JANGAN MEREMEHKAN ANAK TANGGA TERBAWAH



“Jangan meremehkan anak tangga terbawah dalam pendakian menuju kesuksesan.” ~Publilius Syrus


Jangan Meremehkan Anak Tangga Terbawah
“Jangan meremehkan anak tangga terbawah dalam pendakian menuju kesuksesan.” ~Publilius Syrus
Publilius Syrus adalah orang Suriah yang dibawa sebagai budak ke romawi, tapi dengan kecerdasannya Publilius Syrus berhasil menjadi orang bebas dan mampu menjadi penulis yang berpengaruh pada masa itu (di perkirakan pada abad 1 – 46 Sebelum Masei).
Salah satu pesan menarik dari Publilius Syrus adalah Jangan meremehkan anak tangga terbawah dalam pendakian menuju kesuksesan. Pesan tersebut saya pahami bahwa setiap langkah awal dalam kehidupan adalah sebuah jalan yang kita pilih sendiri, untuk menuju kepada harapan dan keinginan kita. Dan, setiap langkah awal menuju ke puncak prestasi haruslah dilalui dengan keberanian dan kesabaran, walau harus melewati berbagai risiko dan tantangan yang sulit ditaklukkan.
Sebagai seorang budak, pastilah Publilius Syrus menguasai nyeri dan perasaan terhina. Dan mungkin juga dia tertekan dan tinggal bertahun-tahun dalam pertempuran batin yang terhina, sampai dia menjemput rahasia sukacita. Saat dia berprinsip untuk tidak meremehkan anak tangga terbawah menuju puncak sukses, maka setiap hari dia pasti tidak akan merasakan berat dan sia-sianya kehidupan.
Publilius Syrus adalah sebuah legenda dari masa lalu, yang memberikan inspirasi kepada kita semua, untuk mampu meningkatkan kehormatan diri dengan prestasi dan karya. Sifat dan perilaku yang tidak meremehkan langkah-langkah kecil, untuk menuju ke puncak kesuksesan, akan menjadi karakter yang menguatkan perjuangan menuju keberhasilan. Setiap orang pastinya harus memulai hidup dari sebuah mimpi, dan terus berupaya untuk mewujudkan mimpi tersebut menjadi sebuah realitas di dalam kehidupan.
Tanpa ada anak tangga terbawah, seseorang tidak mungkin bisa mendaki ke tangga – tangga berikutnya. Anak tangga terbawah adalah motivasi awal untuk menuju ke puncak tangga teratas. Seseorang yang berani memulai langkah pertama untuk hal apa pun, pasti akan mampu mencapai impian dan harapannya.
Sikap pribadi yang selalu sadar diri, yang selalu berlatih untuk menjadi lebih baik, dan yang selalu bersyukur kepada Tuhan atas semua kebaikannya, akan menjadikan dirinya semakin maju bersama bakat dan potensi. Hidup tidaklah terbatas oleh realitas hari ini, tapi ada banyak kemungkinan dalam hidup yang dapat diraih untuk hari esok yang lebih cemerlang. Siapkan diri untuk memiliki hari-hari yang produktif dalam kreatifitas menuju kesuksesan.
Jangan pernah membuat diri terhenti untuk memperjuangkan hal-hal yang belum tercapai. Jangan pernah membiarkan diri tersiksa oleh realitas yang tidak dikehendaki. Hidup adalah sebuah perjalanan bersama proses, yang membutuhkan kesadaran dan motivasi, untuk membuat diri selalu kuat menjalaninya.
Siapa pun berpotensi jalannya menuju impian dan harapan tertutup oleh rintangan, dan jawabannya bukanlah dengan putus asa, tapi mencari cara untuk mengalihkan diri dari rintangan tersebut, agar dirinya dapat menemukan jalan yang bebas rintangan.

Setiap langkah pertama seperti menapakkan kaki di anak tangga pertama. Pastikan Anda memberikan semangat dan motivasi kepada diri sendiri, untuk meningkatkan suasana hati yang positif, ketika mulai menapakkan kaki di anak tangga yang lebih ke atas.

Hidup bukanlah untuk menangani nyeri karena realitas yang tidak sesuai dengan impian, tetapi untuk menemukan cara agar diri menjadi lebih berguna dalam melayani kehidupan. Publilius Syrus telah memberikan keteladanan dan inspirasi, untuk menghormati setiap anak tangga yang dia gunakan dalam pendakian menuju impian dan harapan. Dan, dia juga telah membuktikan dirinya mampu merubah nasib dari budak menjadi orang yang berpengaruh pada zamannya.
Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra