"Wah, apa manajermu juga jual data-data perusahaan kepada perusahaan lain?"

INTEGRITAS PROFESIONAL

"Aku dipecat."

"Kenapa kau dipecat?"

"Aku sedikit berbohong dan merekayasa laporan pengeluaran."

"Wah, kenapa kau harus berbohong, bukankah itu artinya kau telah melakukan korupsi?"

"Temanku juga dipecat."

"Kenapa? Apakah temanmu juga ikut merekayasa sepertimu?"

"Oh tidak, temanku dipecat karena tidak menjaga rahasia perusahaan. Dia menjual data-data pelanggan ke perusahaan lain."

"Luar biasa buruk ya, manajemen kantormu?"

"Sangat buruk, beberapa hari yang lalu, manajerku juga dipecat sama manajemen."

"Wah, apa manajermu juga jual data-data perusahaan kepada perusahaan lain?"

"Oh tidak, manajerku dipecat karena suka bergosip di tempat kerja, dan kadang-kadang suka bergosip di kantor tetangga."

"Wah, etos kerja perusahaanmu sangat luar biasa buruk, ya."

"Bukan sangat luar biasa buruk lagi, tapi sudah sangat keterlaluan. Manajemen tidak punya empati, sukanya main pecat-pecat saja. Beberapa bulan yang lalu, seorang teman juga dipecat, karena dia tidak mengerjakan yang dia katakan bisa dia kerjakan."

"Oh, menakjubkan. Apakah gaji kalian kecil, sehingga etos kerja jadi sangat luar biasa buruk?"

"Gaji karyawan di perusahaanku sangat tinggi, sudah jauh di atas UMR."

"Kalau begitu, kenapa etos kerja di perusahaanmu sangat luar biasa buruk?"

"Bagaimana tidak buruk, kami tidak diberikan pencerahan dan motivasi untuk patuh kepada kode etik perusahaan; untuk menghormati kata-kata kami sendiri; untuk menjadi handal dan sangat jujur terhadap semua kepentingan perusahaan."

"Oh, iya juga ya. Kalau semua yang kau sebut itu tidak diinternalisasikan secara berulang-ulang ke mindset kalian, maka kesadaran kalian untuk patuh pada integritas menjadi sangat kurang."

"Sangat betul, kami semua bekerja dipenuhi oleh stres dan kekecewaan."

"Kenapa bisa begitu?"

"Yah jelas, kami stres dan kecewa. Karena, kami tidak diberikan sosialisasi yang menyadarkan kami, untuk selalu patuh pada integritas perusahaan."

"Emmm, betul juga kata-katamu. Bukannya diberikan pencerahan, tapi sangat mudah untuk memecat."

"Bukan itu saja, sekarang kami semua telah kehilangan pekerjaan, dan reputasi kami rusak berat. Sangat sulit mencari pekerjaan baru."

"Oh, begitu ya."

"Aku bingung, siapa yang harus dipersalahkan? Karyawannya yang tidak punya integritas atau manajemennya yang kurang cerdas?" Berbicara kepada diri sendiri tanpa mengeluarkan suara

DJAJENDRA

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra