"Penjual Tidak Hanya Harus Pintar Membujuk Orang Untuk Melakukan Pembelian Atau Transaksi Melalui Cara-Cara Yang Etis, Tapi Juga Menjauhkan Pembeli Dari Energi Manipulatif." - Djajendra

MEMPERLAKUKAN PELANGGAN SEBAGAIMANA MEREKA INGIN DIPERLAKUKAN

"Penjual Tidak Hanya Harus Pintar Membujuk Orang Untuk Melakukan Pembelian Atau Transaksi Melalui Cara-Cara Yang Etis, Tapi Juga Menjauhkan Pembeli Dari Energi Manipulatif." - Djajendra

Pelanggan pada umumnya ingin dilayani secara jujur dan sesuai dengan iklan perusahaan. Pelanggan tidak pernah berharap bahwa kekuatan pengaruh yang dimiliki oleh para penjual disalahgunakan untuk merugikan pembeli.

Kekuatan pengaruh dalam pelayanan pelanggan harus digunakan untuk tujuan kejujuran melalui kekuatan etika dan integritas. Kekuatan pengaruh harus diperlihatkan melalui prinsip transparansi dalam tanggung jawab perusahaan untuk memberikan informasi terbenar tentang produk atau jasanya dengan sangat rinci dan sangat jelas.

Persoalannya, sering sekali muncul para penjual yang menggunakan kekuatan pengaruh untuk menyesatkan atau merugikan pembeli. Misalnya, menjual produk atau jasa dengan harga yang tidak adil, atau pengaruh yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi produk yang tidak sesuai dengan semestinya.

Salah satu contoh yang paling gampang untuk mengidentifikasi para penjual yang tidak beretika itu, adalah melalui cara mereka dalam menyampaikan informasi tentang produk dan tata syaratnya, yang ditulis sangat kecil-kecil sekali di dalam brosur atau perjanjian, sehingga secara kasat mata tidak terlihat ataupun sulit terbaca oleh pelanggan atau pembeli. Dan inilah salah satu teknik lama untuk menyalahgunakan pengaruh, yang masih terus dilakukan oleh para penjual tanpa etika, sambil mengekspresikan ketidakjujuran mereka kepada pelanggan atau konsumen.

Kekuatan pengaruh dalam pelayanan pelanggan sangatlah besar, dan oleh karenanya, diperlukan mindset para penjual yang benar-benar jujur. Penjual tidak hanya harus pintar membujuk orang untuk melakukan pembelian atau transaksi melalui cara-cara yang etis, tapi juga menjauhkan pembeli dari energi manipulatif. Sebab, berbisnis itu tidak untuk mendapatkan keuntungan besar sambil mengaburkan kebenaran tentang hal-hal yang tidak diinginkan oleh pelanggan.

Para pelanggan atau pembeli sangat rentan terhadap pengaruh. Dan para penjual sangat cerdas memahami hal ini. Untuk itu, para penjual akan mengiklankan produk atau jasanya melalui pengaruh dari orang-orang yang disukai oleh masyarakat. Pembeli selalu terpesona dan mempercayai iklan dan promosi bila disampaikan oleh orang-orang yang sudah akrab di mindset mereka.

Sebuah reputasi pelayanan pelanggan yang baik hanya dapat terbangun melalui integritas dan perilaku pelayanan yang etis. Bila tidak, maka penjual akan terus berjualan sambil menerima komplain dari pelanggan atau konsumen yang merasa dirinya mendapatkan pelayanan yang tidak jujur.


DJAJENDRA