"Budaya Perusahaan Adalah Fondasi Perusahaan Dan Temboknya Adalah Kinerja Bisnis Dan Keuangan Perusahaan. Karena, Alasan Utama Seseorang Memiliki Perusahaan Adalah Untuk Membuat Keuntungan Buat Kepentingannya." ~ Djajendra

PEMILIK PERUSAHAAN YANG DOMINAN MENGHASILKAN BUDAYA PERUSAHAAN

"Budaya Perusahaan Adalah Fondasi Perusahaan Dan Temboknya Adalah Kinerja Bisnis Dan Keuangan Perusahaan. Karena, Alasan Utama Seseorang Memiliki Perusahaan Adalah Untuk Membuat Keuntungan Buat Kepentingannya." ~ Djajendra

Kenapa perusahaan harus berbudaya? Karena berbudaya berarti lebih teratur bekerja dan berbisnis dalam kebersamaan persepsi, nilai, norma, prinsip, perilaku, emosional, keyakinan, kebiasaan, sistem, prosedur, filsafat, kebijakan, gaya, cara, dan tanggung jawab untuk menghasilkan kinerja terbaik.

Budaya perusahaan harus menjadi alat yang mengekspresikan tanggung jawab setiap orang di dalam perusahaan, untuk semua tindakan, pikiran, perilaku, yang harus terjadi dalam membesarkan bisnis perusahaan.

Tantangannya, sering sekali perilaku pemilik perusahaan untuk melakukan hal-hal yang dapat memenuhi kebutuhan kepemilikannya, akan menjadi sumber dominan budaya perusahaan. Sebab, dalam praktek, pemilik perusahaan selalu ingin apa yang mereka percaya, yakin, inginkan, butuhkan, dan harapkan menjadi energi yang menggerakan aktifitas perusahaan sehari-hari.

Bila keinginan, harapan, kebutuhan, dan keyakinan pemilik terhadap perusahaannya menurun; maka pemilik perusahaan berpotensi kehilangan minat terhadap perusahaannya. Dan hal ini biasanya dapat membawa konsekuensi seperti perusahaan dijual, dimerger, atau direkayasa ulang melalui perubahan secara fundamental terhadap budaya perusahaan.

Ketika pemilik perusahaan mampu mengidentifikasi tujuan dan sasaran bisnisnya dengan sangat jelas; serta membangun bisnisnya melalui tata kelola yang melibatkan persepsi dan harapan setiap manajer; maka budaya perusahaan dapat berfungsi secara konsisten, untuk menjadi budaya yang kuat, yang mengikat setiap orang buat menghasilkan kinerja terbaik.

Dalam realitas bisnis, misi utama pemilik perusahaan adalah untuk membuat sebanyak mungkin nilai tambah dan keuntungan. Artinya, keberadaan budaya perusahaan adalah untuk menjadi alat, sistem, tata kelola, atau pun sebagai mesin uang yang secara otomatis mengharmoniskan semua sumber daya perusahaan, untuk menghasilkan kinerja terbaik buat para pemilik perusahaan.

Budaya perusahaan akan menjadi budaya yang kuat bila ada keselarasan persepsi dan nilai-nilai perilaku kerja antara pemilik, manajer, dan karyawan. Persepsi dan nilai-nilai perilaku kerja yang berbeda selalu menghasilkan komunikasi yang menyimpang dari tujuan dan misi utama keberadaan perusahaan. Dan hal ini akan menyebabkan ketidakharmonisan hubungan kerja antara pemilik, manajer, dan karyawan. Akibatnya, budaya perusahaan akan menjadi alat yang sangat lemah untuk menghasilkan kinerja terbaik.

Kemampuan pemilik, manajer, dan karyawan untuk berbagi perasaan empati satu sama lain; untuk jujur satu sama lain melalui integritas pribadi dan perilaku etis; serta selalu berpikiran terbuka melalui wawasan yang luas, untuk memiliki persepsi yang sama, dalam mempengaruhi peningkatan kinerja perusahaan; akan menjadi kekuatan yang membesarkan budaya perusahaan menjadi kekuatan yang membanggakan setiap stakeholder.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com