"Budaya Perusahaan Harus Mendekatkan Semua Orang Di Dalam Organisasi, Untuk Bekerja Secara Berkolaborasi, Dalam Perilaku Kerja Yang Saling Mendukung Dan Saling Tolong Menolong." - Djajendra

BUDAYA PERUSAHAAN YANG HOLISTIK

"Budaya Perusahaan Harus Mendekatkan Semua Orang Di Dalam Organisasi, Untuk Bekerja Secara Berkolaborasi, Dalam Perilaku Kerja Yang Saling Mendukung Dan Saling Tolong Menolong." - Djajendra

Salah satu fungsi dari budaya perusahaan adalah membuat setiap orang bekerja secara efektif, sehingga tidak ada orang yang menggunakan terlalu banyak jam kerja buat lembur, dan juga tidak ada orang yang memiliki terlalu banyak beban kerja yang diakibatkan oleh proses kerja yang tidak efektif. Budaya perusahaan harus menjadi alat yang membuat semua orang menjadi efektif, efisien, produktif, dan pulang tepat waktu setelah pekerjaan selesai.

Jam kerja dan beban kerja harus menjadi hal yang dikelola melalui budaya perusahaan. Bila ada jenis pekerjaaan yang terlalu rentan dengan waktu dan jumlah kerja, maka segera lakukan identifikasi untuk menemukan solusi yang layak. Setiap karyawan harus merasa beban kerjanya tidak berat, agar tenaga dan waktu mereka selalu dalam kondisi prima untuk menghasilkan hasil akhir yang berkualitas tinggi.

Seluruh nilai, prinsip, norma, persepsi, logika berpikir, dan asumsi yang mendasari budaya perusahaan harus bersifat tegas untuk mendukung perilaku kerja yang efektif, efisien, produktif, kreatif, dan holistik. Budaya perusahaan harus menjadi alat yang menghargai dan menghormati dedikasi dan kerja keras setiap orang melalui bahasa empati yang holistik.

Bahasa empati yang holistik di dalam budaya perusahaan harus dapat diterjemahkan melalui aktualisasi pribadi, untuk mendapatkan kenikmatan melalui suasana kerja positif, yang menghasilkan hasil kerja berkualitas tinggi.

Budaya perusahaan harus menjadi alat yang memotivasi prestasi
karyawan, dengan cara menetapkan tujuan yang realistis, namun menantang untuk dikerjakan dengan penuh gairah dan antusiasme.

Budaya perusahaan harus menjadi alat untuk perfeksionis hasil kerja, sehingga semua karyawan dan pimpinan dapat bekerja dengan prinsip kehati-hatian, dan memiliki gaya kerja untuk menghindari kesalahan, serta bekerja secara efektif untuk menjaga mutu dari tugas dan tanggung jawab yang dikerjakan.

Budaya perusahaan harus menjadi alat untuk membuat kualitas setiap orang menjadi kompetitif dibidangnya masing-masing, dan tidak bekerja untuk berkompetisi mencari kalah dan menang, tapi bekerja berkolaborasi dalam sinergi yang saling memberikan perhatian dan bantuan.

Budaya perusahaan harus menjadi alat kekuasaan untuk membuat keputusan yang berkualitas, dan membuat keputusan tersebut dapat dijalankan secara sukacita oleh semua orang di dalam perusahaan.

Budaya perusahaan tidak boleh menciptakan konsep oposisi yang satu sama lain saling menantang secara terus-menerus, sehingga daya tahan kerja dari karyawan habis terkuras untuk berkonflik. Implementasi semua fungsi manajemen harus bertujuan untuk saling melengkapi dan saling tergantung dalam sebuah keharmonisan kerja yang solid.

Budaya perusahaan harus menjadi alat untuk berbagi tanggung jawab diantara semua pihak terkait, tanpa boleh ada penghindaran terhadap tanggung jawab, apalagi menghindar dari kesalahan yang muncul dari ketidakmampuan untuk menerjemahkan tujuan kerja.

Budaya perusahaan harus menjadi alat yang mendorong hubungan kerja yang sifatnya manusiawi. Setiap orang di tempat kerja harus dibuat berpikir positif dan memberikan pengaruh untuk saling membantu, dan tidak membawa ego kepentingan diri masing-masing pihak ke tempat kerja. Termasuk, bersatupadu dalam sikap rama, peka, terbuka, dan saling bekerja untuk kepuasan kerja yang berkolaborasi dan terhubung secara harmonis.

Untuk Training Hubungi www.djajendra-motivator.com