KARYAWAN DAN PIMPINAN PEMBELAJAR ADALAH HARTA DAN INVESTASI BUAT KEMAJUAN PERUSAHAAN




KARYAWAN DAN PIMPINAN PEMBELAJAR ADALAH HARTA DAN INVESTASI BUAT KEMAJUAN PERUSAHAAN
“Menciptakan organisasi pembelajar berarti karyawan dan pimpinan harus termotivasi menjadi pembelajar seumur hidup bersama perusahaan. Bila karyawan dan pimpinan tidak belajar dan mengangap diri sudah pintar, maka organisasi juga akan tidak belajar dan berhenti untuk berkembang. Akibatnya, perusahaan akan menjadi tidak cerdas dalam menghadapi berbagai perubahan dan persaingan.” ~ Djajendra
Video pelatihan djajendra: http://www.youtube.com/user/MrDjajendra
Para pimpinan dan karyawan di tempat kerja adalah orang-orang dewasa yang telah mapan dengan pengalaman kerja dan pendidikan. Walaupun pengalaman dan pendidikan mereka sudah cukup tinggi, tapi kehidupan pekerjaan sangat akrab dengan perubahan. Oleh karena itu, setiap karyawan dan pimpinan harus menjadi pembelajar seumur hidup, agar organisasi atau perusahaan tempat mereka bekerja dapat terus belajar untuk menjaga keberlanjutan bisnis dan pelayanan dengan konsisten.
Selain sebagai bagian dari proses belajar organisasi, program pembelajaran pimpinan dan karyawan juga mencakup untuk peningkatan karir mereka di tempat kerja. Orang-orang yang mempersiapkan dirinya dengan pengetahuan dan wawasan yang berdaya saing tinggi akan menjadi harta dan investasi buat kemajuan perusahaan.
Karyawan dan pimpinan bukanlah murid ataupun mahasiswa, tapi mereka adalah orang-orang dewasa yang telah lulus sebagai murid dan mahasiswa. Dan sekarang mereka bekerja untuk karir, karya, uang, kehidupan pribadi, dan kehidupan sosial mereka. Oleh karena itu, di setiap proses belajar, mereka butuh meningkatkan kualitas kompetensi produktif, kompetensi adaptif, kompetensi bisnis, kompetensi normatif, dan juga kompetensi-kompetensi lainnya, agar mereka dapat menjadi pribadi-pribadi unggul, yang selalu menyediakan potensi diri mereka, untuk menciptakan pekerjaan dan pelayanan yang berkualitas tinggi sesuai tantangan.
Perubahan selalu menciptakan tantangan untuk mengupgrade keterampilan dan pengetahuan. Kesadaran dan kesiapan setiap individu di tempat kerja untuk menyediakan kualitas diri yang memenuhi kebutuhan di tempat kerja, akan menjadi investasi yang mendorong pertumbuhan perusahaan melalui pekerjaan yang berkualitas tinggi.
Pengajar untuk orang dewasa haruslah orang yang memiliki wawasan luas terhadap kebutuhan produktif, adaptif, bisnis, organisasi, dan normatif; dalam aplikasi yang dapat diterapkan di tempat kerja. Karyawan dan pimpinan sebagai orang-orang dewasa harus juga mempersiapkan dirinya dengan pikiran positif yang terbuka untuk memahami perubahan, serta menyiapkan dirinya agar dapat menjalankan prinsip-prinsip baru yang dipelajari dalam pekerjaan mereka.
Ketika memberikan pencerahan, motivasi, dan instruksi kepada pelajar dewasa harus dipastikan bahwa pemberian materi pelatihan sifatnya efektif. Hal terpenting adalah melibatkan audiens untuk mengeksplorasi materi pelatihan, agar para audiens dapat menjadi lebih interaktif dalam memahami pengetahuan yang disampaikan.
Para pelajar dewasa selalu memiliki praduga tentang pelatihan apa yang harus mereka dapatkan. Seringkali mereka memiliki pengalaman negatif saat mendapatkan mentor yang wawasannya kalah dengan mereka. Dampaknya, mereka akan menutup diri dan selalu berpikir lebih banyak tahu daripada para mentor yang melatih mereka. Oleh karena itu, para pengajar atau mentor yang melatih orang dewasa haruslah memiliki wawasan dan pengetahuan praktis produktif; serta cerdas mempengaruhi, memotivasi dan mentransfer pengetahuan sesuai harapan perusahaan.  
Para pelajar dewasa pada umumnya adalah orang-orang berpendidikan tinggi, sehingga secara akademis mereka telah mengetahui banyak pengetahuan. Oleh karena itu, seorang mentor tidak perlu lagi mengulang-ulang hal-hal yang telah mereka ketahui. Bila diulang-ulang, mereka pasti tidak akan mendapatkan nilai tambah baru dari proses belajar tersebut.
Para pelajar dewasa membutuhkan wawasan dan pengetahuan, untuk membantu peningkatan kualitas diri mereka dalam menciptakan kualitas pekerjaan dan pelayanan kepada organisasi dan stakeholder. Oleh karena itu, seorang mentor harus dapat menciptakan proses belajar yang relevan dengan pekerjaan, serta cerdas menggunakan metedologi belajar yang menekankan bagaimana pembelajaran disimulasikan melalui studi kasus, contoh-contoh dari fakta di tempat kerja, teknik pemecahan masalah yang berkaitan dengan pekerjaan yang mereka lakukan sehari-hari, cara mereka mempersiapkan diri dan potensinya untuk memberikan kinerja terbaik, serta kemampuan adaptif mereka dalam menggunakan prinsip-prinsip baru dalam pekerjaan sehari-hari.
Struktur materi pelatihan untuk orang dewasa haruslah membantu mereka untuk mengikuti dan menerima pesan yang ingin disampaikan. Konsep visual dengan menciptakan sebuah narasi sederhana akan memberikan sebuah cerita yang mudah untuk diikuti dan dipahami audiens.
Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra