"Tim Manajemen Yang Baik Selalu Bekerja Untuk Memperkuat Setiap Peran Dan Fungsi Di Dalam Organisasi, Agar Keunggulan Dapat Mempermudah Manajemen Untuk Meraih Sukses Yang Terukur Risikonya." - Djajendra

MEMPERKUAT YANG TERLEMAH

"Tim Manajemen Yang Baik Selalu Bekerja Untuk Memperkuat Setiap Peran Dan Fungsi Di Dalam Organisasi, Agar Keunggulan Dapat Mempermudah Manajemen Untuk Meraih Sukses Yang Terukur Risikonya." - Djajendra

Peningkatan kinerja selalu menjadi ukuran dari keberhasilan sebuah organisasi. Kemampuan untuk mengidentifikasi fungsi dan peran terlemah, yang paling menghambat setiap proses dalam sistem kerja organisasi, akan menjadi kekuatan untuk menangani dan meningkatkan kinerja organisasi.

Setiap perusahaan pasti berupaya untuk memiliki sistem kerja melalui struktur organisasi yang ramping dan lincah. Kendalanya, selalu saja kompetensi individu dan tim yang lemah dapat menjadi faktor yang membatasi kelincahan organisasi dalam pencapaian kinerja terbaik. Oleh karena itu, tim manajemen dan kepemimpinan harus selalu bekerja untuk meminimalkan kelemahan dengan cara mengidentifikasi, mengelola, memotivasi, dan mengevaluasi kinerja dari setiap fungsi dan peran di dalam organisasi, untuk bekerja lebih efisien dalam mencapai tujuan perusahaan.

Kelemahan yang mengurangi kecepatan dan kelincahan organisasi tidak saja diakibatkan oleh lemahnya orang, tim dan struktur kerja organisasi. Tapi juga lemahnya informasi, peralatan kerja, kebijakan, budaya organisasi, kode etik kerja, atau juga lemahnya sumber daya organisasi secara keseluruhan untuk mendukung pencapaian kinerja terbaik.

Bila sumber daya organisasi secara keseluruhan memperlihatkan kelemahan, maka seberapa baik pun orang-orang melakukan pekerjaan, kelemahan yang ada akan menjadi kendala yang membatasi kinerja organisasi. Di sini, peran kepemimpinan bersama tim manajemen untuk memperbaiki yang lemah harus secepatnya dilakukan untuk tujuan pemulihan kinerja organisasi.

Mulailah perbaikan dengan melihat proses dan sistem kerja yang telah digunakan secara teratur. Kemudian, lakukan pemetaan atas proses dan sistem kerja, lalu identifikasikan apa yang menyebabkan masalah yang melemahkan fungsi dan peran. Setelahnya, temukan penyebabnya dan perbaiki yang lemah untuk bisa bekerja dengan lebih efisien, efektif, dan produktif.

Setiap proses perbaikan harus melalui brainstorming yang memungkinkan setiap orang memberikan solusi untuk digunakan sebagai materi dalam pemecahan masalah. Perbaikan yang dilakukan harus bersifat berkelanjutan dan terus-menerus, sehingga setiap potensi pelemahan di dalam organisasi dapat diditeksi secepat mungkin, agar tidak menghambat pencapaian kinerja organisasi secara keseluruhan.


DJAJENDRA