KUMPULAN TULISAN DJAJENDRA DI FACEBOOK 31 JANUARI 2012
INFLASI JABATAN
"Apa jabatanmu?"
"Aku seorang Chief Marketing Officer."
"Wah, sangat tinggi jabatanmu."
"Di kantor ku semua orang punya jabatan."
"Kenapa semua orang harus punya jabatan?"
"Karena jabatan diinginkan dan karyawan merasa menjadi orang penting bila punya jabatan."
"Apakah setiap karyawan diberi jabatan seperti staf, officer, manajer, atau chief?"
"Betul, untuk setiap jenis pekerjaan dan untuk setiap individu kami berikan gelar jabatan."
"Apakah setelah merasa penting dengan jabatan, lalu karyawan mampu berkontribusi secara fungsional sesuai jabatannya?"
"Jabatan di kantor ku bukan untuk berkontribusi secara fungsional, tapi untuk kebutuhan harga diri."
"Apakah gaji karyawan juga sesuai dengan jabatan?"
"Perusahaan tidak menjaga karyawan dengan konsep gaji tinggi, tapi dengan konsep jabatan tinggi. Jadi, setinggi apa pun jabatan seseorang di kantor ku, gajinya tidak sesuai dengan harga pasar."
"Ohh, begitu! Jabatan tidak sesuai realitas kontribusi fungsional, gaji juga tidak sesuai realitas pasar."
Djajendra
KETAKUTAN MENJADI MOTIVATOR
"Aku takut kehilangan peluang ini kecuali aku berubah menjadi baik dengannya."
"Kenapa harus berubah menjadi baik dengannya?"
"Karena dia memiliki keputusan dan kekuasaan untuk memberikan peluang itu kepadaku."
"Apakah ketakutan kehilangan peluang itu yang mendorongmu untuk berubah?"
"Betul, ketakutan kehilangan peluang menjadi motivator yang kuat untuk memaksa diriku menjadi baik dengannya."
Djajendra
PEMIMPIN SEJATI
Pemimpin sejati tidak memerlukan jabatan dan infrastruktur untuk memimpin, karena dia sudah memegang kekuasaan sugestif melalui visi kepemimpinannya. Dia tidak perlu menyebut dirinya sebagai pemimpin, karena para pengikutnya telah menyebutnya sebagai pemimpin. Dia tidak perlu posisi di sebuah bagan organisasi, karena dia sudah memiliki tempat di jiwa para pengikutnya. Dia lahir membawa visi dan hidup bersama strategi untuk mewujudkannya. Dia terhubungkan dengan jiwa para pengikutnya dan bertindak dengan jiwa besar untuk mengkomunikasikan visi, strategi, tujuan buat kebaikan semua orang.
Djajendra
KEIKHLASAN
Keikhlasan untuk menerima kehidupan seperti apa adanya, serta berhenti melawan realitas hidup, dan bersatu dengan realitas hidup untuk menciptakan realitas kehidupan yang baru, seperti yang diinginkan, akan membuat diri terbebaskan dari frustasi dan kekecewaan pada nasib.
Djajendra
PENAFSIRAN
Penafsiran sangat tergantung kepada suasana hati dan pengetahuan saat tafsiran itu diucapkan. Bila diri tidak cerdas menafsirkan sebuah hal dengan positif, maka energi positif tidak akan mengalir untuk menciptakan kebaikan.
Djajendra
UCAPAN TERIMA KASIH
Ucapan terima kasih sebaiknya dilakukan setiap hari, termasuk untuk hal-hal yang sifatnya rutin. Ucapan terima kasih dengan pujian dan penghargaan bila dijadikan budaya sehari-hari, dia akan menjadi kekuatan yang mengharmoniskan hubungan.
Suatu kali saya berada di sebuah lingkungan kerja, di mana setiap orang saling mengucapkan terima kasih untuk setiap pekerjaan yang dikontribusikan, walau hal itu bersifat rutin.
Ucapan terima kasih yang mereka ucapkan berkali-kali dalam satu hari telah menjadikan lingkungan kerja mereka menjadi positif dan harmonis. Sebab, setiap orang menyadari bahwa kontribusinya dihargai dan dihormati oleh semua orang dengan mengucapkan terima kasih.
Ucapan terima kasih terlihat sangat sederhana, tapi memiliki dampak psikologis yang membuat semua orang merasa bersyukur, dan terikat dalam komitmen untuk saling mengucapkan terima kasih dengan tulus.
Ucapan terima kasih dari hati yang paling tulus menjelaskan perilaku yang mensyukuri, dan berdampak positif pada keharmonisan hidup.
Djajendra
BERSIKAP JUJUR
Bersikap jujur tentang ketidaksempurnaan diri, dan menjadikan diri sebagai pembelajar untuk meningkatkan kualitas diri, akan menentukan keunggulan diri, untuk membawa lebih banyak sukses dari dalam diri ke dunia nyata.
Djajendra