MOTIVASI DAN INSPIRASI




MOTIVASI DAN INSPIRASI
"Being happy doesn’t mean that everything is perfect. It means you’ve decided to look beyond the imperfections." ~Unknown
"Make your life a mission, not an intermission." ~Arnold H. Glasgow
The person who says it cannot be done should not interrupt the person doing it. - Chinese Proverb
"Make your life a mission, not an intermission." ~Arnold H. Glasgow
It's the job of a manager not to light the fire of motivation, but to create an environment to let each person's personal spark of motivation blaze. - Frederick Herzberg
"There are two primary choices in life: to accept conditions as they exist, or accept responsibility for changing them" ~Denis Waitley
"In violence, we forget who we are." -- Mary McCarthy
Dalam perbedaan dan keragaman selalu ada potensi konflik yang bisa memperburuk kehidupan. Para pemimpin harus memahami hal ini, dan wajib memiliki empati dan strategi untuk menanganinya. Potensi konflik tidak selalu berarti buruk, apalagi bila para pemimpin mampu mengidentifikasikannya, sehingga dapat diintegrasikan ke dalam visi keseluruhan untuk menciptakan kedamaian dan keamanan. Para pemimpin harus memiliki tanggung jawab untuk mengidentifikasi apakah konflik tersebut bersifat destruktif atau konstruktif. Bila konflik itu sifatnya destruktif, maka pemimpin perlu menyadari bahwa dia sedang berhadapan dengan orang-orang yang sedang menggunakan segala cara untuk membenarkan pikiran dan perilaku mereka terhadap pihak yang tidak mereka sukai. Di sini, pemimpin harus bersikap jujur terhadap akar persoalan, serta membicarakannya secara terbuka, lalu menggunakan komunikasi persuasi, serta menyebarkan kekuatan untuk menegakkan keadilan, dan menghentikan kekerasan dengan hukum yang adil. Bila konflik yang terjadi sifatnya konstruktif, maka pemimpin harus menjadi jembatan yang membangun perspektif dari wawasan yang lebih luas, untuk memanfaatkan potensi konflik konstruktif buat kekuatan bersama menuju perubahan yang lebih bermanfaat untuk semua pihak. ~ Djajendra
Kekerasan menggambarkan ketidakmampuan dan kekalahan. Kekerasan muncul karena ketidakmampuan untuk meyakinkan orang lain tentang apa yang dipikirkan dan diyakini. Kekerasan muncul karena ketidakmampuan untuk menjalankan kekuasaan dengan adil dan terbuka. Orang – orang menjadi akrab dengan kekerasan, karena mereka merasa tidak berdaya dan kehilangan akal untuk hidup damai. Kekerasan digunakan sebagai cara untuk membenarkan pikiran, keyakinan, dan kekuasaan sempit, tanpa memikirkan tentang kemanusiaan dan kedamaian. Kekerasan selalu akan ada selama hukum tidak berdiri untuk keadilan dan keharmonisan dalam keragaman. ~ Djajendra
Lihatlah keputusan Anda melalui mata hati orang-orang jujur yang ikhlas dan tulus melayani kehidupan mereka, agar Anda dapat membuat keputusan yang dapat melayani kehidupan Anda dengan jujur, tulus, dan ikhlas. ~ Djajendra
Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra