"Jangan Pernah Kalah Dengan Pikiran Dan Perasaan Malas, Gunakan Setiap Momentum Untuk Mengambil Alih Diri Anda Dari Kekuasaan Pikiran Dan Perasaan Malas. Lalu Berikan Motivasi, Agar Diri Anda Merasa Senang Saat Harus Menjalankan Setiap Proses Dan Latihan Untuk Keseimbangan Diri." - Djajendra

MOTIVASI UNTUK KESEIMBANGAN DIRI

"Jangan Pernah Kalah Dengan Pikiran Dan Perasaan Malas, Gunakan Setiap Momentum Untuk Mengambil Alih Diri Anda Dari Kekuasaan Pikiran Dan Perasaan Malas. Lalu Berikan Motivasi, Agar Diri Anda Merasa Senang Saat Harus Menjalankan Setiap Proses Dan Latihan Untuk Keseimbangan Diri." - Djajendra

Salah satu tantangan terberat dalam manajemen diri adalah menyeimbangkan tubuh, pikiran, perasaan, jiwa, dan mental. Dibutuhkan kesadaran dan konsentrasi diri untuk menghasilkan keseimbangan yang mendamaikan hati.

Pikiran, perasaan, tubuh, jiwa, mental, dan sifat dari energi emosional yang ada didalamnya; masing-masing saling kait mengkait satu sama lain, sehingga tidak mungkin untuk dipisahkan saat ingin menemukan keseimbangan diri.

Pencarian keseimbangan diri adalah proses yang sifatnya seumur hidup, kesadaran dan semangat sesaat saja tidak akan pernah cukup untuk membuat diri seimbang dalam menjalani rutinitasnya. Diperlukan konsep manajemen diri yang berkelanjutan dalam motivasi, disiplin, dan tanggung jawab, untuk mengelola dan merawat faktor-faktor penyebab keseimbangan diri dengan sepenuh hati.

Setiap hari haruslah menjadi waktu yang tepat untuk memotivasi diri sendiri, agar dapat meningkatkan kualitas keseimbangan diri. Upaya manajemen diri dengan kesadaran diri sendiri, untuk melakukan tindakan yang terencana secara konseptual, buat pengembangan keseimbangan hidup, akan menjadi cara yang memastikan diri untuk terus berproses dalam lingkaran keseimbangan diri yang berkualitas.

Motivasi untuk keseimbangan diri haruslah diperkuat dalam pikiran dan perasaan. Bila pikiran dan perasaan selalu termotivasi untuk menindaklanjutkan praktek-praktek pola hidup yang terarah kepada keseimbangan diri, maka apa pun tantangan yang dihadapi, diri selalu akan menemukan solusi, untuk hidup dalam keseimbangan diri yang diinginkan.

Pikiran dan perasaan selalu berpotensi menyabotase semangat untuk menjalani praktek-praktek menuju keseimbangan hidup diri. Contoh, kadang-kadang, ketika sudah memutuskan untuk pergi ke gym, dan saatnya tiba untuk pergi ke gym, rasa malas dan perasaan lelah bisa memutuskan diri untuk tidak ke gym. Demikian juga untuk banyak hal lain, di mana saat diri harus menjalankan praktek-praktek untuk membuat keseimbangan diri terus terawat dalam proses hidup yang berkelanjutan, maka saat itu pikiran dan perasaan berpotensi menyabotase semua itu, dan akhirnya akan menjadi penghambat buat menjaga keseimbangan diri.

Manajemen diri yang baik biasanya akan tercipta saat diri sadar, untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kebiasaan-kebiasaan hidup, yang terkendali oleh nilai-nilai keseimbangan hidup diri. Lalu, memiliki komitmen untuk menjalankan rencana yang konkret buat menyeimbangkan tubuh, pikiran, perasaan, jiwa, dan mental secara rutin melalui aktifitas sehari-hari.

Manajemen diri harus berlangsung secara rutin sebagai kebiasaan hidup, bukan hanya untuk beberapa periode saja, dan kemudian menghentikan semua proses penyeimbangan diri oleh rasa bosan. Jangan pernah membiarkan pikiran dan perasaan menyerah karena tidak mampu berdebat dengan perasaan bosan Anda.

Jadikan diri Anda sebagai pribadi yang paling berdisiplin untuk menjalankan semua praktek dan pola hidup buat keseimbangan diri. Apapun tantangannya, jangan pernah kalah oleh pikiran dan perasaan malas dan bosan, gunakan setiap momentum untuk mengambil alih diri Anda dari kekuasaan pikiran dan perasaan malas. Lalu, berikan motivasi agar diri Anda merasa senang saat harus menjalankan setiap proses dan latihan untuk keseimbangan diri.

Untuk pelatihan hubungi www.djajendra-motivator.com