Kearifan Diri Dalam Memahami Realitas Hidup, Akan Menghasilkan Kemampuan Untuk Menikmati Kehidupan Yang Optimis Dan Penuh Syukur.~ Djajendra




INSPIRASI DAN MOTIVASI DJAJENDRA 22 SEPTEMBER 2012
Keinginan kepribadian belum tentu menjadi kebutuhan jiwa. Tidaklah sulit untuk berusaha memenuhi keinginan pribadi. Ingin kaya, Anda tinggal mengatur strategi dan berupaya cerdas untuk mengumpulkan kekayaan. Ingin pintar, Anda tinggal mengatur diri untuk menjadi pembelajar dan menyempurnakan kualitas intelektual Anda. Ingin bahagia, Anda tinggal memanjakan diri dengan hal-hal dan nilai-nilai kehidupan yang membuat Anda bahagia. Ketika pola hidup Anda hanya melayani keinginan mental, emosi, dan perilaku, maka secara tidak sadar Anda sedang menciptakan ruang hampa di dalam batin. Akibatnya, setelah Anda memiliki semua yang Anda inginkan, akan ada perasaan kurang atau kosong dari batin Anda. Hidup yang utuh itu adalah kemampuan untuk memenuhi keinginan kepribadian dan melengkapinya dengan kebutuhan jiwa terdalam. Kebutuhan jiwa terdalam sifatnya sangat pribadi, dan sangat tidak mungkin untuk diajarkan oleh orang lain, karena dia diciptakan dari kesadaran spiritual diri sendiri oleh berbagai situasi dan pengalaman hidup yang unik. Jadi, kebutuhan jiwa tidak bisa sekedar diinginkan, karena dia hanya bisa didapatkan dari proses perjalanan jati diri dengan berbagai pengalaman atas kesadaran spiritual diri sendiri. ~ Djajendra
 Menghargai apa yang Anda miliki sekarang adalah sikap yang paling cerdas. Anda tidak akan pernah tahu bahwa apa yang Anda miliki saat ini akan selamanya bersama Anda. Hidup akan terus berputar bersama perubahan dalam ketidakpastian, jadi apapun yang dimiliki sekarang bisa drastis berubah dalam sekejap. Demikian juga, apa pun yang tidak Anda miliki sekarang ini, bisa tiba-tiba muncul dan mengisi kehidupan Anda. Hidup tidak pernah menjamin apa pun untuk seseorang, sebab hidup itu sendiri sebuah perjalanan dan petualangan yang penuh risiko dalam ketidakpastian. ~ Djajendra
Pikiran baik akan memberikan penerangan kepada jiwa saat menjalani hidup sepenuhnya. Bila jiwa terus diterangi dengan pikiran baik, maka jiwa tidak akan merasakan kegelapan. ~ Djajendra
Masa depan bukan untuk dikhawatirkan, tapi untuk dipersiapkan. Masa depan adalah hasil akumulasi dari kerja keras sehari-hari dalam rencana sesuai visi. Bila rasa khawatir dan cemas tentang masa depan masih ada, maka segeralah lakukan pemulihan atas mental pesimis Anda. Masa depan tidak perlu diprediksi atau diramal, tapi cukup disiapkan dengan penuh percaya diri. Masa depan adalah kebenaran dari integritas diri untuk dengan sepenuh hati bertanggung jawab terhadap hidup sendiri. Anda tidak perlu membuang-buang pikiran dan energi Anda hanya untuk mencoba mengetahui hasil akhir dari masa depan Anda, sebab semua itu sangat tergantung dari setiap peristiwa yang datang sehari-hari ke dalam hidup Anda, dan cara Anda menyikapinya dengan pikiran positif yang optimis. ~ Djajendra
Orang-orang optimis selalu akan mengatasi setiap situasi, dan benar-benar dapat bertahan hidup dalam hal apapun. Orang-orang optimis selalu menjadi lebih kuat daripada realitas yang harus dihadapi. Orang-orang optimis memiliki naluri untuk menemukan cara dan akal buat kehidupan yang lebih baik. Orang-orang optimis selalu mampu melakukan hal-hal yang dianggap tidak mungkin oleh orang-orang pesimis. Orang-orang optimis memiliki banyak pilihan untuk mengubah sesuatu sesuai kebutuhan, dan selalu dapat menemukan dukungan yang tepat untuk kemajuan dirinya. ~ Djajendra
Mengambil tanggung jawab atas tindakan diri sendiri adalah sikap terpuji; membuat alasan atas kurang bertanggungjawabnya diri adalah sikap kurang terpuji; melemparkan kesalahan kepada orang lain atas kegagalan diri memenuhi tanggung jawab adalah sikap sangat tidak terpuji. ~ Djajendra
Kearifan diri dalam memahami realitas hidup, akan menghasilkan kemampuan untuk menikmati kehidupan yang optimis dan penuh syukur.~ Djajendra
Hidup adalah mencairkan hal-hal yang tidak penting dari ego diri, lalu melarutkannya ke dalam kejernihan batin, dan menciptakan sesuatu yang baru sesuai kebutuhan jati diri. Kesadaran untuk melakukan transformasi diri akan mengubah hidup, dan mendatangkan mukjizat untuk sesuatu yang diimpikan. Semakin Anda terbuka untuk menerima dan belajar dari setiap pengalaman hidup, maka semakin Anda akan mampu mengubah hidup Anda sesuai harapan. Hidup bukanlah sihir yang bisa menghilangkan segala sesuatu seketika dengan membohongi realitas, tapi hidup merupakan sebuah proses belajar yang panjang dari pencerahan atas setiap peristiwa. Siapkan jati diri yang unggul dan secara bertahap lakukan peralihan menuju kehidupan baru sesuai impian.~ Djajendra
Seseorang menjadi pintar karena dia bisa meyakinkan diri, untuk menemukan jawaban atas berbagai ketidaknyamanan dalam hidup. Seseorang menjadi tidak pintar karena dia hanya mampu menemukan berbagai alasan pembenaran, untuk tidak melakukan apa-apa, atau untuk tidak menemukan jawaban atas ketidaknyamanan dalam hidup. Ketika seseorang membenarkan status quo sebagai cara aman dalam mempertahankan hidup, maka orang tersebut selalu hidup dalam ketidakpuasan. Padahal, hidup adalah kreatif dan manusia adalah kreatif. Bila seseorang tidak mendorong dirinya menjadi lebih kreatif, maka dia akan menunggu sangat lama dalam ketidaknyamanaan realitas. Orang pintar selalu belajar dan berupaya terus, agar dapat bergerak di luar zona kenyamanan; sedangkan orang tidak pintar, selalu ngotot dan memiliki banyak alasan, agar dia tetap bersembunyi di dalam tembok zona kenyamanan. ~ Djajendra
Kebenaran tidak mungkin bisa dikalahkan oleh kecerdasan apa pun. Kebenaran tidak dapat disembunyikan dengan alasan apa pun. Kebenaran bisa saja dibohongi dengan berbagai argumen yang tampak masuk akal, tapi suatu ketika kebenaran akan muncul dengan sendirinya, dan menyentuh lubuk hati, lalu membisikan kepada kesadaran diri akan kebenaran itu. ~ Djajendra
Ketinggalan peradaban berarti ketinggalan untuk menyesuaikan diri dengan budaya, pengetahuan, teknologi, dan wawasan baru. Peradaban menceritakan posisi sebuah zaman kehidupan. Diperlukan kearifan batin dan kejujuran mental untuk melihat realitas dari peradaban. Bila pikiran tertutup oleh kejayaan masa lalu, maka diri akan sulit menjadi jujur untuk melakukan perubahan dan menyesuaikan kehidupan dengan peradaban baru. Peradaban akan terus berubah melalui evolusi, yang kadang-kadang sulit bisa diterima akal, tapi peradaban seperti waktu yang akan terus berganti, untuk memperbarui dirinya dengan zaman baru dan masyarakat baru. ~ Djajendra
Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra