"Tidak punya hati orangnya, dia miskin empati."

PAGI-PAGI UDAH NGIRI HATI

"Aku lagi kesal sama kakak tertuaku."

"Kenapa kesal?"

"Tidak punya hati orangnya, dia miskin empati."

"Oh, ibu lagi marahan sama kakaknya?"

"Tidak marahan, kok! Kemarin kakak tertuaku beli mobil mewah seharga dua milyar; sebulan yang lalu beli rumah mewah seharga tiga puluh milyar."

"Oh, bagus kan, bu! Bukanya ibu seharusnya bangga, punya kakak orang kaya?"

"Bangga? Adik-adiknya hidup pas-pasan dengan gaji bulanan, seharusnya dia membantu adik-adiknya yang kekurangan ini, bukan hidup mewah-mewahan untuk diri sendiri."

"Oh, begitu ceritanya bu."

"Ya, begitulah ceritanya. Coba kamu pikirkan, pantas tidak perilakunya yang tidak punya welas asih kepada saudara-saudaranya?"

"Uhh, pagi-pagi sudah dengar gosip iri hati, salah milih teman untuk lari pagi, cape deh." Bisik dalam hati.

"Kok, diam. Betulkan, kakakku itu tidak punya welas asih sama adik-adiknya?"

"Kalau aku ini bu, tidak suka menghitung uang dan harta saudara sendiri. Apalagi berharap dibantu; aku bersyukur kalau saudara-saudaraku kaya raya, aku hanya merasa bahagia kalau kekayaanku kudapatkan melalui hasil kerjaku sendiri, bukan karena dibantu oleh saudara. Aku malu mendengarkan cerita ibu tadi."

"Kok, begitu kamu. Yah sudah, besok-besok kita tidak usaha lagi olahraga bareng."

Diam mendengarkan ancaman temannya, lalu pamit, dan berlari kecil menuju rumahnya, sambil berbisik di dalam hati "Terima kasih, Tuhan. Aku sudah terbebaskan dari energi negatif."

DJAJENDRA


BUKA DULU TOPENGMU

Ini cerita tentang dua sahabat yang sama-sama bekerja sebagai resepsionis di sebuah perusahaan.

Mereka berdua terlihat kompak dan lembut bicaranya. Ternyata, dibalik kelembutan itu ada persaingan yang saling menjelekkan.

Supervisor yang memimpin kedua orang ini menjadi bingung. Lalu, dia menceritakan keadaan ini dan berharap ada solusi.

Jujur saja, saat saya mendengarkan cerita ini lewat pak supervisor, saya tertawa di dalam hati.

Aneh ya, bukankah pekerjaan supervisor untuk memimpin, mengawasi, dan mengarahkan dengan tegas dan sesuai prosedur.

Lantas, mengapa pak supervisor membiarkan kedua anak buahnya itu menjadi berani untuk saling menjelekkan? Buat aku, kejadian ini menunjukkan kelemahan pak supervisor dalam memimpin kedua anak buahnya itu.

"Sekarang, bapak panggil mereka berdua, tanyakan kepada mereka, mau bekerja dengan baik, atau mau bermain politik adu domba. Dan, bapak pastikan topeng mereka berdua dibuka, biar wajah aslinya bisa mereka saling tatap." Kata saya kepada pak supervisor.

"Wah, aku tidak berani, pak. Takut mereka tersinggung." Kata pak supervisor.

"Oh, bapak tidak berani."Kata aku lalu diam.

Dalam hati saya bertanya-tanya,"yang main adu domba, pak supervisor atau kedua anak buahnya?"

DJAJENDRA


AKU BUKAN MEREK

Beberapa waktu yang lalu, sebuah perusahaan dibidang personal branding menghubungi saya, dan menawarkan jasa marketingnya untuk menjadikan saya sebagai sebuah merek dibidang motivasi.

Jujur saja, saya tidak ingin menjadikan diri saya sebagai sebuah komoditas produk dagangan. Saya menulis dan menjadi pembicara karena saya mendapatkan kesenangan darinya.

Ide personal branding adalah ide yang luar biasa. Melalui personal branding yang baik seseorang dapat membuat lompatan besar untuk keberhasilan karir. Tapi, untuk diri saya pribadi, saya lebih suka bekerja melalui langkah-langkah kecil yang membentuk karakter saya, melalui proses sehari-hari dari kesadaran diri saya sendiri. Apalagi di zaman ini, ada google yang sangat membantu diri saya untuk menuju ke arah yang saya inginkan.

Sangat banyak jalan pintas untuk menuju puncak karir, dan saya sendiri sudah pernah mencapai puncak karir di pekerjaan saya yang dahulu. Oleh karena itu, di pekerjaan menulis dan mengajar ini, saya ingin melalui jalan-jalan kecil yang sunyi dengan integritas diri yang lengkap, tanpa tergoda untuk cepat-cepat menemukan sebuah keramaian yang tidak saya perlukan.

DJAJENDRA


OLAHRAGA ADALAH SAHABAT TERDEKATKU

Aku mulai dengan stretching lima belas menit; aku lanjutkan dengan treadmill dua puluh menit; aku lanjutkan lagi dengan squash tiga set; dan aku akhiri dengan sauna lima belas menit. Lalu, aku mandi dan duduk santai dengan segelas teh hijau, sambil mendengarkan suara gemericik air kolam renang.

Nikmat sekali, ya, hidup ini.

Aku suka menikmati hidupku bersama sahabat terdekatku, si olahraga. Hahahaha, lucu, ya. Olahraga bisa menjadi sahabat.

Kenapa aku harus menganggap olahraga sebagai sahabat terdekatku?

Karena, olahraga memberi Aku kesegaran dan kenikmatan. Tubuhku selalu merasa prima dan sehat kalau aku teratur berolahraga. Bila seminggu saja aku berhenti berolahraga, mulailah tubuhku menjadi tidak prima dan sakit-sakitan.

Oleh karenanya, aku jadikan olahraga sebagai sahabat terdekatku.

Bagaimana dengan Anda?

DJAJENDRA


JADWALKU SANGAT KETAT

Jadwalku di bulan Oktober sangat ketat, ada beberapa klien di beberapa kota meminta Aku melakukan pelatihan.

Hari ini, aku harus berangkat ke kota Sumedang, kota tahu, dengan tahu di dalam keranjang bambu yang unik, untuk dua hari kerja. Setelahnya, beberapa kota lain sudah menunggu.

Perjalanan ke berbagai kota dan lokasi di Indonesia membuat aku semakin belajar tentang keragaman Indonesia.

Makanan-makanan yang khas dan unik, serta orang-orangnya yang ramah dan luar biasa selalu meninggalkan kenangan.

Walaupun aku tinggal di hotel yang nyaman, tapi aku tetap senang mengelilingi kota dan menemukan makanan yang unik dan khas daerah.

Setelah pekerjaan selesai, menyusuri kota kecil untuk menemukan keunikan dan kuliner yang enak, adalah sebuah petualangan yang menyenangkan hati.

Hari ini aku beruntung, jalan tol Cipularang sangat lancar. Aku hanya butuh waktu tiga jam untuk sampai di kota Sumedang, kota yang sejuk dengan dikelilingi oleh gunung-gunung hijau yang indah.

DJAJENDRA


AKU SANGAT TERKENAL

"Aku sangat terkenal, dan keterkenalanku diawasi oleh semua mata, yang ingin tahu aku seutuhnya."

"Baguskan, jadi selebriti top."

"Bagus? Pagi ku, siang ku, malam ku, diawasi oleh sangat banyak orang. Apakah itu bagus menurutmu?"

"Kau sangat terkenal, dan kemanapun kau pergi dikenal orang. Apalagi setiap hari nongol di TV, kan hebat."

"Aku sekarang letih menjadi terkenal. Aku perlu menyendiri, tapi aku butuh uang untuk hidupku. Dan uang, hanya bisa aku dapatkan karena keterkenalanku."

"Yah, sudah. Jadilah terkenal terus, biar uangmu mengalir terus."

"Aku belum bisa menegaskan hatiku untuk menetapkan pilihan antara uang dan kebahagian hidupku."

"Yah, sudah. Coba kau tenteramkan dulu dirimu. Lalu, temukan ketegasan untuk mendapatkan apa yang kau cari dalam hidupmu."

DJAJENDRA

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra