaan dan kemakmuran hanya ditangan orang-orang yang suka korupsi, dan uang hasil korupsi hanya akan beredar di sekitar pikiran dan emosi koruptor. Akibatnya, sebagian besar orang hidup dengan kehilangan harapan untuk hidup layak. Diperlukan pengertian dan kasih sayang dari koruptor untuk menghentikan perbuatan korupsi. Bila para koruptor sadar untuk memperbaiki mental dan emosi, agar dirinya tidak terjebak dalam penyakit mental korupsi, maka dia mampu menavigasikan dirinya untuk menjadi energi positif. Mengobati penyakit mental korupsi dari dalam diri, akan mengajarkan kasih sayang kepada diri sendiri, dan diri yang sadar akan tersembuhkan dari penyakit korupsi, lalu menjadi sumber kebaikan buat kehidupan orang banyak.  
Pekerjaan, jabatan, kekuasaan, dan wewenang merupakan kepercayaan yang dititipkan dalam waktu terbatas. Siapa pun dia, saat batas waktunya berakhir, dia akan kehilangan semua yang dititipkan oleh para stakeholder dengan kepercayaan kepada integritas pribadinya. Jadi, selama titipan dan kepercayaan itu ada, gunakan dengan tulus untuk membantu stakeholder atau orang lain, dari hati yang penuh kasih sayang, tanpa mengambil keuntungan pribadi yang bukan hak, serta bekerja keras dari hati nurani yang paling indah buat kehidupan yang indah.
Korupsi akan yang merusak banyak jiwa, terutama jiwa dari orang yang suka korupsi, karena korupsi akan membonsai jiwanya menjadi sangat kecil, tidak mungkin lagi bisa berjiwa besar. Korupsi hanya dapat dihentikan oleh dia yang suka korupsi, lalu memaafkan dirinya sendiri karena telah menghabiskan hidupnya hanya untuk korupsi. Mengampuni diri sendiri karena telah melakukan korupsi, kemudian mengembalikan uang korupsi untuk membantu anak-anak putus sekolah dan orang-orang kekurangan gizi; serta meningkatkan harapan dan semangat hidup orang-orang untuk lebih produktif, efektif, dan kreatif dalam mempersiapkan masa depan yang lebih sejahtera dari kerja keras tanpa korupsi.
Korupsi adalah perbuatan yang membuat diri kehilangan kecerdasan dan jati diri. Ketika seseorang mengumpulkan kekayaan dari uang korupsi, dia sedang mengekspresikan ketidakmampuan atau kelemahan dirinya untuk menjalani kehidupan terhormat. Karena dia tidak memiliki kemampuan dan kepercayaan diri, maka dia mencari jalan mudah untuk mengumpulkan harta dan kekayaan dengan memperdagangkan wewenang, kekuasaan, otoritas, pekerjaan dan harga diri, yang dititipkan atau dipercayakan oleh stakeholder kepada dirinya. Menghapus korupsi dari hati nurani adalah awal untuk membuat semua orang sejahtera dan nyaman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Berikut adalah beberapa cara untuk menghapus korupsi dari hati nurani.
1.      Dengarkan hati nurani. Bila hati nurani masih menyukai korupsi, maka perbaikilah segera hati nurani, agar hati nurani bisa menghasilkan moral yang berkualitas baik. Moral yang mampu berperilaku dan berpikir untuk menjauhkan diri dari korupsi. Temukan energi baik dari dalam diri, lakukan percakapan dengan energi baik diri, dan perkuat energi baik diri, agar energi baik itu dapat menghapus energi negatif dari perhatian hati nurani. Arahkan nilai-nilai keyakinan hati nurani untuk memiliki persepsi negatif tentang korupsi, kuatkan hati nurani untuk mendengarkan penderitaan orang banyak karena korupsi, kuatkan empati dalam diri untuk hidup bebas dari korupsi.
2.      Mencerdaskan emosi baik untuk tidak korupsi. Bila emosi baik sudah cerdas, maka kesadaran diri akan bangkit, dan tidak akan bersembunyi dalam rasa benar, sambil mencari pembenaran terhadap korupsi oleh alasan kebutuhan hidup dan kecilnya penghasilan. Korupsi adalah penyakit mental, dan obatnya adalah perbaikan mental, bukan memahaminya dari sudut besar kecil penghasilan, tapi memahaminya untuk merasa bersyukur dan berterima kasih dengan realitas. Lalu, memperbaiki kualitas diri untuk hidup lebih sejahtera dari hari ini, tanpa korupsi.
3.      Dapatkan dukungan dari lingkar dalam keluarga untuk tidak korupsi. Keluarga yang terdidik dalam cinta, empati, toleransi, integritas, dan perjuangan hidup, akan menjauhkan diri dari korupsi. Kebahagiaan dan perasaan sukses dalam diri adalah sesuatu yang dihasilkan dari semangat energi kreatif dan produktif, dengan menaklukkan risiko dan tantangan. Mendapatkan kekayaan dan uang dari perjuangan diri dengan kecerdasan mengoptimalkan potensi dan sumber daya diri akan menghasilkan kepuasaan dan kebahagiaan yang tidak terbelikan dengan apapun. Jadi, orang tua yang cinta kepada keluarga dan anak-anaknya pastilah menjauhkan dirinya dari korupsi, karena korupsi membuat mereka mendapatkan semua kebutuhan ekonomi dengan sangat mudah, dan hal ini akan menghilangkan motivasi di dalam diri anak-anak untuk mengisi hidup dengan perjuangan dan kerja keras. Kekayaan dari korupsi adalah uang mudah yang akan memalaskan dan menghilangkan rasa bangga kepada diri sejati.
4.      Ingatlah kehidupan orang lain. Miliki empati dan kepedulian kepada kehidupan orang lain dengan kesadaran untuk tidak melakukan korupsi. Perbuatan korupsi akan mengambil uang dengan mudah dari sistem ekonomi, tanpa berkontribusi memberikan nilai tambah buat pemberdayaan ekonomi. Artinya, saat seseorang melakukan korupsi dia telah melupakan hak kehidupan ekonomi orang lain. Dan, mungkin mengambil perjuangan dan hasil keringat dari kerja keras orang lain, dengan menciptakan efek negatif  tidak langsung, yaitu berkontribusi terhadap tingginya inflasi, sehingga daya hidup dan daya beli orang-orang yang setia dengan kejujuran menjadi berkurang.   
5.      Tempatkan hati nurani dalam kekuasaan mental kaya. Perasaan kaya dan berkecukupan adalah soal kecerdasan emosional dalam menenangkan hati nurani dengan perasaan syukur dan berkecukupan. Kekurangan uang tidaklah akan membuat orang kehilangan bahagia dan menderita, tapi kehilangan perasaan kaya dan berkecukupan pasti akan membuat orang menderita di dalam kekurangan. Kehidupan sukacita adalah produk dari integritas diri dengan motivasi diri dalam menciptakan karya dari perjuangan dan kecerdasan diri. Positifkan pikiran dan emosi untuk menjadi pengawas hati nurani, agar hati nurani tidak terganggu oleh  kekuatan energi negatif, yang pasti selalu akan hadir untuk menguji kekokohan integritas pribadi dalam menjadikan diri hidup tanpa korupsi.
6.      Membuat diri kuat dengan kepribadian pahlawan. Para pahlawan adalah mereka yang berjuang tanpa pamrih; mereka yang melayani kehidupan tanpa menghitung untung-rugi; mereka yang memperjuangkan titipan dan kepercayaan stakeholder dengan totalitas, tanpa mengambil keuntungan dari titipan dan kepercayaan yang diberikan. Kepribadian pahlawan adalah hidup dalam integritas diri yang cerdas sosial, dan selalu mengorbankan kepentingan diri sendiri untuk kebaikan orang lain.
Selamat hari Pahlawan 10 November 2012. Semoga hati nurani setiap orang menjadi Pahlawan yang membebaskan dari jajahan energi korupsi.
Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra