SELF AWARENESS - TENTANG KEHIDUPAN

KETIKA BINTANG KEHIDUPAN SEDANG BERSINAR

Seorang kenalan, kehidupannya sedang diangkat Tuhan ke dalam kemasyhuran melalui keberuntungan dan keharuman nama yang luar biasa.

Karir dan kehidupan sehari-harinya sedang luar biasa dengan pujian dan tepuk tangan kekaguman dari mana-mana.

Dia pernah mengalami masa-masa sulit dan sangat pahit di dalam perjalalan hidupnya. Sekarang, bintang kehidupannya bersinar terang, dia menjadi orang penting yang mendapatkan kehormatan ke manapun dia melangkah.

Karena dia telah menjadi orang yang sangat penting dan terkenal. Dia menjadi terlalu sibuk dengan berbagai acara yang harus dia hadiri.

Kesibukan telah membuatnya lupa untuk selalu mawas diri terhadap pujian dan tepuk tangan yang berlebihan.

Suatu ketika, dia tergelincir ke dalam persoalan yang membuat reputasi dan kredibilitas dirinya diragukan oleh orang banyak. Akibatnya, semua pujian dan tepuk tangan kekaguman telah berganti menjadi gosip yang merendahkan dirinya.

Ketika dia sadar tentang keberadaan dirinya saat ini, dia terguncang dan tak mampu menerima realitas. Dia terperangkap ke dalam perasaan takut yang penuh depresi.

Ketika saya bertemu dengan dirinya, dia berkata bahwa dia telah salah mengartikan semua pujian dan tepuk tangan.

"Saya pikir, saya orang terhebat dan sangat pantas untuk menerima semua pujian dan tepuk tangan itu. Sekarang baru saya sadar bahwa semua itu perangkap yang seharusnya dapat saya hindari sejak awal." Katanya sambil menitihkan air mata.

Pujian dan tepuk tangan kekaguman memang terasa sangat nikmat, dan membuat diri seolah-olah berada di atas singgasana kejayaan.

Padahal, kalau kita sadar, sejarah telah menuliskan bahwa semua masa kejayaan pasti akan berakhir.

Oleh karena itu, saat diri berdiri di atas singgasana kejayaan. Saat itu, diri seharusnya lebih menunduk dan lebih malu untuk menerima segala pujian dan tepuk tangan. Sebab, semua itu hanyalah untuk sementara dan tidak pernah abadi.

DJAJENDRA


MENGELOLA BIAYA

Hidup kita berbiaya, tanpa biaya kita mungkin tidak diizinkan untuk bernafas. Hahahha, cuma canda!

Seorang pria yang bekerja sebagai supir di sebuah stasiun televisi ternama, bercerita bahwa dia sering harus berjalan kaki dari kantor ke rumah yang berjarak puluhan kilometer.

Alasan dia berjalan kaki karena kehabisan uang; uang gaji dia katanya hanya cukup untuk menutup galian lubang hutang bulan yang lalu.

Saya katakan kepadanya bahwa bila dia tidak mampu mengelola dan mengendalikan biaya, pasti dia akan lebih sering-sering mengalami peristiwa jalan kaki dari kantor ke rumah, atau mungkin juga pulang pergi harus jalan kaki.

Berapa pun besarnya gaji yang diterima; bila tidak mampu mengendalikan dan mengelola biaya, Anda akan selalu hidup dalam penderitaan kekurangan uang.

Oleh karena itu, sangatlah penting untuk mempersiapkan keuangan pribadi melalui anggaran pengeluaran yang terkalkulasi secara ketat. Setiap pengeluaran hanya boleh dilakukan untuk hal-hal yang sangat penting melalui prioritas kebutuhan hidup.

Dan, cukupilah hidup dengan berapa pun gaji atau penghasilan yang didapatkan. Miliki mindset untuk hidup tanpa melalui hutang. Karena, sekali Anda membiasakan diri untuk membiayai hidup dengan hutang, maka hutang secara perlahan-lahan akan membuat kehidupan Anda tidak damai.

DJAJENDRA


ORANG BIJAK

"Aku berkelana di dalam diriku sendiri."

"Apa yang kau cari di dalam dirimu?"

"Di dalam diriku ada duniaku, dan aku ingin menemukan duniaku sendiri."

"Bagaimana caramu menemukan duniamu di dalam dirimu?"

"Aku berkelana sambil mengamati diriku; aku berkelana sambil memahami diriku; aku berkelana sambil melihat siapa aku sesungguhnya."

"Apakah itu mudah untuk dilakukan?"

"Sangat mudah, kalau aku sadar tentang diriku."

"Apakah dirimu sadar memahami dirimu sendiri?"

"Kesadaranku ada saat aku bangun untuk hidupku, dan saat aku tidak tidur untuk hidupku."

DJAJENDRA


MEMAAFKAN

"Apa yang kau inginkan dalam hidupmu?"

"Aku ingin melepaskan hal-hal kecil yang membuatku membenci dirinya."

"Jika kau benar-benar memaafkan, kau pasti dapat melepaskan bencimu kepadanya."

"Apakah memaafkan berarti memberi lebih dari yang aku ambil dalam hubunganku kepadanya?"

"Ya! Dan juga, hubungan yang memaafkan itu selalu tanpa pamrih."

"Apakah memaafkan berarti tidak boleh menyalahkan dirinya, sebelum aku memeriksa perbuatanku terlebih dahulu?"

"Eemmmhhh, pastinya begitu! Sifat memaafkan lahir dari perasaan yang tidak menghakimi."

"Oh, jadi, aku tidak boleh menghakimi. Bagaimana kalau emosi ku suka menghakimi, kan tidak mudah menyuruh emosi tidak menghakimi?"

"Kalau emosimu suka menghakimi, kau gagal memaafkan."

"Memaafkan saja, kok repot, ya?"

"Itu berarti batinmu belum siap memaafkan."

DJAJENDRA


GURU DAN MURID

"Guru, siapa orang terpintar di dunia?"

"Dirimu."

"Diriku? Guru bercanda atau menghina aku?"

"Tidak bercanda, juga tidak menghina! Dirimu memang terpintar di dunia."

"Malu aku, Guru! Orang kayak aku dibilang paling pintar di dunia. Gurukan tahu, nilai-nilaiku D, C, dan paling tinggi B"

"Betul itu yang kau bilang, tapi aku tidak bercanda. Kau selalu mendapatkan apa yang kau mau dengan bertanya, dan dengan membayar. Coba kau lihat, betapa sangat kayanya dirimu. Kau punya rumah seperti istana, kau punya mobil termewah, kau punya uang segudang. Apakah itu tidak menunjukkan bahwa dirimu sangat pintar?"

"Aku sebagai Guru, bertahun-tahun, masih tetap tinggal di rumah tua warisan kakekku. Bukankah itu menunjukkan aku orang paling bodoh di dunia?"

"Guru, aku sangat menghormati Guru. Karena Guru, aku bisa baca dan berhitung, sehingga aku bisa memiliki kehidupan berharta seperti sekarang."

"Begitu menurutmu, tapi menurutku, aku sebagai Guru telah gagal mendidik semua murid-muridku untuk menjadi sukses seperti dirimu; hanya sedikit muridku yang berhasil sepintar dirimu."

"Guru, aku mohon maaf bila telah menyinggung perasaan Guru."

"Oh tidak!! Kau tahu, aku sangat bangga kepadamu. Sekarang, aku sedang berpikir untuk menjadi muridmu, dan belajar untuk menjadi sepintar dirimu."

DJAJENDRA


KASIH SAYANG

"Apa itu kasih sayang?" Tanya ibu guru kepada murid-muridnya

"Kasih sayang itu perhatian." Kata murid A

"Bukan, kasih sayang itu kepedulian." Kata murid B

"Kasih sayang itu cinta!" Kata murid C

"Kasih sayang itu kalau aku dibeliin sepatu." Kata murid D

"Kasih sayang itu tidak marah." Kata murid E

"Kasih sayang itu, kalau bu guru tidak ngasih PR yang banyak." Kata murid F

"Uuhhhh,kasih sayang sangat banyak artinya, ya." Kata bu guru sambil tersenyum

DJAJENDRA

Popular posts from this blog

8 JUDUL TRAINING MOTIVASI DJAJENDRA

"Karakter Etika Terbentuk Dari Nilai-Nilai Kehidupan Yang Mampu Membedahkan Mana Yang Benar Dan Mana Yang Tidak Benar Melalui Akal Sehat Dan Hati Nurani Yang Cerdas Emosi." - Djajendra