“Proses Belajar Tidaklah Boleh Terlalu Serius Dan Ngotot, Sebab Di Dalam Keseriusan Dan Kengototan Akan Kehilangan Inovasi Dan Kreatifitas, Dampaknya Anda Tidak Akan Menemukan Emosional Diri Sendiri Yang Unik Untuk Mengekspresikan Pengetahuan Baru Dari Hasil Pembelajaran Anda. Lewati Proses Pembelajaran Dengan Banyak Perenungan Melalui Proses Kreatif, Dan Keluarlah Dari Kotak Pengetahuan Yang Menghalangi Anda Untuk Berpikir Berbeda Dan Menjadi Unik Bersama Pengetahuan Baru Anda.” ~ Djajendra




KARYAWAN PEMBELAJAR DALAM ORGANISASI PEMBELAJAR
Video pelatihan djajendra: http://www.youtube.com/user/MrDjajendra
“Belajar Bukanlah Proses Sehari Atau Dua Hari, Tapi Proses Sampai Kedewasaan Sikap, Perilaku Dan Karakter Terwujud.” ~ Djajendra
“Proses Belajar Adalah Langkah Demi Langkah, Dan Secara Bertahap Menambah Inci Demi Inci Di Setiap Saat Ketika Pembelajaran Itu Mendekati Tujuan Dari Mewujudkan Keterampilan Baru. Langkah-Langkah Kecil Yang Konsisten Akan Menyebabkan Perubahan Besar Dalam Jangka Panjang, Dan Akan Menjauhkan Karyawan Dari Bahaya Yang Terkait Dengan Melompat Terlalu Cepat.” ~ Djajendra
Masa depan membutuhkan para karyawan pembelajar dalam organisasi pembelajar. Tidak peduli berapa usia karyawan tersebut, dia harus selalu merasa muda untuk menjadi pembelajar, layaknya murid-murid sekolah dasar. Kecepatan pergerakkan informasi yang berdampak pada perubahan yang sangat cepat, dan kadang terkesan seolah-olah berada dalam ketidakpastian, membuat setiap perusahaan harus menjadi benar-benar jujur, untuk mempersiapkan setiap orang di dalam organisasinya sebagai manusia pembelajar.
Bila perusahaan dan karyawan lalai menjadi pembelajar, maka perubahan dan ketidakpastian akan menciptakan rasa takut. Dan rasa takut ini akan menghilangkan kontrol atas kepercayaan diri. Lalu, setiap orang dalam perusahaan akan takut bertanggung jawab atas perilaku perubahan yang selalu dalam ketidakpastian. Dampaknya, karyawan dan pimpinan tidak akan pernah mengetahui dalam wilayah mana ketidakpastian itu sedang terjadi, dan begitu melihat risiko, hanya rasa takut yang ada, karena mereka tidak belajar untuk mengelola semua tantangan di depan.
Jika Anda seorang karyawan pembelajar yang kaya pengalaman, Anda mungkin bisa membaca ketidakpastian, dan mampu bersikap lebih tenang untuk menemukan solusi di setiap titik ketidakpastian yang Anda temukan. Selanjutnya, Anda hanya membutuhkan waktu dan sedikit kreatifitas, untuk menemukan solusi hebat, agar perusahaan Anda bersama bisnisnya selalu dapat memenangkan kompetisi.
Proses belajar adalah sebuah evolusi untuk menyesuaikan diri dengan realitas dari perubahan yang tidak terlihat. Perubahan tersebut dikatakan tidak terlihat, karena sifatnya evolusi, jadi menjadi tidak kasat mata, dan hanya akan terlihat saat perubahan-perubahan yang tidak terlihat itu sudah terakumulasi ke dalam sebuah perubahan besar. Oleh karena itu, seorang pembelajar akan tahu bahwa setiap hari dia harus mengikuti langkah-langkah kecil perubahan yang tidak terlihat, agar saat perubahan itu membesar, dia sudah memahami cara untuk menemukan solusi yang tepat.
Seorang pembelajar sadar bahwa saat dia belajar keterampilan baru, maka dia harus berubah dari kebiasaan lama, atau mengubah diri menjadi lebih baik dengan bermodalkan keterampilan baru. Dan hal itu, tidak akan terjadi dalam semalam, membutuhkan latihan dan proses pembelajaran dengan intensitas tinggi, serta dirinya berkomitmen total untuk berubah dan menyesuaikan diri.
Seorang pembelajar tidak pernah ketakutan saat perubahan menciptakan ketidakpastian, karena dia selalu mempersiapkan diri dengan belajar keterampilan baru, dan menjadikan proses belajar sebagai hobi yang membuatnya selalu menikmati risiko dan tantangan sebagai studi kasus dari proses pembelajarannya.
Seorang pembelajar selalu sadar bahwa satu-satunya cara untuk mengatasi rasa takut adalah dengan menghadapinya. Kabar baiknya adalah, setelah rasa takut itu dihadapi, biasanya rasa berani akan mendominasi emosi dan menghilang rasa takut itu, kemudian perasaan mampu akan menaklukkan rasa takut dan menjadi kekuatan untuk menemukan solusi yang hebat.
Proses belajar membutukan rasa sabar dan tidak tergesa-gesa. Belajar bukanlah proses sehari atau dua hari, tapi proses sampai kedewasaan sikap, perilaku dan karakter terwujud. Jadi, belajar itu seperti bayi yang baru mulai berdiri dan berjalan, tidak mungkin diharapkan dalam satu atau dua hari sudah bisa berjalan dengan sempurna. Ada proses jatuh bangun yang harus dilalui bayi tersebut dalam sebuah periode, sampai dia benar-benar kuat dan cerdas untuk berlari dan berjalan dengan sempurna. Dan, selama proses jatuh bangun itu orang-orang terdekat seperti ibu, ayah, dan yang lainnya harus dengan sabar membantu bayi itu berdiri, sampai akhirnya bayi itu dapat menguasai pengetahuan tentang berjalan, berdiri, dan berlari. Demikian jugalah seorang karyawan pembelajar, perusahaan dan dirinya harus sadar bahwa dia sesungguhnya seperti bayi yang sedang belajar. Oleh karena itu, setiap kali dia jatuh dalam pekerjaan, maka setiap pemimpin dan orang-orang di sekitarnya harus memberinya motivasi dan kekuatan, untuk dapat belajar lebih baik lagi, sampai akhirnya dia dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan sempurna.
Perilaku dan sikap untuk belajar sesuatu secara instan hanya akan menciptakan kemampuan keterampilan baru tanpa karakter. Seorang pembelajar sejati selalu tahu untuk bersabar, dan tidak berharap terlalu cepat untuk memiliki terlalu banyak. Harapan yang tidak realistis adalah rute tercepat untuk menyerah. Dan pada akhirnya, ambisi dan obsesi besar akan terkubur dalam perasaan tidak berdaya.
Dari pengalaman, saya menemukan, kadang-kadang ada orang-orang dalam perusahaan ingin seketika mencoba dan menjalankan sesuatu yang baru sebelum para karyawannya dapat menginternalisasikan hal-hal baru itu ke dalam mind set mereka. Pemaksaan secara instan memiliki risiko yang sangat besar, dan karyawan yang gagal akan terjebak dalam rasa putus asa, sehingga hal ini akan berdampak pada pencapaian kinerja.
Proses belajar adalah langkah demi langkah, dan secara bertahap menambah inci demi inci di setiap saat ketika pembelajaran itu mendekati tujuan dari mewujudkan keterampilan baru. Langkah-langkah kecil yang konsisten akan menyebabkan perubahan besar dalam jangka panjang, dan akan menjauhkan karyawan dari bahaya yang terkait dengan melompat terlalu cepat.
Proses belajar membutuhkan pikiran positif, karena pikiran positif akan menjadi alat bantu untuk mengatasi pikiran negatif yang dapat menyabotase usaha dan ketekunan diri dalam proses pembelajaran tersebut.
Proses belajar tidaklah boleh terlalu serius dan ngotot, sebab di dalam keseriusan dan kengototan akan kehilangan inovasi dan kreatifitas, dampaknya Anda tidak akan menemukan emosional diri sendiri yang unik untuk mengekspresikan pengetahuan baru dari hasil pembelajaran Anda. Lewati proses pembelajaran dengan banyak perenungan melalui proses kreatif, dan keluarlah dari kotak pengetahuan yang menghalangi Anda untuk berpikir berbeda dan menjadi unik bersama pengetahuan baru Anda.
Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra