“Kepemimpinan Pragmatis Adalah Kepemimpinan Praktis Yang Sangat Dibutuhkan Di Saat Krisis. Orang-Orang Pragmatis Bertindak Dari Pengalaman Dan Prinsip. Kekayaan Pengalaman Akan Menjadikan Para Pemimpin Pragmatis Sangat Cepat Memecahkan Krisis Dengan Keputusan Yang Tegas Dan Tepat Waktu.” ~ Djajendra




KEPEMIMPINAN PRAGMATIS DALAM INTEGRITAS TINDAKAN
Video pelatihan djajendra: http://www.youtube.com/user/MrDjajendra
“Pengalaman Dan Prinsip Adalah Dua Komponen Yang Harus Melebur Menjadi Solid Dalam Kepemimpinan Pragmatis. Sebab, Sikap Berpikir Yang Sangat Praktis Dan Cendrung Mencari Yang Mudahnya Saja, Akan Menjadi Negatif, Bila Tidak Dilengkapi Dengan Nilai-Nilai Etika Dan Moral. Oleh Karena Itu, Prinsip-Prinsip Moral Dan Etika Haruslah Menjadi Kebijaksanaan Yang Mengalir Dalam Pengalaman Dan Intuisi Kepemimpinan Pragmatis.” ~ Djajendra
Perilaku pragmatik dalam kepemimpinan bisnis adalah hal yang sangat biasa. Mungkin awalnya seorang pemimpin bisnis lahir dari cita-cita yang sangat idealis, tapi dalam perjalanan dia berpotensi berubah pola pikirnya menjadi pragmatis, agar bisa melayani strategi dan taktik yang menguntungkan bisnisnya.
Dalam realitas,  seorang pemimpin pragmatis sangat sulit untuk terdoktrin oleh sebuah keyakinan, ideologi, model manajemen, atau gaya kepemimpinan tertentu. Pemimpin pragmatis selalu bekerja dan bertindak dengan memilih cara yang paling efektif, serta yang paling mudah untuk memenuhi tujuan dan target akhir. Pemimpin pragmatis tidak suka ambisi dan obsesinya terganjal oleh sikap idealis. Karakter kepemimpinan pragmatis benar-benar tergantung kepada situasi, kondisi, peluang, risiko, dan intuisi; kemudian semuanya itu, diperkuat oleh nilai-nilai atau prinsip-prinsip universal atau nilai-nilai etika yang sifatnya umum.
Pemimpin pragmatis selalu berperilaku sangat praktis untuk mendapatkan sebuah tujuan. Dia akan mengesampingkan semua hierarki, diagnosis, analisa, metode, sistem, dan keyakinan; demi mendapatkan cara yang paling gampang dalam menyelesaikan tugas atau tujuan. Pemimpin pragmatis bertindak dengan melihat gambaran total dari sebuah realitas, dan memahami risiko yang ada dalam realitas tersebut, lalu dengan pengalaman kepemimpinannya, dia  akan mengambil sikap melalui cara berpikir yang praktis, untuk mengatasi risiko dan mengambil keuntungan dari realitas yang ada.
Kepemimpinan pragmatis biasanya muncul dari karakter pemimpin, yang kaya dengan pengalaman kepemimpinan, dengan prinsip-prinsip kepemimpinan yang telah mereka praktikkan sehari-hari. Dari pengalaman dan kebiasaan menggunakan prinsip-prinsip, mereka akan menjadikannya sebagai kompetensi kepemimpinan, dan hal itu telah membuat mereka merasa efektif dan efisien atas semua tindakan yang mereka ambil. Pengalaman dan prinsip yang telah tertanam dalam batin mereka, akan menjadi modal dalam semua aktivitas kepemimpinan pragmatis.
Kepemimpinan pragmatis dalam integritas tindakan adalah kepemimpinan yang mampu berpraktik bersama nilai-nilai kejujuran, keadilan, tanggung jawab, integritas, etika umum, transparansi, dan pelayanan. Nilai-nilai tersebut harus selaras dan melebur dengan pengalaman kepemimpinan. Pemimpin pragmatis wajib memilih dan memahami nilai-nilai tersebut sebagai kebenaran, lalu terus dipertahankan secara berkelanjutan dalam semua tindakan.
Pengalaman dan prinsip adalah dua komponen yang harus melebur menjadi solid dalam kepemimpinan pragmatis. Sebab, sikap berpikir yang sangat praktis dan cendrung mencari yang mudahnya saja, akan menjadi negatif, bila tidak dilengkapi dengan nilai-nilai etika dan moral. Oleh karena itu, prinsip-prinsip moral dan etika haruslah menjadi kebijaksanaan yang mengalir dalam pengalaman dan intuisi kepemimpinan pragmatis.
Pemimpin pragmatis tidak akan pernah mau menghabiskan waktu dan energinya dengan birokrasi berbeli-belit. Dia hanya akan menerima jalan keluar yang paling mudah, yang paling sedikit birokrasinya. Sifat dan perilaku praktisnya kadang mengesankan instan dan mudah, padahal semua itu dihasilkan dari pengalaman yang sangat lama dari kesadaran pribadinya.
Kepemimpinan pragmatis adalah konsep kepemimpinan yang dibutuhkan untuk membuat keputusan yang tepat waktu, cepat, efektif, tapi tidak melanggar prinsip. Pragmatisme berarti konsentrasi pada fakta bukan emosi atau cita-cita. Hal ini berarti, pemimpin harus bersikap realistis dengan rencana, dan mau bertindak langkah demi langkah, untuk melakukan tindakan produktif dari situasi yang nyata.
Dalam situasi yang mendesak, pemimpin pragmatis akan berani bertindak dengan mengabaikan semua prosedur normal, dan semua itu bertujuan untuk membantu perusahaan, agar perusahaan tetap unggul. Tetapi, dalam realitas akan ada banyak pihak yang mengkritisi sikap kepemimpinan pragmatis, terutama oleh karakter kepemimpinan idealis. Jadi, kepemimpinan pragmatis haruslah dijalankan dengan memperhatikan hukum, etika, dan kepentingan.
Kepemimpinan pragmatis adalah kepemimpinan praktis yang sangat dibutuhkan di saat krisis. Orang-orang pragmatis bertindak dari pengalaman dan prinsip. Kekayaan pengalaman akan menjadikan para pemimpin pragmatis sangat cepat memecahkan krisis dengan keputusan yang tegas dan tepat waktu.
Para pemimpin pragmatis adalah orang-orang yang berbuat dan bertindak sehari-hari, dan mereka adalah para pemberani yang mampu mencegah, memecahkan, ataupun menghentikan berbagai risiko dan tantangan dari intuisi yang mereka miliki melalui pengalaman yang panjang.
Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra