"Pemborosan Dalam Setiap Tahap Proses Produksi Harus Dapat Dihentikan, Bila Perusahaan Ingin Tetap Unggul Dalam Persaingan Bisnis Yang Semakin Ketat."- Djajendra

MENGHENTIKAN PEMBOROSAN DAN MEMBUAT PERUSAHAAN UNGGUL DALAM PELAYANAN

"Pemborosan Dalam Setiap Tahap Proses Produksi Harus Dapat Dihentikan, Bila Perusahaan Ingin Tetap Unggul Dalam Persaingan Bisnis Yang Semakin Ketat."- Djajendra

Efisiensi dan efektifitas dalam proses produksi akan menghasilkan produk atau jasa berbiaya rendah. Pemborosan dalam proses produksi hanya akan memaksa pelanggan untuk membayar lebih mahal atas produk dan jasa yang tidak efisien dan efektif.

Salah satu cara untuk mengatasi kompetisi bisnis yang sudah sangat kompetitif; adalah melalui tata kelola dan perilaku kerja yang mengutamakan efisiensi, efektifitas, fleksibilitas, kreatifitas, dan produktifitas yang berkualitas. Bila tidak, maka perusahaan akan kehilangan daya saing untuk dapat berjuang di pasar yang sudah sangat ketat kompetisinya.

Kemampuan manajemen di perusahaan untuk membangun budaya perusahaan, dengan menyederhanakan dan mengatur lingkungan kerja untuk setiap proses kerja, serta mengelola efektifitas dan efisiensi dari setiap fungsi kerja, untuk mengurangi pemborosan di setiap tahap proses kerja, akan menjadikan perusahaan unggul dan berdaya saing kuat.

Budaya perusahaan yang berkualitas harus dapat mengatur dan mengelola secara efektif dan efisien atas persediaan, pelanggan, produksi, sumber daya manusia, hubungan dalam kepentingan sosial, pengolahan data dan informasi, dokumen, pengetahuan, jasa, dan sebagainya. Di mana, semua hal tersebut harus memiliki konsep atau semangat anti pemborosan. Karena, semua biaya besar biasanya akan muncul dari ketidakefektifnya proses kerja atas semua hal tersebut.

Manajemen perusahaan yang cerdas selalu dapat menemukan langkah-langkah efisiensi terbaik, dengan menghapus setiap pemborosan, yang pastinya tidak akan menambah nilai akhir produk. Pemborosan dalam setiap tahap proses produksi harus dapat dihentikan, bila perusahaan ingin tetap unggul dalam persaingan bisnis yang semakin ketat.

Di pasar, pelanggan selalu berharap produk atau jasa dengan kualitas, penampilan, nilai, dan manfaat yang dapat memenuhi kebutuhan mereka. Sehingga mereka siap membayar untuk produk atau jasa yang sesuai dengan harapan dan kebutuhan mereka. Untuk ini, perusahaan harus selalu menggunakan filosofi atau konsep Kaizen, yaitu melakukan perbaikan secara terus-menerus tanpa pernah merasa sudah sangat sempurna dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan.

Dalam pelayanan kepada pelanggan atau pasar, perusahaan tidak hanya harus tergantung dibalik standarisasi, tapi harus mampu menciptakan nilai tambah baru, agar pelayanan kepada pelanggan dapat melebihi standar yang ditawarkan.

Perangkap standarisasi dapat membuat produk atau jasa perusahaan tidak terlalu istimewa di persepsi pelanggan, dan oleh karenanya, perusahaan akan semakin mudah dikalahkan oleh para pesaing di pasar yang sangat ketat.


DJAJENDRA